rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
78


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, Azka dan Brian sudah mengangkut semua barang-barang milik mereka masing-masing kerumah Rayyan sesuai janji mereka tadi malam, begitu juga dengan Rayyan dan Laras, mereka berdua sudah mempersiapkan semuanya untuk mereka pergi berbulan madu di Papua dibantu oleh Bibi Ina dan Nana.


"Apa kamu sudah siap Bee?" tanya Rayyan kepada Laras yang baru turun kebawah menemuinya diruang tamu sambil diikuti oleh Bibi Ina dan Nana


"Sudah" jawab Laras


"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang" kata Rayyan


Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Setelah Laras menjawab pertanyaan Rayyan, Rayyan langsung menggenggam dan menarik pelan tangan kanan Laras lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar diikuti oleh Nana dan Bibi Ina dari belakang, kemudian Azka yang baru turun dari lantai atas menyusul untuk mengantar Rayyan dan Laras berangkat, sedangkan Brian sudah menunggu mereka berdua didalam mobil milik Rayyan bersama satu orang anak buah Rayyan.


"Azka, lo sudah melaksanakan tugas lo kan?" tanya Rayyan


"Aman, mereka sudah menunggu lo disana" jawab Azka


"Bagus kalau begitu" kata Rayyan


"Ayo kita berangkat" kata Brian yang sudah keluar dari dalam mobil kemudian sudah memasukkan koper milik Rayyan dan Laras kedalam bagasi mobil


"Ayo" jawab Rayyan


"Kalau begitu, kami pamit dulu ya Bibi, Nana, Kakak Azka" kata Laras


"Iya Nona, hati-hati" kata Azka yang sok cool, sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya yang berada disisi kanan dan kiri.


"Kakak hati-hati ya disana" kata Nana sambil memeluk tubuh Laras


"Iya" kata Laras sambil membalas pelukkan Nana


Kemudian Laras melepas pelukannya dari Nana, lalu mendekati Bibi Ina untuk berpamitan


"Jika sudah sampai jangan lupa beri kabar kepada kami" kata Bibi Ina yang kini sudah memeluk tubuh Laras.


"Iya Bibi" kata Laras sambil membalas pelukkan Bibi kemudian melepaskannya lalu bersalaman kepada Bibi Ina sebelum masuk kedalam mobil begitu juga dengan Rayyan yang bersalaman dengan Bibi Ina


"Kami berangkat" kata Rayyan yang sudah masuk kedalam mobil bersama Laras.


Bibi Ina, Nana dan Azka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"Assalamualaikum" kata Rayyan dan Laras serentak


"Waalaikumsalam" jawab Bibi Ina, Nana dan Azka serentak juga


Lalu mobil merekapun berangkat keluar dari halaman rumah Rayyan, setelah mobil yang membawa Rayyan dan Laras sudah tidak kelihatan, Bibi Ina, Nana dan Azka masuk kembali kedalam rumah.


"Ayo kita masuk" kata Bibi Ina


Azka dan Nana hanya menganggukkan kepala sambil mengikuti langkah kaki Bibi Ina untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Hari ini kamu tidak kekantor nak?" tanya Bibi Ina kepada Azka


"Tidak bi" jawab Azka


"Baiklah, kamu istirahat saja dikamar, Bibi sama Nana ingin kedapur dulu membuat makanan untuk kita" kata Bibi Ina


"Kalau begitu, aku akan membantu kalian, sekalian belajar" kata Azka


"Yakin mau membantu kami?" tanya Bibi Ina


"Iya Bibi" jawab Azka sambil melihat kearah Nana yang hanya diam saja


"Baiklah, ayo" kata Bibi Ina


Mereka bertiga pun melangkahkan kakinya menuju kedapur untuk membuat makanan untuk makan siang mereka.


Setelah sampai didapur, Nana bertanya kepada Bibi Ina.


"Hari ini kita mau masak apa Bi?" tanya Nana


"Sop sayur, ayam goreng dan mie goreng saja" kata Bibi Ina


"Ikan Nila bakar kayaknya enak deh bi" kata Azka dan Nana serentak


"Ya ampun kalian kompak sekali" kata Bibi Ina sambil tersenyum


Azka dan Nana hanya tersenyum menjawab perkataan dari Bibi Ina


Azka dan Nana menganggukkan kepalanya sekali secara serentak.


"Azka, kamu bersihkan ikan nila dan ayamnya terlebih dahulu" kata Bibi Ina


"Baik bi" jawab Azka yang langsung membuka kulkas untuk mengambil ikan Nila lalu membersihkannya


"Nana, kamu bersihkan sayurnya" kata Bibi Ina


"Baik bi" jawab Nana yang langsung mengambil beberapa sayuran dari dalam kulkas untuk dibersihkan


"Bibi akan membuat bumbu-bumbunya" kata Bibi Ina


"Baik bibi" jawab Azka dan Nana serentak


Ditempat lain, Rayyan, Laras dan Brian kini sudah berada didalam jet pribadi milik Rayyan dan sekarang mereka menuju ke Papua untuk ke Raja Ampat sesuai keinginan Laras.


"Mas, saya kantuk sekali" kata Laras


"Ya sudah ayo kita pindah kekamar saja" kata Rayyan


"Kamar?" tanya Laras

__ADS_1


"Iya, sudah ayo jangan banyak tanya, ikut saja nanti kamu juga akan mengetahuinya" kata Rayyan sambil menarik pelan tangan Laras


Setelah sampai dikamar yang dimaksud dengan Rayyan, Laras dibuat takjub dengan semuanya yang terlihat sangat nyaman.


"Wah, ini sangat nyaman" kata Laras


"Ya sudah, katanya kamu sangat ngantuk, kalau begitu kamu tidur lah, nanti akan aku bangunkan ketika kita sudah sampai" kata Rayyan


"Mas, temani saya ya?" tanya Rayyan.


"Iya, aku akan menemanimu, tidur lah" kata Rayyan


Kemudian Laras membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang ada disana, begitu juga dengan Rayyan yang berada disamping Laras sambil mengelus kepala Laras agar Laras tidur.


"Aku beruntung memiliki kamu Bee, terima kasih telah menerima aku yang banyak kurangnya ini" kata Rayyan sambil terus mengelus kepala Laras sedangkan Laras yang sudah sangat mengantuk langsung tertidur ketika sudah membaringkan tubuhnya tadi diatas tempat tidur.


Rayyan masih senantiasa mengelus kepala Laras walaupun dia tahu saat ini Laras sudah masuk kedalam alam mimpinya.


Setelah beberapa jam, Brian memberitahu kepada Rayyan bahwa sebentar lagi mereka akan mendarat


"Baiklah, terima kasih" kata Rayyan


"Sama-sama" jawab Brian.


Lalu Brian kembali ketempat duduknya semula.


Tidak lama setelah itu, mereka pun telah mendarat dengan selamat.


"Baiklah, ayo kita turun" kata Brian yang kembali memberitahu kepada Rayyan.


"Ayo" kata Rayyan


Rayyan yang tidak tega untuk membangunkan Laras langsung menggendong Laras dengan kedua tangannya dan langsung menuju mobil yang memang sudah disiapkan untuk menjemput mereka.


"Masih tertidur?" tanya Brian yang sudah berada didalam mobil


"Iya, kayaknya sangat kelelahan" kata Rayyan


"Ya sudah, kalau begitu kita langsung menuju ke hotel" kata Brian


Rayyan pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"Jalan" kata Brian kepada penyupir yang tidak lain adalah anak buah Rayyan.


Anak buah Rayyan tersebut tidak menjawab dia langsung melajukan mobil yang dikendarainya menuju hotel yang sudah dipesan.


"Terima kasih, kalian sudah menyiapkan semuanya untuk kami" kata Rayyan


"Lo kayak sama siapa saja" kata Brian

__ADS_1


"Tuan begitu banyak membantu kami semua, ini semua tidak seberapa, hanya hal kecil inilah yang dapat kami lakukan" kata anak buah Rayyan tersebut.


Rayyan tidak menjawab, dia hanya tersenyum kepada mereka berdua yang dapat mereka lihat dari kaca mobil.


__ADS_2