
Jam sudah menunjukkan pukul 10.45 pagi, Rayyan yang sengaja duduk ditepi tempat tidur Laras karena menunggu Laras selesai mandi.
Ketika Laras sudah selesai mandi, Laras ingin memakai pakaian, namun dia baru ingat, bahwa dirinya tidak membawa baju saat kekamar mandi tadi karena ulah Rayyan.
"Ya ampun, aku lupa membawa baju kesini, kata Laras.
"Baiklah, aku akan mengambilnya dahulu" kata Laras sambil melilitkan handuk ke tubuhnya
Saat Laras membuka pintu kamar mandinya, Laras tidak melihat Rayyan yang masih ada didalam kamarnya, Laras langsung melangkahkan kakinya menuju lemari yang tidak jauh dari pintu kamar mandi, yang artinya saat ini Laras membelakangi Rayyan yang sedang duduk ditepi tempat tidurnya.
Rayyan yang sedang memainkan ponselnya langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar mandi saat Laras tadi keluar dari sana, dan saat ini mata Rayyan tidak berkedip melihat Laras yang sedang membelakanginya dengan sehelai handuk yang menutupi bagian dada hingga kebagian pahanya.
Rayyan langsung menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya, kemudian Rayyan melangkahkan kakinya mendekati Laras yang sedang memilih pakaian untuk dikenakannya.
Saat Rayyan sudah berada dibelakang tubuh Laras, Rayyan langsung memeluk Laras dari belakang dan perlakuan itu langsung membuat Laras begitu terkejut dan berteriak.
"Aaaaaa" kata Laras yang berteriak sedikit keras
"Ssttt, Bee......Ini aku" kata Rayyan sambil menutup mulut Laras menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya melingkar dipinggang Laras.
"Astaghfirullahal'adzim Mas, kamu bikin saya terkejut saja, tapi Mas tolong lepaskan saya ingin memakai pakaian dulu" kata Laras sambil tangannya berusaha melepaskan pelukan dari tangan kiri Rayyan.
"Biarkan seperti ini dulu sebentar Bee, aku ingin mencium aroma sabun yang ada di tubuhmu ini" kata Rayyan sambil tangan kanannya juga ikut melingkar dipinggang Laras.
"Iya, tapi biarkan saya memakai pakaian dulu, saya malu Mas" kata Laras yang masih berusaha melepaskan pelukan Rayyan
"Tidak apa-apa, biarlah seperti ini, lebih tercium aroma sabunnya jika kamu belum memakai pakaian begini" kata Rayyan
"Mas, tolong yah, saya mohon biarkan saya memakai pakaian dulu" kata Laras yang sudah tidak berusaha melepaskan diri dari pelukan Rayyan
Rayyan tidak menjawab, dia terus memeluk tubuh Laras dari belakang sambil dagunya diletakkan dibahu kanan Laras dan sesekali Rayyan mencium leher Laras.
Laras yang merasakan hangatnya nafas Rayyan langsung merinding dan terdiam sambil menatap kearah depan melihat susunan bajunya yang tertata rapi didalam lemari yang terbuka.
"Laras, aku mencintaimu dan sangat sangat mencintaimu, Bee" kata Rayyan sambil terus mencium leher Laras.
"To...Tolong lepaskan dulu tanganmu ini Mas, saya ingin memakai pakaian dulu" kata Laras lagi
__ADS_1
"Apa kamu tidak mencintai diriku Bee" tanya Rayyan sambil terus mencium leher Laras.
"Aku juga mencintai kamu Mas, tapi jangan kamu cium terus leher saya Mas, saya geli" kata Laras jujur
"Baiklah, tapi jawab sekali lagi pertanyaan ku, apa kamu juga mencintaiku, Laras Irma Nabella?" tanya Rayyan yang langsung membalikkan tubuh Laras untuk menghadap kearahnya.
Laras yang terkejut langsung menyilangkan tangannya kearah dadanya, sambil menundukkan kepalanya.
"Tenanglah Bee, aku tidak akan berbuat yang macam-macam, aku hanya berbuat satu macam" kata Rayyan yang berhasil membuat Laras menatap kearahnya
"Maksud Mas apa?" tanya Laras
"Jawab dulu pertanyaanku tadi" jawab Rayyan sambil memegang kedua bahu Laras yang langsung mengenai kulit tubuh Laras
"Iya Mas, aku juga mencintai kamu, sudah kan?" tanya Laras
"Jawab dengan jelas Laras" jawab Rayyan
"Aku Laras Irma Nabella Argantara sangat mencintai Rayyan Zalendra" jawab Laras sambil menatap kearah wajah Rayyan
"Ma...Mas, saya ingin memakai pakaian dulu, tolong lepaskan saya" kata Laras yang masih berada dalam pelukan Rayyan
"Baiklah, maaf telah mengganggumu, dan terima kasih telah mencintaiku yang masih banyak kekurangan ini" kata Rayyan belum juga melepaskan Laras dari pelukannya.
"Iya Mas, sama-sama, ya sudah lepaskan saya dulu, ini sudah mau siang, kamu kan belum sarapan tadi" kata Laras yang berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Rayyan
"Baiklah-baiklah, cepat pakai pakaian mu, setelah itu kita turun, aku tunggu disini" kata Rayyan
"Iya Mas, tapi lepaskan saya dulu, bagaimana saya bisa memakai pakaian jika kamu masih memeluk saya" kata Laras
"Maaf, aku terlalu nyaman saat memelukmu" jawab Rayyan yang langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Laras
Laras hanya menganggukkan kepalanya dan langsung mengambil pakaian yang ingin dia pakai, setelah itu dia kembali menutup lemari pakaiannya dan berlalu kekamar mandi untuk bersiap-siap.
Rayyan menunggu Laras untuk bersiap-siap, dia duduk kembali ditepi tempat tidur Laras sambil memainkan kembali ponsel miliknya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.15 siang, Laras sudah siap dan keluar dari kamar mandinya, Laras berjalan mendekati Rayyan yang masih memainkan ponselnya ditepi tempat tidurnya.
__ADS_1
"Mas, ayo kita turun, aku akan membantu bibi untuk membuat makan siang kita" kata Laras yang sudah berdiri disamping Rayyan
"Kamu sudah siap?" tanya Rayyan sambil menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya dan berdiri dari duduknya
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
"Baiklah, ayo kita turun" kata Rayyan
Lagi-lagi Laras hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua melangkahkan kaki menuju pintu untuk keluar dari kamar Laras dan menuju tangga untuk turun.
Ketika sudah sampai dibawah, Laras melihat kearah ruang tamu, dia melihat Azka bersama seseorang yang dia tidak kenal, lalu dia bertanya kepada Rayyan
"Mas, itu yang ada diruang tamu bersama Azka siapa?" tanya Laras
"Itu sahabatku, namanya Brian Anusapati, kamu panggil dia Brian saja" kata Rayyan
"Tapi sepertinya dia lebih muda dari kamu Mas" kata Laras yang sengaja membuat Rayyan sedikit cemburu
"Bee...." kata Rayyan yang langsung memeluk pinggang Laras dengan tangan kanannya agar Laras mendekat dengan dirinya.
"Iya-iya, maaf, saya cuma bercanda" kata Laras
Tanpa ragu Rayyan langsung mencium pipi kiri Laras.
"Cup" suara bibir Rayyan yang mencium pipi Laras
"Mas, jika mereka melihat kita bagaimana?, saya malu Mas" kata Laras yang masih dipeluk oleh Rayyan
"Biarkan saja" kata Rayyan yang masih memeluk pinggang Laras
"Mas, lepaskan saya, saya ingin kedapur membuat makanan untuk kita makan siang" kata Laras
"Baiklah, tapi sebelum itu ikut aku sebentar untuk bertemu dengan Azka dan Brian dulu" kata Rayyan sambil melepaskan pelukannya
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu mereka berdua melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk bertemu dengan Azka dan Brian.
__ADS_1