rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
77


__ADS_3

Sesampainya mereka bertiga dimeja makan, mereka langsung duduk dikursi, karena dimeja makan semuanya sudah berkumpul untuk makan malam.


Setelah selesai makan malam, Bibi Ina, Nana dan Laras juga sudah mengantarkan piring dan gelas yang kotor kedapur lalu mencucinya, kemudian mereka bertiga kembali lagi ke meja makan dimana masih ada Rayyan, Azka, brian dan Aditia disana.


"Lo kenapa kalian masih ada disini, kenapa tidak pindah keruang tamu saja jika ingin membicarakan hal penting" kata Bibi Ina


"kami sengaja ingin menunggu Bibi, karena Bibi sebagai orang tua kami disini, jadi kami membutuhkan pendapat Bibi" kata Rayyan


"Baiklah-baiklah, ayo kita keruang tamu saja, Nana kamu buatkan minuman dan cemilan untuk kita semua" kata Bibi kepada Nana


"Baik Bibi" jawab Nana sambil menganggukkan kepalanya


"Nana, biar aku bantu agar lebih cepat selesai" kata Laras


"Cepatlah sedikit, ini menyangkut keinginan mu" kata Rayyan sambil menaikan kedua alis matanya seolah-olah menggoda Laras


"Iya" jawab Laras sambil menggelengkan kepalanya


"Ayo kak" kata Nana sambil menarik tangan kanan kakaknya untuk kembali kedapur menyiapkan air minum dan beberapa cemilan sesuai perintah Bibi Ina


Sedangkan Rayyan, Azka, Brian, Aditia dan Bibi Ina, mereka beranjak untuk pindah keruang tamu sesuai apa yang dikatakan oleh Bibi Ina.


Setelah sampai diruang tamu, mereka semua duduk di sofa yang ada disana


"Ada apa nak?, kamu ingin membicarakan tentang apa?" tanya Bibi Ina


"Iya, lo mau membicarakan apa, kayaknya penting banget deh" kata Brian sambil menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa sambil melihat kearah Rayyan


"Begini Bibi, tadinya aku ingin mengajak dan membawa Laras untuk berbulan madu ke Bali tapi Larasnya tidak mau, Laras malah meminta pergi ke Papua, bagaimana pendapat Bibi?, apa tidak bahaya kalau kamu kesana?" tanya Rayyan


"Kalau menurut Bibi ya tidak apa-apa, tapi terserah kamu saja" jawab Bibi Ina


"Iya, lagi pula kan sama saja, disana juga ada tempat yang bagus untuk dikunjungi apa lagi untuk berbulan madu" kata Azka diangguki oleh Brian dan Aditia


"Baiklah, kalau begitu, kami akan berangkat besok siang" kata Rayyan


"Apa tidak mendadak nak?" tanya Bibi Ina


"Tidak apa-apa bi, Rayyan berangkatnya pakai jet pribadi saja, jika kami berangkatnya sore tidak masalah" kata Rayyan


"Baiklah, gue akan ikut dengan lo kesana untuk membantu mengurusi keperluan lo dan Laras disana, setelah selesai, gue langsung kembali kesini menggunakan jet pribadi mu" kata Brian

__ADS_1


"Baiklah, aku setuju" kata Rayyan


"Apa gue boleh ikut?," tanya Azka


"Jika kamu ikut bagaimana dengan kantor nak?" tanya Bibi Ina


"Iya, gue mana mengerti soal begituan" kata Brian


"Apa lagi gue, gue hanya mengetahui soal kesehatan" kata Aditia


"Baiklah-baiklah, tidak jadi" kata Azka yang langsung menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa


"Tapi gue ingin beberapa bawahan lo untuk ikut dengan kami, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan" kata Rayyan


"Baiklah, nanti gue akan meminta 5 orang untuk ikut dengan kalian" kata Azka


"Gue ingin Elang juga ikut bersama kami" kata Rayyan


"Tidak, Gue tidak mengizinkan Elang untuk ikut dengan kalian, bagaimana nanti jika ada yang menyerang markas, jika gue sibuk dengan urusan kantor, markas bisa Elang yang menangani" kata Azka


"Gue kan ada, lo lupa" kata brian sambil merangkul tubuh Azka


"Baiklah-baiklah, kalau begitu aku pindah kerumah ini saja, bagaimana?" tanya Brian


"Jadi, apartemen lo bagaimana?" tanya Aditia


"Gua akan menjualnya" jawab Brian sambil menaik turunkan alis matanya kearah Rayyan


Dari dapur terlihat Laras dan Nana membawa nampan yang berisi beberapa cemilan dan minuman ditangan mereka masing-masing.


"Ini silahkan" kata Laras dan Nana sambil meletakkan minuman dan cemilan diatas meja yang ada dihadapan mereka, lalu Laras dan Nana meletakkan nampan yang sudah kosong dibawah meja tempat mereka meletakkan minuman dan beberapa cemilan


"Baiklah, lo boleh pindah kesini dan apartemen lo itu, jangan Lo jual, karena jika lo sudah menikah nanti lo bisa pindah kesana" kata Rayyan


"Baiklah, besok pagi gue akan mengangkut barang-barang gue kesini" kata Brian


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban


"Lah kalau begitu, gue juga boleh dong pindah disini" kata Azka


"Boleh, tapi apartemen lo jangan lo jual, nanti setelah menikah lo bisa pindah kesana kembali" kata Rayyan

__ADS_1


"Oke, kalau begitu besok pagi, gue juga akan mengangkut barang-barang gue" kata Azka


Lagi-lagi Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban


"Lo tidak mau pindah kesini?" tanya Azka kepada Aditia yang hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun


"Tidak" jawab Aditia


"Kenapa, bukannya apartemen lo sudah Lo jual?" tanya Azka


"Kenapa lo jual?, kekurangan uang lo?" tanya Rayyan langsung pada intinya


"Mas, kok kasar sekali kata-katanya" tegur Laras kepada Rayyan


Rayyan hanya tersenyum kepada Laras sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal


"Gue tidak kekurangan uang, tapi gue sudah merenovasi sebagian ruangan yang ada dirumah sakit sebagian tempat tinggal gue, gue jarang pulang juga keaparteman jadi gue jual saja"


"Lo yakin akan menetap disana?" tanya Brian


"Tidak juga, jika nanti gue sudah menikah, gue akan membeli akan rumah saja atau membuat rumah tidak apartemen lagi" jawab Aditia


"Terserah lo saja, tapi jika lo membutuhkan sesuatu atau apa pun itu jangan segan-segan untuk menghubungi kami" kata Rayyan dan diangguki oleh mereka semua yang ada diruangan tersebut


"oke, aman" kata Aditia


"Ya sudah, ayo diminum, malam ini kalian jangan pulang, tidur disini saja" kata Bibi Ina


"Baik Bibi" jawab Azka, Brian dan Aditia serentak


"Ayo-ayo diminum" kata Bibi Ina lagi


Mereka pun langsung meminum minuman yang sudah Laras dan Nana buat serta mencicipi cemilan yang telah Laras dan Nana buat tadi sambil berbincang-bincang dan bersenda gurau.


Setelah mereka selesai berbincang dan minuman serta cemilan yang ada sudah habis dimakan, mereka kembali kekamar mereka masing-masing, sedangkan Bibi Ina dan Nana membawa piring dan gelas yang kotor menggunakan nampan yang tadi diletakkan dibawah meja ke dapur untuk dicuci, setelah itu barulah Bibi Ina dan Nana kekamarnya masing-masing.


"Nana, tunggu sebentar Bibi ingin kekamar mandi dulu, untuk buang air" kata Bibi Ina


"Iya Bibi, Nana juga ingin minum" kata Nana.


Bibi langsung masuk kekamar mandi untuk buang air, begitu juga dengan Nana, setelah selesai dengan urusan masing-masing, Bibi Ina meminta Nana mematikan lampu yang ada di dapur sebelum pergi kamar, setelah Nana mematikan lampunya mereka berdua pun kekamar mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2