
Setelah Rayyan menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya, dia meminta salah satu anak buahnya untuk menunggu kedatangan teman-temannya diruang tamu.
"Kamu, tunggu kedatangan teman-temanmu diruang tamu, setelah itu minta mereka untuk berkumpul disini" kata Rayyan kepada anak buahnya itu
"Baik, Bos" kata anak buah Rayyan tersebut dan langsung melangkahkan kakinya keluar menuju ruang tamu, sesuai perintah Rayyan
Ditempat lain, dimarkas milik Rayyan, Azka sedang berkumpul bersama bawahannya, Candra dan Elang juga ikut berkumpul
"Ada kabar buruk, rumah Tuan Rayyan telah dimasuki oleh penyusup dan mengakibatkan Nona Laras dan Nana terluka" kata Azka memberitahu mereka semua yang ada disana
"Apa!?, kenapa mereka bisa terluka?, bukannya sebagian dari kita sudah berada disana untuk membantu Tuan Rayyan?" kata Elang.
"Iya, mereka terluka tapi untunglah lukanya tidak terlalu parah, Tuan Rayyan tidak mengetahui penyusup-penyusup itu masuk dari mana, dan Tuan Rayyan meminta beberapa dari kalian untuk membantunya disana" kata Azka kepada bawahannya
"Apa perlu aku yang kesana untuk membantu mereka?" tanya Elang kepada Azka
"Tidak perlu, kita tetap fokus disini, aku juga membutuhkan kalian berdua" kata Azka
"Baiklah" jawab Elang
"Kalian berlima, pergilah kerumah Tuan Rayyan dan bantu mereka disana" kata Azka kepada bawahannya
"Siap" kata 5 orang yang ditunjukkan oleh Azka
Setelah menjawab perkataan Azka, 5 orang yang ditunjukan oleh Azka tadi langsung keluar dari ruangan dan pergi kerumah Rayyan.
"Kalian aku bagikan menjadi 3 kelompok" kata Azka
"Siap" jawab semuanya termasuk Elang dan Candra
"Kelompok pertama untuk bersiap-siap dan tetap berada didalam markas ini dan kamu Candra, aku tugaskan kamu sebagai pemimpinnya," kata Azka yang melihat kearah Candra.
"Baik, Tuan Azka" jawab Candra
"Ingat Candra, jika kalian merasa sudah terdesak, bukalah kandang yang ada didalam ruangan penjara bawah tanah" kata Azka yang mengingatkan Candra
"Baik, Tuan" jawab Candra kembali sambil menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti
"Lalu kelompok kedua, untuk berada diluar markas, kalian harus bersembunyi, bunuh musuh tanpa bersuara dan mengeluarkan suara, Elang kamu sebagai pemimpinnya, kamu paham kan apa yang aku maksud?" kata Azka melihat kearah Elang
"Baik, Tuan azka, saya paham" jawab Elang
__ADS_1
"Ingat Elang, jangan biarkan mereka masuk kedalam markas kita" kata Azka yang mengingatkan Elang
"Baik, Tuan" jawab Elang lagi
"Sedangkan kelompok ketiga, untuk ikut denganku menunggu dan mengawasi gerak gerik mereka dari dalam hutan, jangan sampai mereka memasuki kawasan markas kita" kata Azka
"Baik, Bos" kata semua bawahannya, sedangkan Elang dan Candra menganggukkan kepalanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam, anak buah Rayyan yang diperintahkan oleh Azka untuk kerumah Rayyan sudah sampai didepan rumah Rayyan.
"Tok..Tok..Tok" suara pintu yang diketuk oleh salah satu anak buah Rayyan dari luar rumah.
"Assalamualaikum" kata anak buah Rayyan yang tadi mengetuk pintu
"Waalaikumsalam" kata anak buah Rayyan yang tadi disuruh oleh Rayyan untuk menunggu kedatangan mereka
Anak buah Rayyan yang menunggu itu langsung membuka pintu untuk membiarkan mereka masuk, setelah mereka masuk, dia meminta mereka untuk mengikutinya
"Ayo ikuti aku, kita sudah ditunggu diatas oleh Bos Rayyan" kata anak buah Rayyan yang tadi membukakan pintu
Teman-temannya hanya menganggukkan sebagai jawaban
Setelah mereka semua sampai didepan ruang diskusi, salah satu anak buah Rayyan mengetuk pintu terlebih dahulu
"Tok...Tok...Tok" suara pintu yang diketuk dari luar oleh salah satu anak buah Rayyan.
"Masuk saja" kata Rayyan yang sudah mengetahui siapa yang mengetuk pintu tersebut
Anak buah Rayyan langsung membuka pintu setelah mendapat jawaban dari Rayyan
"Bos, mereka sudah sampai" kata anak buah Rayyan yang tadi diminta Rayyan untuk menunggu kedatangan teman-temannya.
"Berapa orang?" tanya Rayyan
"hanya 5 orang, Bos" kata anak buah Rayyan yang tadi
"Baik, tidak apa-apa" kata Rayyan
"Kalian jelaskan pada teman kalian yang baru datang ini, bagaimana rencana dan strategi kita" kata Rayyan
"Siap, Bos" kata anak buah Rayyan yang sudah tau rencana dan strateginya sedangkan yang belum hanya diam tidak bersuara.
__ADS_1
"Bos, apa tempat dan jumlah kita tidak berubah sesuai yang tadi saja?" tanya salah satu anak buah Rayyan
"Oh iya, untung kamu tanyakan itu, tempatnya sama saja dengan yang tadi, hanya saja jumlahnya saja yang berubah" jawab Rayyan kepada anak buahnya
"Siap, Bos" kata semua anak buah Rayyan termasuk yang baru datang tadi
"Tiga orang berada dikamar Nona Laras, tiga orang berada di kamar Nana, lima orang didapur, lima orang diruang tamu, lima orang ditaman belakang, dua orang tetap berada disini karena untuk menjaga dua orang penyusup ini" kata Rayyan kepada anak buahnya
"Baik, Bos" kata semua anak buahnya
"Baiklah, kalau begitu, sekarang menyebar lah sesuai yang aku arahkan, aku akan kembali ke kamarku, jangan lupa matikan lampunya" kata Rayyan
"Siap, Bos" kata semua anak buahnya
"Tunggu sebentar" kata Rayyan sambil berjalan menuju kearah meja kerja yang ada didalam ruangan tersebut
"Ada apa, Bos?" tanya salah satu anak buahnya
"Pakailah alat ini, agar memudahkan kita untuk berkomunikasi, tidak perlu semuanya memakai alat ini, setiap tempat yang aku tunjukkan hanya satu orang saja yang memakainya" kata Rayyan sambil memberikan sebuah alat untuk diletakkan ditelinga
"Baik, Bos" kata semua anak buah Rayyan
Anak buah Rayyan berjumlah 6 orang langsung mengambil alat yang diberikan oleh Rayyan dan memakainya langsung ke telinganya lalu melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut.
Setelah anak buah Rayyan keluar dari ruangan, Rayyan pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut menuju kekamarnya.
Ketika sampai didepan kamarnya, Rayyan mengangkat sebelah tangannya karena ingin membuka pintu kamarnya, tiba-tiba salah satu dari anak buahnya memanggilnya.
"Bos" kata anak buahnya itu
"Iya, ada apa?" tanya Rayyan yang langsung menghadap kearah anak buahnya tersebut
"Bagaimana dengan teman-teman yang belum memiliki senjata, Bos?, apa mereka menggunakan kekuatan tenaga atau pistol saja?" tanya anak buahnya
"Sebentar, aku akan mengambil senjata-senjata yang ada dikamar ku" kata Rayyan
"Baik, Bos" jawab anak buahnya.
Rayyan langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengambil senjata yang akan diberikan kepada anak buahnya.
Laras yang melihat itu hanya diam tidak bersuara, dia tidak berani bertanya kepada Rayyan, dia hanya terus memerhatikan setiap apa yang dilakukan oleh Rayyan.
__ADS_1