
Namun, ketika anak buah Rayyan baru ingin membuka pintu ruangan tersebut untuk keluar, terdengar suara tembakan dari arah dapur dan suara tersebut berhasil membuat mereka semua yang ada didalam ruang diskusi menjadi terkejut dan membuat mereka semua berdiri dari duduknya.
"Suara apa itu?" tanya Rayyan kepada semua orang yang ada didalam ruangan.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tau dan menjawab pertanyaan dari Rayyan
Tiba-tiba Rayyan teringat akan Laras dan Nana yang berada didapur, begitu juga dengan Bibi Ina yang langsung melihat kearah Rayyan
"Laras!, Nana!" kata Bibi Ina dan Rayyan serentak
"Yang lain tetap berada disini, kalian berdua ikut dengan kami" kata Rayyan sambil menunjukkan 2 orang anak buahnya untuk mengikutinya.
"Baik, Bos" jawab semua anak buah Rayyan selain 2 orang yang Rayyan tunjuk untuk mengikutinya
"Ayo!" kata Rayyan yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Bibi Ina dan 2 orang anak buahnya
Setelah sampai didapur, betapa terkejutnya Rayyan dan Bibi Ina karena melihat Laras sedang bertarung dengan seseorang, ditambah lagi melihat Nana yang sedang terluka dan terduduk dilantai dapur, dan disebelahnya terdapat seseorang lagi yang memakai topeng yang sama dengan orang yang saat ini menyerang Laras.
Rayyan yang melihat itu langsung membantu Laras untuk melawan seseorang tersebut.
Setelah beberapa menit mereka bertarung, akhirnya Laras dan Rayyan berhasil membuat seseorang tersebut pingsan.
"Kalian berdua, bawa dan tahan mereka keruang diskusi, namun sebelum itu, buka topeng mereka lalu tutup mata mereka" kata Rayyan
"Baik, Bos" kata kedua anak buah Rayyan yang tadi mengikutinya bersama Bibi.
Lalu kedua anak buah Rayyan langsung membawa kedua orang bertopeng itu keatas untuk keruang diskusi.
Bibi Ina yang tadi hanya terdiam bersama anak buah Rayyan langsung melangkahkan kakinya mendekati Nana yang terduduk dilantai.
"Nana, kamu terluka, Nak" kata Bibi Ina yang membantu Nana berdiri
"Tidak apa-apa, Bi, ini cuma luka kecil" kata Nana
"Itu tidak kecil, Nana, kamu itu terkena tembakan" kata Laras sambil memegang pergelangan tangannya yang terluka dan mengeluarkan darah.
"Tembakan?" tanya Bibi Ina
"Iya Bibi, ketika salah satu dari mereka ingin melukai saya dengan pistol, Nana langsung mendorong tubuh saya, jadi peluru tersebut mengenai bahu Nana" kata Laras yang memberitahu kenapa Nana bisa terluka.
"Kakak juga terluka" kata Nana sambil melihat kearah tangan Laras
Rayyan yang baru menyadari tangan Laras terluka dan berdarah langsung melihat kearah tangan Laras
"Bibi, bawa Nana kekamar mu, obati dia disana saja, jika lukanya besar dan perlu dijahit panggil saja Dokter Aditia" kata Rayyan
__ADS_1
"Baik, Tuan" kata Bibi dan langsung membawa Nana menuju kekamarnya yang bersebelahan dengan kamar Nana.
"Bee, kita kekamar ku saja, untuk mengobati luka mu ini" kata Rayyan yang langsung mengangkat tubuh Laras dengan kedua tangannya
"Mas, saya masih bisa berjalan, yang terluka bukan kaki saya tetapi tangan saya" kata Laras yang protes
"Diam lah" kata Rayyan yang langsung melangkahkan kakinya menuju kekamarnya.
Didalam kamar Rayyan, Laras yang didudukkan oleh Rayyan ditepi tempat tidurnya, lalu Rayyan mengambil kotak obat P3K yang berada didalam lemari kecil samping tempat tidurnya
"Sini tanganmu, katakan jika perih" kata Rayyan sambil membersihkan luka yang ada ditangan Laras menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol terlebih dahulu.
"Iya" jawab Laras sambil memberikan tangannya yang terluka kepada Rayyan
"Bagaimana mereka bisa masuk?" tanya kepada Laras sambil membersihkan luka Laras
"Entahlah, saya tidak tau, saat saya dan Nana lagi asyik-asyiknya mencuci piring dan bercerita, mereka tiba-tiba menyerang kami" kata Laras sambil memejamkan kedua matanya karena menahan perih dari lukanya
Rayyan yang melihat Laras seperti sedang menahan sakit dari lukanya langsung meniup luka tersebut
Laras yang merasakan itu langsung membukakan kedua matanya dan menatap kearah Rayyan yang sedang meniup lukanya.
"Apa masih perih, Bee?" tanya Rayyan kepada Laras
"Tahan sedikit, aku akan memberikan obat merah ini dan akan membalutnya dengan perban" kata Rayyan
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan memejamkan kedua matanya saat Rayyan meletakkan obat merah pada lukanya
Setelah Rayyan meletakkan obat merah pada luka Laras, Rayyan langsung membalut luka tersebut dengan perban.
"Sudah siap" kata Rayyan
"Terima kasih, Mas" kata Laras
Rayya hanya menganggukkan kepalanya lalu menyimpan kembali kotak obat P3K ketempatnya semula.
"Kalau begitu, kamu jangan kemana-mana, saya keruang diskusi sebentar" kata Rayyan kepada Laras
"Iya, Mas" jawab Laras
Rayyan langsung keluar menuju keruang diskusi.
Dikamar Bibi Ina, Nana yang sedang terluka langsung diobati oleh Bibi Ina, untungnya luka Nana tidak terlalu besar dan dalam, jadi masih bisa diobati dengan obat seadanya.
"Nana, dari mana mereka bisa masuk dan menyerang kalian?" tanya Bibi Ina
__ADS_1
"Entahlah, Nana juga tidak tau, Bi" kata Nana
"Ya sudah, kamu istirahat dulu disini" kata Bibi Ina kepada Nana
"Baiklah, Bibi" kata Nana lalu ia pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur Bibi Ina.
Ditempat lain, Rayyan sedang berada didalam ruang diskusi bersama anak buahnya.
"Tetap tahan mereka disini, aku akan meminta beberapa orang lagi untuk kesini membantu kita" kata Rayyan
"Baik, Bos" kata semua anak buah Rayyan
"Kalian berlima, coba cek keadaan didapur, aku binggung dan juga heran, bagaimana mereka bisa masuk" kata Rayyan
"Baik, Bos" kata mereka berlima dan langsung keluar menuju dapur untuk mengecek keadaan dapur sesuai perintah Rayyan
Setelah anak buah Rayyan yang diperintahkan untuk kedapur keluar, Rayyan mengeluarkan ponsel yang ada didalam saku celananya dan mencari nomor seseorang untuk dihubungi.
"Assalamualaikum," kata Rayyan yang berbicara kepada seseorang yang telah dia hubungi
"Waalaikumsalam, Bos" kata seseorang disana
"Kirimkan beberapa orang lagi kesini, kejadian yang tidak terduga telah terjadi disini" kata Rayyan
"Maksudnya?" tanya seseorang tersebut
"Nana dan Laras terluka, karena penyusup, aku tidak tahu mereka masuk dari mana" kata Rayyan
"Apa!?, Nana terluka?, lo jangan bercanda Rayyan" tanya seseorang dari seberang sana
"Iya, Azka, untuk apa gue bercanda soal ginian" kata Rayyan
"Gue yang akan kesana" kata Azka
"Tidak perlu, kami disini sudah cukup, lo tetap berada disana, Nana tidak terluka parah, hanya tergores sedikit di bahunya, gue minta lo tetap fokus, orang-orang disini biar gue yang lindungi" kata Rayyan yang tahu Azka sedang khawatir dengan Nana
"Baiklah, gue percaya sama lo, jika ada apa-apa, cepat kabari gue" kata Azka
"Iya, jangan lupa kirim beberapa orang lagi kesini" kata Rayyan
"Iya, kalau begitu gue tutup dulu telponnya, assalamualaikum" kata Azka
"Waalaikumsalam" jawab Rayyan
Setelah Azka memutuskan sambungan telpon, Rayyan langsung menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya.
__ADS_1