
Jam sudah menunjukkan pukul 17.30 sore, Rayyan diminta Bibi untuk tidak tinggal dirumahnya ini dalam seminggu kedepan karena pamali jika pengantin terus bertemu apalagi satu rumah, Rayyan pun mengiyakan perkataan Bibi Ina.
"Gue tinggal diapartemen lo untuk seminggu ini" kata Rayyan
"Lo jugakan punya apartemen sendiri, kenapa harus tinggal diapartemen gue" kata Brian
"Gue malas saja" kata Rayyan singkat
"Okelah, boleh" jawab Brian
Setelah malam itu, Rayyan tinggal diapartemen milik Brian, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bibi Ina
# 3 hari sebelum hari pernikahan
Bibi, Nana, Azka dan Brian sangat disibukkan dengan persiapan untuk pernikahan Rayyan dan Laras karena tinggal menghitung hari lagi.
Nana yang saat ini berada dikamar Laras sangat antusias karena menemani sang Kakak untuk memilih gaun yang akan dipakai dihari pernikahan nanti karena MUA yang diminta oleh Rayyan sudah datang kerumahnya dan sudah membawa gaun-gaun yang begitu indah dan cantik, semua gaunnya sudah dicoba oleh Laras dan semuanya sangat cocok ditubuh Laras, Laras menjadi binggung harus memilih gaun yang mana untuk dipakainya pada hari pernikahannya nanti
"Nana, bisakah kamu memilihkan gaun untuk ku?, aku binggung harus pilih gaun yang mana satu, semua gaun yang ada disini sangat cantik" kata Laras
"Menurutku, kakak nanti pakai gaun yang ini saja, ini sangat cantik, tertutup dan juga lengan gaunnya panjang, cocok sekali dengan kakak" kata Nana sambil menunjukkan salah satu gaun.
"Iya Nona, gaun ini sangat cocok untuk Nona, tidak terlalu terbuka dan simpel juga" kata seseorang dari anggota MUA tersebut
"Baiklah, gaun ini saja" kata Laras sambil menunjuk salah satu gaun yang menjadi pilihannya.
"Baik Nona" kata anggota MUA tadi
"Tapi apakah gaun ini cocok jika nanti saya memakai hijab?" tanya Laras
"Oh, jadi Nona ingin memakai hijab?" tanya anggota MUA tadi
"Iya, saya ingin mengenakan hijab saat memakai gaun ini di pernikahan saya nanti" jawab Laras
"Baiklah, tidak masalah nona, karena gaun ini juga terlihat sopan jadi nona masih bisa memakai hijab nantinya" kata anggota MUA tadi
"Alhamdulilah, kalau begitu, terima kasih" jawab Laras
__ADS_1
"Sama-sama nona" jawab anggota MUA tersebut
Rayyan juga datang karena ingin memilih pakaian untuk hari pernikahannya nanti dan entah sejak kapan Rayyan sudah berada didepan pintu kamar Laras bersama Azka.
"Assalamualaikum" kata Rayyan
"Waalaikumsalam" jawab semua yang ada didalam kamar Laras serentak
"Mas Rayyan dan kak Azka kapan datangnya?" tanya Laras
"Baru beberapa menit saja, tapi masih sempat melihat wajahmu yang kebingungan saat memilih gaun" kata Rayyan sambil melangkah mendekati Laras diikuti oleh Azka yang melangkah mendekati Nana
Laras hanya tersenyum kepada Rayyan begitu juga dengan Nana yang juga tersenyum kearah Azka, lalu mengalihkan pandangannya kepada Rayyan untuk bertanya bagaimana pendapat Rayyan tentang gaun yang telah dipilih oleh kakaknya ini.
"Coba tuan lihat gaun ini, bagaimana menurut tuan?, apa cocok untuk kak Laras?" tanya Nana
"Sangat cocok, apapun yang dipakai oleh calon istriku ini, semuanya cocok" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras dengan tangan kanannya.
"Baiklah, jika tuan berkata seperti itu, pakaian untuk pengantin perempuannya sudah ada, sekarang giliran pakaian untuk pengantin prianya, kami ada membawa 3 warna tuxedo yang berbeda, dan 3 jas dengan warna yang berbeda juga" kata salah satu anggota MUA yang lain, yang khusus untuk mempersiapkan pengantin pria.
"Bee, aku cocoknya memakai jas atau tuxedo?" tanya Rayyan kepada Laras
Nana dan Azka serentak menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Baiklah, kalian dengarkan?, aku memilih memakai tuxedo saja" kata Rayyan kepada anggota MUA tersebut
"Baik tuan, ini tuxedonya dengan warna yang berbeda-beda" kata anak buah MUA yang khusus pria tadi sambil mengeluarkan 3 tuxedo dengan warna yang berbeda.
"Bee, warna apa yang cocok untuk aku kenakan nanti?" tanya Rayyan kembali kepada Laras.
"Mas pakai tuxedo warna hitam saja, karena gaun yang saya kenakan nanti warna putih, pasti nanti pas dan serasi" jawab Laras
"Calon istriku ini sangat pintar, baiklah kalau begitu, kalian dengarkan?, aku pakai tuxedo warna hitam ini saja" kata Rayyan kepada seorang anggota MUA tersebut sambil menunjukkan tuxedo yang berwarna hitam
"Baik tuan, apa tuan perlu mencoba tuxedo ini dulu?" tanya anggota MUA tersebut
"Baiklah, aku akan mencobanya terlebih dahulu" kata Rayyan
__ADS_1
"Ini tuan" kata anggota MUA tersebut sambil memberikan tuxedo yang berwarna hitam ke tangan Rayyan
Rayyan langsung pergi kekamar mandi yang ada dikamar Laras sambil ditangannya membawa tuxedo untuk dicobanya.
Setelah beberapa menit, Rayyan keluar dari kamar mandi tetapi tidak mengenakan tuxedo yang tadi dibawanya
"Kenapa Mas?" tanya Laras kepada Rayyan yang melangkahkan kakinya mendekati mereka semua
"Tidak ada apa-apa, bajunya sudah pas untukku" kata Rayyan sambil memberikan tuxedo yang ada ditangannya kepada anggota MUA kembali
"Lalu kenapa tidak menunjukkan kepada kami?" tanya Laras
"Aku sengaja tidak menunjukkan padamu, biar nanti menjadi kejutan untuk kamu saat melihat ketampanan suami mu ini" kata Rayyan
Azka yang mendengar kata-kata tersebut langsung memutarkan kedua bola matanya, sedangkan Laras hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah beberapa saat, MUA yang diminta Rayyan untuk datang kini sudah membereskan semua keperluan yang nantinya akan digunakan saat hari pernikahan Rayyan dan Laras.
"Tuan, Nona, semuanya sudah kami persiapkan, ketika hari pernikahan tiba, kami akan kembali kesini untuk mempersiapkan kalian berdua" kata sang bos MUA tersebut.
"Baiklah, terima kasih banyak" kata Laras, sedangkan Rayyan hanya menganggukkan kepalanya.
"Kami permisi dulu" kata bos MUA tersebut lagi
"Iya, kalian hati-hati dijalan" kata Laras
Semua anggota MUA termasuk bos MUA tersebut menganggukkan kepalanya sekali sambil tersenyum sebagai jawab dari perkataan Laras
"Assalamualaikum semuanya" kata bos MUA itu lagi
"Waalaikumsalam" jawab Laras, Nana dan Azka sedangkan Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
"Nana, kamu antar mereka kedepan" kata Rayyan
"Baik tuan" jawab Nana
"Tunggu, aku ikut" kata Azka sambil sedikit berlari mengejar Nana yang sudah didekat pintu kamar untuk keluar
__ADS_1
Nana dan Azka turun bersama-sama untuk mengantar anggota MUA dan bos MUA sesuai apa yang diperintahkan oleh Rayyan.
Bos MUA tersebut melihat keromantisan Azka dan Nana dimana Azka mengelus kepala Nana, tetapi dia tidak berani bertanya kepada Azka atau pun Nana, dia hanya tersenyum-senyum sendiri dan memberi kode kepada anak buahnya untuk segera keluar dari rumah dan kembali ketempat kerja.