
Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, lampu kamar Rayyan sudah dimatikan olehnya dan menyisakan lampu tidur yang terus menyala, Laras yang merasa haus ingin mengambil air minum yang ada diatas lemari kecil samping tempat tidur Rayyan, mendengar suara langkah kaki orang.
"Mas" kata Laras yang sedikit berbisik memanggil Rayyan
Rayyan yang sedang fokus melihat layar ponselnya, mendengar suara Laras memanggil namanya walau berbisik, namun Rayyan tidak menjawab, dia melihat kearah Laras yang sedang memberi kode kepadanya.
"Ada orang" kata Laras tanpa mengeluarkan suara namun Rayyan mengerti dari mulut Laras yang berbicara
Rayyan yang mengerti langsung menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya, dan menekan tombol pada alat yang digunakan pada telinganya.
"Mereka sudah tiba" kata Rayyan yang sedikit berbisik memberitahu kepada semua anak buahnya termasuk Bibi Ina melalui alat yang ada di telinganya itu.
"Baik" jawab mereka serentak termasuk Bibi Ina
"Kalian berhati-hatilah, ingat jangan mengeluarkan suara apa pun, bunuh mereka secara diam-diam" kata Rayyan
"Baik" kata mereka kembali
Laras yang berada tidak jauh dari tempat tidur Rayyan langsung mengambil senjatanya berupa samurai yang tadi diberikan oleh Rayyan.
Rayyan langsung mendekati Laras tanpa mengeluarkan suara langkah kakinya, Rayyan meminta Laras untuk berada dibelakangnya
"Bee, kamu tetaplah di belakangku, jangan bertindak gegabah" kata Rayyan dengan sedikit berbisik
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dirinya telah mengerti.
Rayyan melihat kearah jendela kamarnya yang terdapat bayangan beberapa laki-laki yang mengendap-endap untuk mendekati jendela kamarnya tersebut.
"Bee, apapun yang terjadi, jangan jauh-jauh dari ku, jika ingin menyerang mereka langsung bunuh saja, ingat jangan mengeluarkan suara, aku takut mereka akan menyerang kita langsung dengan berbagai arah, jika mendengar suara perkelahian yang berarti kita juga sudah siap dengan penyerangan ini" kata Rayyan dengan sedikit berbisik namun pandangan tidak lepas dari bayangan para laki-laki tersebut
"Baik, Mas" kata Laras
Rayyan mendekati jendela kamarnya diikuti oleh Laras dibelakangnya.
"Kita biarkan dulu mereka masuk kedalam kamar ini" kata Rayyan kembali dengan tetap berbisik
"Iya, Mas" jawab Laras yang juga berbisik dan saat ini dia berada dibelakang tubuh Rayyan dengan samurai yang telah berada ditangannya
"Krek...Krek" suara jendela kamar Rayyan yang dibuka paksa oleh mereka
"Laras" kata Rayyan yang memanggil Laras dengan berbisik
Namun Laras tidak menjawab panggilan dari Rayyan, Rayyan yang tidak mendengar suara Laras langsung melihat kearah belakangnya namun dirinya tidak menemukan keberadaan Laras.
__ADS_1
"Mas, awas!?" kata Laras yang kini sudah berada dihadapan Rayyan sambil mengayunkan samurainya kearah jendela kamarnya Rayyan yang sudah terbuka lebar, seorang laki-laki yang menodong pistolnya kearah Rayyan kini mati mengenaskan karena samurai yang diayunkan oleh Laras langsung memotong kepala laki-laki tersebut.
Rayyan yang melihat itu hanya terdiam tidak bersuara karena melihat Laras membunuh orang tersebut tanpa ampun.
"Mas, apa kamu hanya terdiam saja dan membiarkan saya sendiri melawan mereka" kata Laras yang sedikit bersembunyi disamping jendela kamar tersebut.
Rayyan tidak menjawab, Rayyan langsung mengayunkan pedang yang ada ditangannya kearah jendela karena dia sudah mengetahui teman laki-laki yang dibunuh oleh Laras membidik Laras yang sedang bersembunyi.
"Berhati-hatilah, mereka menggunakan pistol sehingga mereka bisa membunuh kita dengan jarak jauh" kata Rayyan
"Awas, Mas" kata Laras yang langsung mendorong tubuh Rayyan untuk kembali bersembunyi disamping jendela kamarnya
"Dor...Dor.." suara pistol penyerang tersebut
"Aw....Ah...." suara Laras yang kesakitan karena tangannya yang terkena peluru yang meleset dan berhasil membuatnya terduduk dilantai
"Laras!?" kata Rayyan yang langsung mengayunkan pedangnya untuk membunuh laki-laki tersebut, alhasil membuat kepala laki-laki tersebut terputus dari tubuhnya.
"Tidak apa-apa, Mas, kamu fokus saja, jangan perduli saya, saya masih bisa bertahan" kata Laras yang kembali bangun dan kembali bersembunyi disamping jendela kamar Rayyan.
"Apa kamu yakin?" tanya Rayyan
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dirinya tidak apa-apa.
Rayyan tidak menjawab, dia langsung menarik tubuh dan kepala orang-orang yang telah mati tersebut.
"Biarkan mereka masuk dulu, jangan menyerang sendiri, Laras" kata Rayyan yang bersembunyi disamping jendela kamarnya
"Maaf, Mas" kata Laras yang juga bersembunyi disamping jendela kamar Rayyan
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya.
Jendela yang terbuka lebar dibiarkan oleh Rayyan, tiba-tiba masuk 2 orang laki-laki yang menggunakan pistol, Rayyan dan Laras langsung mengayunkan senjata yang ada ditangan mereka, 2 orang laki-laki tersebut tidak menyangka dan tidak sempat lagi untuk menembak Laras dan Rayyan alhasil kepala dan tubuh mereka berpisah tanpa suara
"Mas, cepat tarik mayat mereka" kata Laras kepada Rayyan
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya dan langsung melaksanakan apa yang diminta oleh Laras, setelah Rayyan menarik mayat tersebut menjauhi jendela kamarnya, dia kembali bersembunyi disamping jendela kamarnya dan menekan tombol pada alat yang ada di telinganya
"Bagaimana?, kalian aman?" tanya Rayyan kepada anak buahnya dan Bibi melalui alat yang ada di telinganya tersebut.
"Kamar Bibi aman, Tuan" kata Bibi Ina
"Kamar Nona Laras aman, Bos" kata anak buah Rayyan
__ADS_1
"Kamar Nana aman, Bos" kata anak buahnya
"Dapur aman, Bos" kata anak buahnya
"Ruang tamu aman, Bos" kata anak buahnya
Setelah mereka memberitahu keadaan mereka semua, Rayyan kembali menekan tombol pada alat yang ada di telinganya itu
"Bagaimana dengan kalian yang berada ditaman belakang?" tanya Rayyan
Namun tidak ada jawaban dari anak buahnya yang ada disana
"Bagaimana keadaan ditaman belakang?" tanya Rayyan kembali
Namun tetap tidak ada jawaban dari anak buahnya yang ada ditaman belakang.
"Mas, ada apa?" tanya Laras
"Anak buahku yang ada ditaman belakang tidak menjawab pertanyaanku" kata Rayyan
"Tenang dulu, jika mereka masuk, anak buah kamu yang ada didapur pasti bisa membantu mereka disana" kata Laras
Rayyan tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba Rayyan mendapat sambungan dari alat yang ada di telinganya
"Maaf Bos, tadi tidak bisa menjawab pertanyaan, Bos, mereka menyerang kami dengan bertubi-tubi" kata anak buah Rayyan yang berada ditaman belakang saat ini.
"Tidak apa-apa, sekarang bagaimana?" tanya Rayyan
"Sekarang aman, Bos" kata anak buahnya tersebut
"Baiklah, berhati-hatilah" kata Rayyan memperhatikan anak buahnya
"Baik, Bos" jawab anak buahnya tersebut
Setelah anak buahnya menjawab perkataan Rayyan, dia langsung melihat kearah Laras.
"Kenapa?" tanya Laras
"Tidak apa-apa, mereka yang ditaman belakang sudah aman, tadi mereka diserang secara bertubi-tubi, makanya tidak bisa menjawab pertanyaan ku tadi" kata Rayyan
Laras tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah Rayyan.
__ADS_1