rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
71


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 siang, Rayyan dan Azka sedang menunggu dimeja makan, sedangkan Laras dan Nana sedang mengangkat makanan yang telah mereka masak dari dapur kemeja makan.


"Sudah dibawak ke meja makan semua makanannya Nana?" tanya Laras


"Sudah kak, sudah aku antar semua kok" jawab Nana


"Ya sudah, berarti ini yang terakhir, kamu saja yang membawanya ke meja makan" kata Laras


"Kakak tidak ikut makan bersama kami?" tanya Nana


"Iya kita akan makan sama-sama, tapi aku ingin membuat es jeruk peras sebentar, rasanya pasti segar karena cuaca yang panas begini enaknya yang dingin-dingin" jawab Laras


"Baiklah kalau begitu, biar aku antar makanan ini duduk, lalu aku akan kembali kesini untuk membantu kakak" kata Nana


"Tidak perlu, kalian langsung makan saja, nanti aku menyusul" kata Laras


"Baiklah, aku ke meja makan dulu kak" kata Nana


Laras hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban


Setelah mendapat anggukan dari Laras, Nana langsung melangkahkan kakinya menuju ke meja makan sambil kedua tangannya membawa dua piring lauk yang terjadi mereka masak


Setelah sampai dimeja makan, Nana langsung duduk dikursi sebelah Azka karena sesuai dengan permintaan Azka.


"Kenapa kamu duduk disitu, duduk disini" kata Azka


"Baiklah" jawab Nana yang langsung duduk disamping Azka


"Nana, dimana Laras?" tanya Rayyan


"Kak Laras katanya ingin membuat es jeruk, kak Laras menyuruh kita untuk makan dulu, nanti dia menyusul" kata Nana


"Oh begitu, baiklah, kalian makan saja dulu, tidak apa-apa, karena aku akan kedapur untuk membantu Laras" kata Rayyan


"Kami tunggu kalian saja" jawab Nana dan diangguki oleh Azka


"Baiklah terserah kalian saja" kata Rayyan yang langsung berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membantu Laras membuat es jeruk.


Setelah sampai didapur, Rayyan melihat Laras sedang memeras jeruk dengan membelakangi Rayyan atau pintu masuk dapur, Rayyan langsung mendekati Laras dan memeluknya dari belakang sehingga membuat Laras sedikit terkejut.


"Masih lama Bee?" tanya Rayyan sambil memeluk tubuh Laras dan meletakkan dagunya dibahu kanan Laras


"Mas, kamu membuat saya terkejut saja" kata Laras sambil tangannya masih sibuk memeras jeruk.

__ADS_1


"Maaf" kata Rayyan


"Iya, tidak apa-apa, oh iya Mas, kenapa kamu ada disini?" tanya Laras


"Sengaja, aku ingin melihat kamu dan menemani kamu disini" jawab Rayyan


"Tidak perlu Mas, sebaiknya kamu kembali ke meja makan saja, makan dulu bersama Nana dan Azka" kata Laras


"Tidak mau, aku mau disini saja, nanti kita makan sama-sama" kata Rayyan


"Baiklah, tapi Mas tidak perlu memeluk saya begini, bagaimana saya bisa bergerak dengan bebas jika kamu seperti ini" kata Laras


"Baiklah-baiklah" kata Rayyan sambil melepaskan kedua tangannya dari pinggang Laras dan beralih untuk bersandar di kulkas dapur sambil menatap wajah Laras


Laras tidak sadar bahwa dirinya saat ini ditatap oleh Rayyan, tangan Laras sibuk memeras jeruk, setelah itu Laras menuangkan air gula yang telah dilarutkan kedalam teko begitu juga air jeruk yang telah diperasnya tadi, kemudian Laras ingin mengambil es yang telah dibekukan didalam kulkas


"Mas, bisa minggir sebentar, saya ingin mengambil es didalam kulkas" kata Laras


"Biar aku saja" kata Rayyan sambil membukakan pintu kulkas dan mengambil es yang ada, lalu menutup kembali pintu kulkas tersebut, kemudian Rayyan melangkahkan kakinya mendekati teko yang berisi air gula dan air perasan jeruk tadi untuk menuangkan es yang telah diambilnya dari dalam kulkas


"Apa segitu sudah cukup?" tanya Rayyan kepada Laras


"Iya Mas, itu sudah cukup" jawab Laras


Laras sudah menuangkan air kedalam teko tersebut, lalu mengambil tutup teko dan menutup teko tersebut.


"Sudah siap, ayo kita ke meja makan" kata Laras


"Ayo, tapi biar aku yang membawa teko ini" kata Rayyan sambil tangannya mengambil teko yang ada diatas meja dapur didekat Laras


"Baiklah, ayo" kata Laras


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya mengikuti Laras dari belakang hingga sampai dimeja makan.


"Kalian lama sekali, aku sudah lapar sekali" kata Azka sambil memegang perutnya


"Nana, bukannya tadi kakak sudah bilang, jika ingin makan, makan saja dulu, tidak perlu menunggu kakak" kata Laras sambil duduk dikursi yang telah ditarik oleh Rayyan


"Tidak seru saja rasanya jika makan cuma berdua" kata Nana


"Kasihan tu Kak Azka pasti kelaparan sekali" kata Laras


"Ya sudah, aku juga sudah lapar sekali, ayo kita makan" kata Rayyan

__ADS_1


"Ayo" jawab Azka dengan semangatnya


Laras dan Nana hanya tersenyum melihat tingkah laku Azka.


Ketika mereka ingin membaca doa makan yang akan dipimpin oleh Rayyan, Nana melihat Bibi masuk dari pintu depan menandakan dia sudah pulang.


"Assalamualaikum" kata Bibi sambil melangkah masuk kedalam rumah


"Waalaikumsalam" jawab Rayyan, Laras, Nana dan Azka


"Bibi susah pulang, pas sekali kami sedang makan, ayo Bibi kita makan sama-sama" kata Rayyan


Laras, Nana dan Azka serentak menganggukkan kepalanya


"Baiklah" jawab Bibi lalu duduk disamping Laras.


"Bibi jangan duduk disini" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kakinya mendekati Bibi kemudian menarik pelan tangan Bibi.


"Kenapa Bibi....." kata Bibi yang terpotong oleh Rayyan yang mendudukkan dirinya dikursi makan yang khusus satu orang yaitu khusus Rayyan dulunya.


"Nah, mulai saat ini, Bibi yang duduk disini" kata Rayyan


"Jangan Nak, tidak perlu" kata Bibi Ina lalu berdiri dari duduknya


"Tidak apa-apa Bibi, kami sudah menganggap Bibi sebagai orang tua kami" kata Rayyan yang mendudukkan kembali Bibi kekursi tersebut


"Iya Bibi" jawab Laras dan diangguki oleh Nana dan Azka


"Terima kasih banyak, kalian telah mengganggap Bibi sebagai orang yang cukup penting bagi kalian" kata Bibi sambil melihat mereka satu persatu


"Bukan cukup penting Bibi, tapi sangat penting" kata Rayyan sambil memeluk Bibi yang duduk dikursi dari belakang


Nana dan Azka berdiri dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya untuk mendekati Bibi kemudian ikut memeluk Bibi Ina


"Apa kamu tidak ingin memeluk Bibi juga?" tanya Bibi kepada Laras yang masih duduk terdiam di kursinya


"Sangat ingin" kata Laras yang langsung berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kakinya mendekati Bibi dan memeluknya.


"Ya sudah, ayo kita makan, aku sudah lapar sekali" kata Rayyan


"Ayo" kata Bibi


Rayyan, Laras, Nana dan Azka kembali ketempat duduknya masing-masing, mengambil piring dan mengisinya dengan makanan yang telah disajikan dimeja makan, lalu Rayyan diminta Bibi untuk memimpin doa makan, setelah selesai berdoa barulah mereka menyuapkan makanan kedalam mulut mereka masing-masing

__ADS_1


__ADS_2