
Setelah Laras meletakkan baju-baju tersebut diatas tempat tidurnya, laras diminta Nana untuk duduk didepan meja rias yang ada dikamar Laras.
"Nona, duduklah disini, biar saya rapikan sedikit rambut dan memberi Nona sedikit make up" kata Nana
"Baiklah" jawab Laras lalu duduk dikursi yang ada dekat meja rias tersebut.
Setelah beberapa menit, Nana telah selesai dengan tugasnya untuk membantu Laras bersiap-siap.
Nana sengaja menguncir rambut panjang Laras, dan meninggalkan sedikit disisi kanan dan kirinya. Namun leher mulus Laras tidak kelihatan karena kerah baju yang dipakai Laras lumayan panjang menutup leher. Lalu Nana sengaja memakaikan Laras make up alakadarnya saja, karena wajah laras sudah cantik walau tanpa make up.
"Sudah selesai Nona, Nona cantik sekali, bajunya cocok sekali dengan tubuh Nona" kata Nana memuji Laras
"Terima kasih banyak Nana, karena telah mau membantu saya bersiap-siap" kata Laras sambil melihat wajah Nana melalui cermin didepannya.
"Sama-sama Nona" jawab Nana sambil tersenyum.
"Apa ini sudah siap Nana?" tanya Laras
"Sudah Nona, sekarang kita turun, kita tunggu Tuan Rayyan diruang tamu saja" kata Nana
"Baiklah, jangan lupa bawa jus itu juga, kita minum sama-sama diruang tamu sambil menunggu Tuan Rayyan" kata Laras sambil menunjuk kearah jus yang ada didekat tempat tidurnya.
"Baik Nona" jawab Nana sambil mendekati jus dan membawa nampan tersebut keluar dari kamar Laras.
Laras dan Nana menuju kearah tangga untuk turun keruang tamu menunggu kedatangan Rayyan untuk menjemput Laras.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.
Laras dan Nana mendengar suara deru mobil yang datang dan berhenti didepan pintu depan.
"Sepertinya Tuan Rayyan sudah sampai" kata Nana yang berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kaki menuju pintu untuk membukakannya.
"Assalamualaikum" kata Rayyan yang mengucap salam dan langsung masuk melangkah mendekati Laras yang berdiri dari duduknya diruang tamu.
"Waalaikumsalam" jawab Nana yang berdiri didekat pintu.
Azka yang ada dibelakang Rayyan, berhenti tepat dihadapan Nana.
"Jika kamu ingin ikut, cepat lah bersiap, pakailah baju hitam mu" kata Azka
"Apa boleh saya ikut?" tanya Nana sambil melihat kearah Azka
"Jika tidak boleh tidak mungkin saya mengajak mu" jawab Azka
"Baiklah, saya kekamar dulu untuk bersiap-siap" kata Nana
"Cepatlah" kata Azka
__ADS_1
Nana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan melangkah menuju kekamarnya untuk bersiap-siap.
Diruang tamu, Rayyan mendekati Laras yang sedang berdiri, Dia tidak sedikitpun mengeluarkan suaranya saat sudah berada didekat Laras, dia hanya menatap tubuh Laras dari atas sampai kebawah.
Laras yang ditatap seperti itu menjadi sedikit takut
"Ada apa?, kenapa menatap saya seperti itu?" kata Laras
"Tidak, tidak ada apa-apa" jawab Rayyan dengan cepat dan langsung melihat ke arah Azka yang melangkah mendekati mereka yang ada diruang tamu.
"Tuan, saya izin membawa Nana juga" kata Azka
"Baiklah, tidak apa-apa" jawab Rayyan
Dari arah dapur, terlihat Bibi datang sambil membawa nampan yang berisi minuman.
"Ini, Tuan, Nak Azka dan Laras, minumlah terlebih dahulu" kata Bibi
"Iya Bi, terima kasih" jawab Laras sedangkan Azka dan Rayyan langsung duduk di sofa yang ada disana.
"Kalau begitu Bibi kembali ke dapur dulu ya" kata Bibi
"Sebentar lagi saja Bi, kami juga akan pergi, Nana ikut juga dengan kami" kata Rayyan
"Baiklah" jawab Bibi yang duduk dikursi tak jauh dari Laras
"Ya sudah, kalau begitu, kami berangkat dulu ya Bi" kata Rayyan
"Iya, kalian hati-hati dijalan ya" kata Bibi
"Iya Bibi" jawab Laras dan Nana, Rayyan dan Azka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
Bibi mengantarkan mereka sampai pintu depan dan mereka masuk ke mobil Rayyan.
Setelah mobil mereka tidak terlihat lagi, Bibi Ina langsung menutup pintu tersebut.
Setelah beberapa jam mereka menempuh perjalanan yang sangat jauh, melewati pepohonan yang besar dan tinggi, dikelilingi hutan lebat, sunyi dan sepi, akhirnya mereka sampai disebuah rumah yang lumayan besar.
"Kita kesini?" tanya Nana yang masih berada didalam mobil, seolah-olah tau ini rumah siapa.
"Iya" jawab Azka yang turun dari mobil
"Mas, ini rumah siapa?, tempat apa ini?, dan ini dimana mas?" tanya Laras yang bertubi-tubi kepada Rayyan.
"Ini markas ku, jauh dari kota," jawab Rayyan yang ikut turun bersama Azka
Nana juga ikut turun dan keluar dari mobil, tinggal lah Laras yang masih duduk diam didalam mobil Rayyan.
__ADS_1
Rayyan melihat Laras yang tidak juga luar, melangkah mendekati Laras, namun Laras tidak menyadarinya, dirinya sibuk dengan pikirannya sendiri dan berkata didalam hatinya sendiri "rumah ini, kenapa sangat tidak asing bagiku, rasanya aku pernah kerumah ini"
Rayyan yang melihat kewajah Laras dan mengerti arti dari ekspresi wajah Laras,
"Sepertinya gadis ini memikirkan sesuatu" kata Rayyan dengan suara pelan
Lalu Rayyan dengan hati-hati dan dengan suara lembut memanggil Laras, Rayyan sudah duduk disamping Laras tanpa ia sadari.
"Laras" kata Rayyan sambil memegang bahunya pelan
"Eh....Iya mas" jawab Laras yang sudah mengalihkan pandangannya kewajah Rayyan yang juga memandang Laras.
"Kamu memikirkan sesuatu?" tanya Rayyan
"Tidak juga, Tapi saya merasa rumah ini tidak asing, sepertinya saya pernah kerumah ini, tapi entahlah, saya juga tidak begitu mengingatnya" kata Laras sambil mengalihkan pandangannya kearah rumah.
"Mungkin jika kamu masih kedalam rumah ini, kamu akan mengingat sesuatu" kata Rayyan
"Mungkin saja" jawab Laras yang bergerak turun dan keluar dari mobil diikuti oleh Rayyan yang juga turun dari mobil
"Kalau begitu, ayo kita masuk sekarang" kata Azka
"Ayo" jawab Nana
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Laras hanya diam tak merespon, itu tidak lepas dari pandangan Rayyan
"Kalian masuklah dahulu, saya akan menyusul kalian" kata Rayyan
"Baiklah Tuan" jawab mereka serentak dan langsung melangkahkan kaki untuk masuk kerumah tersebut.
Setelah Azka dan Nana masuk kerumah tersebut, Laras langsung melihat ke arah wajah Rayyan.
"Masuk?" tanya Rayyan
"Baiklah" jawab Laras
Laras pun melangkahkan kakinya menuju pintu masuk yang sudah terbuka lebar oleh Azka dan Nana tadi.
Laras dan Rayyan sudah masuk kedalam rumah tersebut, tak lupa Rayyan menutupkan pintu masuknya kembali.
"Dimana Nana dan kak Azka?" tanya Laras kepada Rayyan yang melihat sekeliling tapi tak menemukan Azka dan Nana.
"Mereka diruang latihan" jawab Rayyan dan melangkah ke arah satu pintu berwarna coklat dan membukakan pintu tersebut.
"Diruang latihan?, Maksudnya?" tanya Laras kembali
"Iya, ayo kita kesana menemui mereka, ruangan ini hanya sebagai depannya saja, supaya orang yang baru datang kesini tidak curiga dengan apa isi rumah ini" jawab Rayyan
__ADS_1
Laras tidak bertanya lagi, dia langsung mengikuti langkah kaki Rayyan yang masuk kedalam ruangan melalui pintu yang terbuka oleh Rayyan tadi.