
Jam sudah menunjukkan pukul 07.45 pagi, Laras bangun dari tidurnya sambil mematikan lampu tidur yang ada diatas meja kecil disamping tempat tidurnya.
Lalu Laras melihat kearah jam dinding yang ada didalam kamarnya.
"Ya allah, sudah siang, kenapa Bibi tidak membangunkan aku?" kata Laras yang bertanya pada dirinya sendiri sambil dengan cepat turun dari tempat tidurnya.
Laras yang tergesa-gesa turun dari tempat tidur, tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada diatas meja kecil disamping tempat tidurnya, suara gelas terjatuh tersebut sampai terdengar kekamar Rayyan.
Rayyan yang sudah bangun, sudah mandi dan sudah bersiap-siap untuk pergi kekantor, mendengar suara gelas yang jatuh dan pecah langsung berlari kekamar Laras, karena Rayyan tau, pasti suara tersebut berasal dari kamar Laras
Rayyan langsung membuka pintu kamar Laras dan terlihat Laras sedang mengumpulkan serpihan kaca yang berserakan dilantai menggunakan tangannya.
"Jangan dikumpulkan lagi, Biar Bibi saja yang membersihkannya" kata Rayyan
Ketika Laras ingin menjawab perkataan Rayyan, jari tangan Laras berdarah karena terkena serpihan kaca gelas yang pecah.
"Aw..." kata Laras
Rayyan yang peka langsung masuk kekamar Laras dan melangkah mendekati Laras yang sedang berjongkok.
Rayyan langsung mengangkat tubuh Laras dan mendudukkannya ditepi tempat tidur Laras.
"Sudah aku katakan, biarkan Bibi saja yang membersihkannya, sekarang terluka bukan?" kata Rayyan
"Iya.....saya yang salah" kata Laras sambil menundukkan kepalanya.
"Sudah tidak apa-apa, dimana kotak P3Knya?" tanya Rayyan kepada Laras
"Didalam laci yang ada dibawah lemari baju saya, Mas" kata Laras yang menunjukkan lemari pakaiannya dengan pandangannya.
Rayyan langsung melangkah mendekati lemari pakaian Laras, untuk mengambil kotak yang dimaksud dari laci lemari pakaiannya Laras.
Setelah Rayyan menemukan kotak tersebut, Rayyan langsung mendekati Laras yang duduk ditepi tempat tidur.
"Kemari kan tanganmu" kata Rayyan yang sudah duduk disamping Laras
Nana ingin menjawab perkataan Rayyan agar dirinya sendiri yang mengobati tangannya, Rayyan yang sudah paham dengan tingkah Laras langsung mengambil tangan Laras yang terluka
"Jangan banyak bicara lagi, kemari kan tanganmu" kata Rayyan sambil langsung mengambil tangan Laras.
Laras yang tangannya sudah dipegang oleh Rayyan hanya bisa terdiam, dan membiarkan Rayyan untuk mengobati tangannya yang terluka.
"Kenapa gelas itu bisa pecah?" kata Rayyan sambil mengobati luka Laras
__ADS_1
"Saya terkejut saat melihat jam, saya bangunnya kesiangan" kata Laras
"Jadi?" tanya Rayyan lagi
"Saya yang ingin turun dari tempat tidur dengan tidak sengaja menyenggol gelas itu" kata Laras
"Ya sudah, tidak apa-apa, lain kali kamu harus berhati-hati, ini untunglah cuma tergores sedikit, kalau terinjak oleh kakimu, itu jauh lebih berbahaya dan pasti lukanya akan dalam dan besar" kata Rayyan
"Iya lain kali saya akan lebih berhati-hati" jawab Laras
"Sudah, lukanya sudah saya berikan hansaplast jadi tidak apa-apa jika tersenggol, lukanya juga tidak terlalu besar" kata Rayyan sambil menutup kotak P3K tersebut.
Rayyan berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian Laras untuk menyimpan kembali kotak tersebut.
Setelah Rayyan mengembalikan kotak tersebut ke tempatnya semula, Rayyan kembali mendekati Laras dan duduk disamping Laras
"Terima kasih, Mas" kata Laras sambil menunduk melihat tangannya yang sudah diobati oleh Rayyan
"Sama-sama" kata Rayyan sambil melihat ke arah wajah
Laras yang menunduk mengalihkan pandangannya kearah jam yang ada didinding kamarnya.
"Hah, sudah jam 08.00 pagi, saya belum mandi" kata Laras yang langsung berdiri dari duduknya.
"Aaaa" kata Laras yang sedikit terkejut karena Rayyan menarik tubuhnya kebelakang.
"Kenapa Mas menarik saya?" tanya Laras yang sudah berada dipangkuan Rayyan
"Apa kamu mau kaki cantikmu itu terluka?" tanya Rayyan yang langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Laras.
"Maksudnya?" tanya Laras yang tidak mengerti
Rayyan tidak menjawab, dia hanya menunjukkan gelas yang pecah dan masih berserakan dilantai tersebut dengan pandangannya.
Laras yang mengerti langsung mengikuti arah pandangan Rayyan
"Mau?" tanya Rayyan kembali
Laras tidak menjawab, dia hanya menggaruk kan kepalanya yang tidak gatal.
"Kau tetap duduk disini, jangan bergerak atau kemana-mana, aku akan memanggil Bibi untuk membersihkan ini semua" kata Rayyan sambil mengangkat tubuh Laras dan memindahkannya untuk duduk tepi tempat tidur Laras.
"Baiklah" kata Laras sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar Laras dan memanggil Bibi.
"Bibi...!?" kata Rayyan yang memanggil Bibi dari atas tangga
Namun Rayyan tidak mendapatkan jawaban dari panggilannya.
"Nana..!?" panggil Rayyan dari atas tangga
Lagi-lagi Rayyan tidak mendapatkan jawaban dari panggilannya.
Rayyan melihat kearah jam dinding yang ada didekat ruang tamu
"Pantas saja aku panggil mereka tidak menjawab, jam segini Bibi dan Nana pasti sedang berbelanja" kata Rayyan kepada dirinya
Rayyan yang tidak bisa meminta bantuan kepada Bibi Ina ataupun Nana, mau tidak mau, dia sendirilah yang harus membersihkan gelas pecah yang berserakan dikamar Laras.
"Hm.... Baiklah, biar aku sendiri yang membersihkannya" kata Rayyan sambil mengambil sapu dan serokan sampah.
Rayyan membawa sapu dan serokan tersebut kekamar Laras, laras yang masih duduk ditepi tempat tidur menjadi heran melihat Rayyan yang membawa sapu dan serokan tersebut
Rayyan langsung membersihkan pecahan gelas yang berserakan dilantai kamar Laras.
"Mas, kenapa kamu yang membersihkannya, bukannya tadi kamu bilang ingin meminta bibi?" tanya Laras kepada Rayyan yang masih membersihkan pecahan gelas menggunakan sapu dan serokan.
"Bibi tidak ada" jawab Rayyan singkat
"Lalu, Nana kemana?" tanya Laras lagi
"Nana juga tidak ada, biasanya jam segini mereka berdua pergi berbelanja," kata Rayyan menjelaskan kepada Laras yang masih duduk ditepi tempat tidur.
"Oooooo, kalau begitu biar saya saja, Mas" kata Laras yang sudah turun dan berdiri disamping tempat tidurnya
"Sudah, kau duduk saja disitu, jangan bergerak, ini juga sudah bersih, tunggu sebentar aku akan membuangnya dan meletakkan sapu dan serokan ini kembali ketempat " kata Rayyan sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar Laras
Setelah Rayyan mengembalikan sapu dan serokan tersebut, Rayyan kembali kekamar Laras
"Apa kau ingin mandi? tanya Rayyan
"Iya" jawab Laras
"Baiklah, kau pergilah mandi, aku akan kedapur membuat nasi goreng saja, untuk kita makan, Bibi dan Nana mungkin agak lama" kata Rayyan
"Baiklah" kata Laras yang melangkah menuju kekamar mandi dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Rayyan yang melihat Laras sudah masuk kedalam kamar mandi, dia langsung melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat nasi goreng.