rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
44


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, Bibi dan Nana sudah ada didapur untuk membuatkan sarapan, sedangkan Rayyan, Azka dan Laras belum bangun dari tidur mereka.


"Nana, Kamu bisa lanjutkan memasak nasi goreng ini?" tanya Bibi kepada Nana yang sedang membuat minuman.


"Bisa, Bi" jawab Nana


"Ini, kamu lanjutkan, Bibi ingin kekamar Laras, Azka dan Tuan" kata Bibi


"Iya, Bi" jawab Nana yang langsung melanjutkan memasak nasi gorengnya.


Bibi keluar dari dapur melangkahkan kakinya menuju tangga untuk kekamar mereka.


Sesampainya dilantai atas, Bibi Ina langsung menuju kekamar Laras untuk membangunkannya


"Tok....Tok...Tok..." suara pintu kamar Laras yang diketuk oleh Bibi


"Laras, apa kamu sudah bangun?" tanya Bibi dari luar kamar.


Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar


Bibi langsung membuka pintu kamar Laras, Bibi melihat Laras yang masih tidur.


Bibi melangkahkan kakinya untuk mendekati Laras yang sedang tertidur, Bibi berniat ingin membangunkannya, tetapi Bibi mengurungkan niatnya itu.


"Biarlah dulu, nanti saja aku membangunkannya lagi, mungkin dia kelelahan," kata Bibi yang melihat Laras sedang tidur pulas


Lalu Bibi melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Laras dan menutup kembali pintu kamar Laras.


Bibi melangkahkan kakinya menuju kamar Rayyan untuk membangunkannya. Bibi yang sudah didepan pintu kamar Rayyan langsung mengetuk pintunya


"Tok....Tok...Tok..." suara pintu kamar Rayyan yang diketuk oleh Bibi dari luar.


"Tuan, apa Tuan sudah bangun?" tanya Bibi dari luar kamar


Namun lagi-lagi tidak mendapat jawaban dari Tuan mudanya


"Kenapa Tuan muda tak menjawab, apa masih tidur, bukannya dia harus kekantor?" kata Bibi Ina bertanya pada dirinya sendiri.


Bibi Ina membuka pintu kamar Rayyan, dan Bibi melihat Rayyan yang masih tertidur.


"Sudah jam berapa ini?, kenapa Tuan belum bangun?" kata Bibi dengan suara pelan


Bibi melangkahkan kakinya untuk mendekati Rayyan dan ingin membangunkan Rayyan.


"Tuan, bangunlah, sudah jam 06.00 pagi, bukannya Tuan akan kekantor?" kata Bibi yang membangunkan Rayyan


Namun, Rayyan tidak merespon, Bibi kembali membangunkan Rayyan dengan sedikit menggoyangkan tubuh Rayyan


"Nak, bangunlah, kamu harus kekantor" kata Bibi yang sudah mengubah panggilannya


"Iya, Bi" sebentar lagi aku akan bangun, aku pergi kekantor jam 09.00 saja" kata Rayyan yang masih memejamkan matanya.


"Baiklah, nanti Bibi akan membangunkan kamu lagi" kata Bibi kepada Rayyan


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya dan kembali tertidur.


"Mengapa kalian berdua belum bangun jam segini, biasanya kalian berdua yang paling cepat bangun" kata Bibi sambil menggelengkan kepala dan melangkah keluar dari kamar Rayyan.


Bibi yang keluar dari kamar Rayyan tidak lupa untuk menutup kembali pintu kamar Rayyan.

__ADS_1


Lalu Bibi melangkahkan kakinya menuju kamar Azka, untuk membangunkannya.


Setelah sampai didepan pintu kamar Azka, Bibi Ina langsung mengetuk pintu tersebut


"Tok...Tok...Tok.." suara pintu kamar Azka yang diketuk oleh Bibi dari luar


"Nak, apa kamu sudah bangun?" kata Bibi dari luar kamar Azka


"Iya, Bi, Azka sudah bangun kok, dan sudah mandi juga, sebentar lagi Azka turun untuk sarapan" kata Azka dari dalam kamarnya


"Baiklah, Bibi tunggu dibawah" kata Bibi


"Iya, Bi" jawab Azka.


Setelah itu, Bibi langsung melangkahkan kakinya menuju tangga untuk turun kedapur membantu Nana yang sedang memasak didapur.


Namun, Bibi teringat akan 2 ekor kucing yang ada samping kamar Laras


Bibi pun melangkahkan kakinya menuju kamar Lucy dan Lacy lalu membuka pintu kamar mereka, Bibi melihat mereka sedang bermain kejar-kejaran.


Bibi masuk kedalam kamar tersebut dan melihat ketempat makanan mereka yang sudah kosong, lalu Bibi menuangkan makanan untuk mereka makan.


Setelah itu, Bibi kembali keluar dari kamar mereka tak lupa menutup kembali pintu kamar tersebut.


Ketika Bibi menutup pintu kamar mereka, Azka yang ingin turun ke meja makan menyapa Bibi


"Bibi" kata Azka


"Iya, Nak" jawab Bibi


"Bibi habis melihat Lucy dan Lacy ya?" tanya Azka


"Oooo, begitu" jawab Azka


Bibi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"Sudah, ayo kita ke meja makan untuk sarapan" kata Bibi mengajak Azka


"Ayo, Bi" jawab Azka


Mereka berdua turun menuju meja makan, Azka yang tidak melihat Rayyan dan Laras dimeja makan, bertanya kepada Bibi Ina


"Bibi, apa Rayyan dan Nona Laras belum bangun?, atau belum selesai bersiap-siap?" tanya Azka kepada Bibi


"Mereka belum bangun, Nak" kata Bibi


"Belum bangun?" tanya Azka lagi kepada Bibi Ina memastikan untuk dirinya tidak salah dengar


"Iya, mereka belum bangun, sepertinya ada yang aneh, tidak biasanya mereka jam segini belum bangun" kata Bibi


"Iya, Bi" jawab Azka sambil duduk dikursi meja makan.


"Tidak apa-apa, kita sarapan saja dulu, nanti biar saya masakan lagi, jika mereka sudah bangun dan ingin makan" kata Nana dari arah dapur menuju ke meja makan sambil membawa semangkuk nasi goreng.


"Baiklah, ayo kita sarapan" kata Bibi Ina


"Ayo" kata Azka


Setelah mereka selesai sarapan, Nana membawa piring kotor kedapur untuk dicucinya

__ADS_1


Dimeja makan, tinggallah Bibi dan Azka.


"Bibi, nanti jika Rayyan sudah bangun dan mencari saya, katakan saya pergi kemarkas, saya tidak kekantor pagi ini, mungkin saya kekantor jam 12.00 siang" kata Azka yang berpesan kepada Bibi


"Baiklah, nanti Bibi sampaikan" jawab Bibi


"Kalau begitu, aku pergi sekarang ya, Bi" kata Azka


"Baiklah, hati-hati dijalan, Nak" kata Bibi kepada Azka


"Iya, Bi" jawab Azka


"Ayo, Bibi antar kedepan" kata Bibi yang sudah bangun dari duduknya


"Sebentar, Bi, saya ingin kedapur dulu, ingin mengambil sebotol air, untuk dibawa kemarkas, agar tidak berhenti jika saya haus dijalan nanti" kata Azka


"Baiklah, kalau begitu, Bibi menunggu di pintu depan saja" kata Bibi.


"Iya, Bi" jawab Azka yang sudah berdiri


Bibi langsung menuju pintu depan.


Nana yang sudah selesai mencuci piring menuju ke meja makan untuk mengambil dan menyimpan lauk pauk yang masih ada dimeja makan.


Azka yang melihat Nana akan kedapur kembali, dia mengikuti langkah kaki Nana, setelah sampai didapur, Azka langsung memeluk tubuh Nana dari belakang.


"Tu..Tuan, jangan begini, bagaimana nanti jika dilihat Bibi atau orang lain?" tanya Nana yang masih dipeluk oleh Azka


"Belajarlah untuk mengubah nama panggilan untuk ku" kata Azka yang langsung meletakkan dagunya dibahu kanan Nana.


"Ma...Maaf, Tu...Tuan, eh...Mas" jawab Nana


"Tidak apa-apa, ya sudah kalau begitu, aku berangkat sekarang, kamu baik-baik dirumah" kata Azka


"Iya," jawab Nana sambil menganggukkan kepalanya.


Azka langsung membalikkan tubuh Nana, untung Nana sudah meletakkan piring yang berisi lauk pauk diatas meja kompor.


"Cup..." suara bibir Azka yang mencium kening Nana


"Assalamualaikum" kata Azka


"Waalaikumsalam" jawab Nana


Azka melangkahkan kakinya menuju pintu depan, disana Bibi sudah menunggunya.


"Bibi, saya pergi dulu" kata Azka kepada Bibi


"Iya, Nak, tapi mana air yang ingin kamu bawa?" tanya Bibi


"Tidak jadi, Bi, didalam mobil sudah ada" kata Azka


"Baiklah" jawab Bibi


"Assalamualaikum" kata Azka yang sudah berada didalam mobil


"Waalaikumsalam" jawab Bibi


Bibi langsung masuk kedalam rumah kembali ketika mobil yang dikendarai Azka sudah tidak terlihat.

__ADS_1


__ADS_2