rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
49


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, Rayyan, Bibi Ina, Laras dan Nana sudah berkumpul diruang rahasia bawah tanah dan mereka duduk di sofa yang diruang tengah.


"Laras, mari ikut aku, aku akan mengajarkan mu menggunakan pistol" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya


"Baik, Mas" jawab Laras yang juga sudah berdiri dari duduknya


Rayyan dan Laras melangkahkan kakinya menuju keruang senjata yang ada disana meninggalkan Bibi Ina dan Nana yang masih duduk diruang tengah.


"Bibi, ayo kita keruang latihan, kita latihan disana saja" kata Nana kepada Bibi Ina


"Tapi, Bagaimana nanti jika Nona Laras melihat Bibi yang sedang latihan?" kata Bibi Ina


"Tidak apa-apa, Bi, nanti ketika penyerangan itu terjadi, Nona Laras akan mengetahuinya juga" kata Nana


"Baiklah, kalau begitu, ayo kita latihan" kata Bibi Ina yang sudah berdiri dari duduknya


"Ayo" kata Nana yang juga sudah berdiri dari duduknya.


Nana dan Bibi Ina melangkahkan kaki mereka kearah ruang latihan.


Diruang senjata, Laras dengan memilih pistol yang cocok untuk dirinya


"Mas, saya ingin mencoba yang ini, saya suka dengan pistol ini" kata Laras sambil menatap kearah pistol yang ada dihadapannya


"Kenapa kamu memilih yang itu, kenapa tidak yang ini saja, yang ini ringan dan juga mudah untuk menggunakannya" kata Rayyan yang menunjukkan pistol yang ada dihadapannya


"Saya sudah tertarik dengan yang ini" kata Laras


"Baiklah, kalau begitu, ayo kita keruang latihan" kata Rayyan mengajak Laras untuk berlatih menggunakan senjata berupa pistol diruang latihan


Laras tidak menjawab perkataan Rayyan, dia hanya menganggukkan kepalanya


Rayyan langsung mengambil pistol yang menjadi pilihan Laras


"Apa pistolnya cuma satu?" tanya Laras kepada Rayyan


"Iya, pistol ini cuma satu, makanya aku meletakkannya diruang ini, jika pistol banyak, maka aku akan meletakkannya dimarkas sebagai senjata untuk anak buah ku disana, pistol ini langka dan semua pistol yang disini merupakan pistol langka" kata Rayyan kepada laras


"Jadi bagaimana kamu mengajarkan saya menggunakan pistol ini jika cuma ada satu" tanya Laras

__ADS_1


"Sudah jangan banyak tanya, ayo kita keruang latihan" kata Rayyan yang sudah menarik tangan Laras


Laras yang tangannya ditarik hanya diam saja dan mengikuti langkah kaki Rayyan menuju keruang latihan


ketika Rayyan dan Laras ingin membuka pintu ruangan latihan tersebut, mereka mendengar suara seperti orang yang sedang berkelahi, Laras yang ditarik tangannya oleh Rayyan langsung bersembunyi dibelakang tubuh Rayyan sambil tangan yang sebelahnya memegang pinggang Rayyan


"Mas, siapa yang ada didalam?, sepertinya mereka dengan berkelahi" tanya Laras


Rayyan yang sudah tau siapa yang ada didalam langsung membukakan pintu ruangan tersebut dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara


Laras yang ada dibelakang Rayyan melihat siapa yang ada didalam ruangan tersebut, Laras terkejut melihat siapa yang ada didalam ruangan tersebut ditambah lagi orang tersebut sedang berlatih.


"Bibi!?" kata Laras yang sudah berada disamping Rayyan dan menatap kearah Bibi dan Nana yang sedang latihan, namun dengan suara yang sedikit pelan


"Iya, Bibi Ina" jawab Rayyan


"Bibi Ina, dia mempunyai ilmu bela diri?" tanya Laras kepada Rayyan


"Iya, sama dengan Nana, Bibi Ina juga paham menggunakan beberapa senjata" kata Rayyan


"Mas, boleh saya coba melawan Bibi Ina?" tanya Laras


"Gantilah bajumu dahulu" kata Rayyan


"Baiklah, setelah itu baru kita latihan menggunakan pistol" kata Rayyan


Laras hanya menganggukkan kepalanya, lalu Laras langsung mengambil posisi untuk menyerang Bibi Ina.


Bibi Ina yang diserang oleh Laras secara tiba-tiba menjadi terkejut, Nana mundur ketika melihat Laras menyerang Bibi Ina.


"Nana, aku ingin berlatih sebentar dengan Bibi" kata Laras saat bertarung dengan Bibi Ina


"Baiklah, Nona" jawab Nana dan langsung melangkahkan kakinya untuk duduk ditepi ruang latihan


Rayyan melihat Laras yang terus menyerang Bibi Ina sedangkan Bibi hanya bisa menghindar dari serangan Laras, Laras tidak memberi waktu untuk Bibi Ina menyerangnya.


"Nana, bantulah Bibi Ina" kata Rayyan yang sudah mendekati Nana yang sedang duduk


"Maksudnya, Tuan?" tanya Nana yang langsung berdiri ketika Rayyan sudah berdiri disampingnya

__ADS_1


"Bantulah Bibi Ina untuk melawan Laras, aku ingin melihat bisakah dia melawan dua orang sekaligus" kata Rayyan


"Baiklah, Tuan" kata Nana, Nana langsung menyerang Laras dan membantu Bibi Ina


Laras yang terkejut dengan kedatangan Nana yang langsung menyerang tidak ragu dan tidak mundur, Laras bisa menghindar dan menyerang mereka, hingga Nana terpental kebelakang.


Bibi yang melihat Nana terjatuh langsung mundur kebelakang takut Laras akan menyerangnya dan membuatnya terpental juga seperti Nana


Laras yang melihat Nana yang terpental langsung melangkah mendekati Nana untuk menolongnya


"Nana, Nana kamu tidak apa-apa?, maafkan saya, Nana, saya tidak sengaja, maafkan saya," kata Laras yang membantu Nana untuk berdiri dan membawa Nana untuk duduk ditepi ruangan latihan.


"Tidak apa-apa, Nona, ini sudah biasa, terkadang latihan bersama Tuan Azka bisa sampai pingsan" kata Nana


"Maafkan saya, Nana, saya benar-benar tidak sengaja" kata Laras


"Iya, Nona" kata Nana


"Ini minum lah dulu," kata Bibi yang memberi Nana dan Laras masing-masing sebotol air minum.


"Nana, kamu istirahat lah dulu di sofa ruang tengah," kata Rayyan


"Iya, tuan" kata Nana yang sudah berdiri dari duduknya dibantu oleh Laras


"Kalau begitu, Bibi akan mengantarnya keruang tengah, setelah itu, Bibi akan membuat makan siang untuk kita" jawab Bibi Ina


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"Terima kasih, Bi" kata Laras yang kembali duduk karena kelelahan


"Sama-sama, Nona, kami keluar dulu" kata Bibi sambil membantu Nana untuk keruang tengah


Rayyan dan Laras menganggukkan kepalanya serentak sebagai jawaban


Setelah Rayyan melihat pintu telah tertutup kembali oleh Bibi, Rayyan yang sedang berdiri melihat kearah Laras yang sedang duduk, Rayyan melihat kening dan wajah Laras yang sedikit berkeringat karena latihan, Rayyan mengeluarkan kain kecil yang ada disaku celananya dan langsung menyeka keringat Laras.


Laras yang mendapat perlakuan seperti itu langsung melihat kearah Rayyan, terjadilah tatapan yang lumayan lama diantara mereka berdua, hingga entah keberanian dari mana, Rayyan terus mendekati wajah Laras dan mendaratkan ciuman di pipi kanan Laras.


Laras yang mendapat ciuman tersebut langsung tersadar dan langsung berdiri dari duduknya, tetapi dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, untungnya Rayyan dengan cepat menangkap tubuh Laras yang hampir terjatuh kelantai

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Rayyan yang tau bahwa saat ini pasti Laras dengan merasa sangat malu


Laras yang ditanya tidak berani menjawab, dia hanya diam dan melihat kearah lain agar tidak lagi menatap kearah Rayyan.


__ADS_2