rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
75


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 sore, para tamu undangan sudah tidak ada lagi karena sudah pulang kerumahnya masing-masing, diruang ijab kabul atau pelaminan, sudah dibersihkan oleh orang-orang yang memang sudah dibayar oleh Rayyan untuk mengemasi ruangan tersebut.


Azka, Brian, Aditia, Candra, Elang, Nana dan Bibi Ina juga ikut membantu membereskan semuanya, baik dapur atau ruang lainnya.


"Alhamdulilah, selesai juga" kata Azka


Dan diangguki oleh mereka berlima.


"Kalian semua boleh pulang, jangan lupa kalian bawa bingkisan yang ada di atas meja itu pulang, satu orang 2 bingkisan dan terima kasih banyak atas bantuannya" kata Bibi Ina


"Iya sama-sama, kalau begitu kami permisi dulu, terima kasih juga bingkisannya Bibi" kata salah satu dari mereka


"Iya sama-sama" kata Bibi Ina


Setelah orang yang sudah dibayar Rayyan untuk membereskan semuanya pergi, Bibi Ina melangkahkan kakinya menuju kekamarnya untuk istirahat sebentar.


"Bibi kekamar dulu ingin istirahat sebentar, kalian semua juga istirahatlah dulu" kata Bibi


"Baiklah Bibi, jawab Azka dan Brian serentak dan diangguki oleh Nana.


"Kami berdua akan langsung kembali kemarkas, kami istirahat disana saja" kata Elang dan diangguki oleh Candra


"Baiklah, berhati-hatilah, jika ada apa-apa segera hubungi kami" kata Azka


Candra dan Elang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"Elang, apa yang lain sudah kembali kemarkas?" tanya Brian


"Sudah, semuanya sudah kembali kemarkas" jawab Elang


"Apa mereka tadi membawa bingkisan untuk teman-temannya yang ada dimarkas?" tanya Bibi Ina


"Sudah Bibi, mereka telah membawanya" jawab Elang


"Baguslah kalau begitu" kata Bibi Ina


"Baiklah kalau begitu, kami akan kembali kemarkas sekarang" kata Candra


Semuanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Candra dan Elang langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah Rayyan menuju ke mobil lalu kembali ke markas.


"Baiklah kalau begitu, kalian istirahatlah dan bersihkanlah diri kalian masing-masing" kata Bibi Ina


"Baik Bi" jawab Nana dan diangguki oleh Azka, Brian dan Aditia.


Bibi dan Nana melangkahkan kakinya menuju kekamar mereka masing-masing begitu pun dengan Azka, Brian dan Aditia, mereka melangkahkan kakinya menuju tangga untuk kekamar yang berada dilantai atas.

__ADS_1


Ketika hendak menuju kekamar, mereka bertemu dengan Rayyan dan Laras yang hendak turun kebawah.


"Kalian mau kemana?" tanya Brian kepada mereka berdua


"Mau kedapur sebentar untuk makan, Laras lapar" kata Rayyan


Mereka bertiga hanya menganggukkan kepalanya serentak


"Baiklah, kalian istirahatlah, bonus kalian sudah aku transfer" kata Rayyan


"Wah.....Terima kasih banyak Bos...." kata Brian


"Bas bos bas bos, sudah dapat uang saja baik sekali tu mulut" kata Azka dan diangguki oleh Aditia


"Biarin, hahahah, iri bilang....." kata Brian sambil melangkahkan kaki meninggalkan mereka menuju kekamar yang memang disediakan untuk para sahabat Rayyan.


"Kalau begitu kami kekamar dulu" kata Aditia


Rayyan dan Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


Setelah mendapat anggukan dari Rayyan dan Laras, Azka dan Aditia langsung menuju kekamar yang tadi dimasuki oleh Brian.


"Ayo" kata Rayyan sambil menggenggam tangan Laras untuk turun kebawah lalu menuju dapur


Laras hanya mengikuti langkah kaki Rayyan dengan tangannya masih digenggam oleh Rayyan


"Baiklah, biarkan aku yang membuatnya, kamu duduk saja disini" kata Rayyan menarik satu kursi yang ada didapur, lalu mendudukkan tubuh Laras.


"Kamu yakin bisa membuatnya?" tanya Laras kepada Rayyan yang sudah duduk dikursi


"Hanya mie goreng" kata Rayyan yang sudah menaikan lengan bajunya lalu mulai membuat mie goreng untuk sang istri.


"Mas" kata Laras memanggil Rayyan yang sedang membuat mie untuknya


"Iya, ada apa?" tanya Rayyan sambil sekali-kali melihat kearah Laras.


"Saya membutuhkan bantuan kamu, apa kamu mau membantu saya?" tanya Laras


"Bantuan seperti apa?" kata Rayyan yang balik bertanya kepada Laras


"Boleh tidak saya meminta kamu menjualkan beberapa berlian milik saya yang saat ini ada pada mu" kata Laras


"Lalu, ingin kamu apakah uangnya?" tanya Rayyan sambil melangkah mendekati Laras


"Saya ingin memiliki uang sendiri saja, apakah boleh?" tanya Laras


"Bee, suami mu ini kaya, uang ku uang mu juga, tidak perlu menjual berlian itu, jika kamu ingin memegang uang, aku akan memberikan semua uangku untuk mu, kamu bisa membeli apapun yang kamu mau" kata Rayyan sambil berjongkok dihadapan Laras yang sedang duduk dikursi

__ADS_1


"Bukan begitu Mas, saya hanya ingin...." kata Laras yang terpotong


"Sudah, aku tidak ingin mendengar apapun alasannya, jangan membantah Bee, berlian itu akan berguna nantinya, tapi tidak sekarang" kata Rayyan


"Baiklah, terima kasih Mas, kamu menasehati ku dengan kelembutan, sama dengan almarhum ibu angkat saya dulu" kata Laras


Rayyan berdiri dari berjongkok dan memeluk tubuh Laras yang masih duduk dikursi sedangkan dia berdiri, Laras membalas pelukan Rayyan dengan memeluk pinggang Rayyan dan meletakkan wajahnya diperut Rayyan.


"Sama-sama Bee, aku berjanji akan menjagamu, jika aku bersalah tegurlah aku Bee, mungkin ada saat aku khilaf" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras


Laras hanya menganggukkan kepalanya sambil terus memeluk pinggang Rayyan


"Sebentar, aku siapkan dulu mie gorengnya" kata Rayyan


"Iya Mas" kata Laras sambil melepaskan pelukkannya dari pinggang Rayyan


"Aku sangat menyayangimu Mas" kata Laras dengan suara kecil


"Apa Bee?" tanya Rayyan yang hanya mendengar ujung dari kata yang dikeluarkan oleh Laras


"Ti....Tidak ada apa-apa Mas" kata Laras sambil tersenyum yang dibuat karena dia sedikit gugup.


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya lalu fokus kembali membuat mie goreng untuk Laras


Beberapa menit kemudian, akhirnya mie goreng untuk Laras sudah selesai, Rayyan menuangkan mie tersebut kedalam piring dan mengambil sendok dan garpu


"Ini sudah siap, ayo makannya dimeja makan saja" kata Rayyan sambil membawa piring yang berisi mie goreng tersebut ditangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menarik tangan Laras menuju ke meja makan.


Setelah sampai dimeja makan, Laras duduk disamping Rayyan.


"Mas, untuk kamu mana?" tanya Laras yang hanya melihat 1 piring mie goreng.


"Aku tidak lapar" kata Rayyan sambil menyuapkan mie goreng ke mulut Laras


"Baiklah, tapi biar saya makan sendiri" kata Laras yang ingin mengambil piring dan sendok yang ada ditangan Rayyan


"Sudah, buka mulut mu biarkan aku menyuapi mu" kata Rayyan


"Baiklah, bismillahirrahmanirrahim" kata Laras lalu membuka mulutnya dan memakan mie goreng yang disuapi oleh Rayyan


"Bagaimana?, enak?" tanya Rayyan


"Enak sekali" kata Laras.


"Kalau begitu, ayo habiskan makanannya" kata Rayyan lagi-lagi menyuapi Laras


Laras hanya menganggukkan kepalanya lalu membuka mulutnya lagi kemudian memakan mie goreng yang disuapi oleh Rayyan.

__ADS_1


__ADS_2