
Setelah Rayyan dan Laras kembali kerumah, Rayyan langsung menemui anak buahnya dan meminta mereka berkumpul diruang kosong yang ada didalam rumahnya, sedangkan Laras langsung menuju kekamar Bibi Ina dan Nana untuk memberikan senjata-senjata itu kepada mereka.
Laras melangkahkan kakinya menuju kekamar Nana terlebih dahulu, Laras yakin Nana sekarang berada didalam kamarnya.
"Tok...Tok...Tok" suara pintu kamar
Nana yang diketuk oleh Laras dari luar
"Nana, apa kamu ada didalam?" tanya Laras dari luar
"Iya, Kak, masuk saja, pintunya tidak dikunci" jawab Nana dari dalam kamarnya
Laras langsung membukakan pintu kamar Nana lalu menutupnya kembali setelah dirinya masuk kedalam.
"Ada apa, Kak?" tanya Nana yang duduk ditepi tempat tidurnya sambil matanya melihat kearah tangan Laras yang membawa senjata tajam.
Laras melangkahkan kakinya untuk mendekati Nana lalu memberikan sebuah pedang kepadanya
"Ini, ambillah, kita menggunakan senjata-senjata ini saja, jika menggunakan pistol maka akan menimbulkan suara yang keras" kata Laras
"Baik, Kak" kata Nana yang langsung mengambil pedang tersebut dari tangan Laras.
Laras menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban
"Kalau begitu, Kakak keluar dulu, ingin menemui Bibi Ina untuk memberikan senjata ini padanya" kata Laras yang menunjukkan senjata berupa pedang ke Nana.
"Iya, Kak, tadi aku lihat Bibi ada di kamarnya" kata Nana
"Baiklah, terima kasih, Nana" kata Laras
"Sama-sama, Kak" jawab Nana
Laras langsung keluar dari kamar Nana tidak lupa Laras menutup kembali pintu kamar Nana setelah dia keluar.
Laras melangkahkan kakinya menuju kamar Bibi Ina yang letaknya bersebelahan dengan kamar Nana
"Tok....Tok....Tok" suara pintu kamar Bibi yang diketuk oleh Laras dari luar
"Assalamualaikum, Bi, apa Bibi ada didalam?" tanya Laras dari luar kamar
"Waalaikumsalam, Nona Laras" jawab Bibi Ina sambil membukakan pintu kamarnya.
"Laras saja Bibi" kata Laras
Bibi hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Ada apa, Laras?" tanya Bibi Ina
"Ini Bibi, kita menggunakan senjata-senjata ini, tidak menggunakan pistol atau hanya tangan kosong" jawab Laras sambil memberikan senjata berupa pedang kepada Bibi
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih, Laras" kata Bibi Ina lalu mengambil pedang tersebut dari tangan Laras.
"Sama-sama, Bi, kalau begitu Laras kekamar dulu, ingin bersih-bersih" kata Laras
Bibi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah Bibi menganggukkan kepalanya, Laras langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya sambil ditangannya membawa samurai yang akan dia gunakan nanti, Bibi pun kembali menutup pintu kamarnya setelah Laras tidak terlihat lagi.
Ditempat lain, Rayyan sedang berkumpul dengan anak buahnya diruangan kosong yang ada didalam rumahnya, Rayyan memberikan senjata-senjata yang dibawanya dari ruang rahasia bawah tanah tadi kesemua anak buahnya satu orang satu senjata.
"Ini, ambillah satu orang satu senjata" kata Rayyan sambil meletakkan senjata-senjata tersebut diatas meja.
"Ini untuk apa, Bos?" tanya salah satu dari anak buah Rayyan
"Tentu kalian sudah tau kenapa sebagian dari kalian semua kesini?" tanya Rayyan kepada anak buahnya
"Sudah, Bos" jawab semua anak buah Rayyan serentak
"Malam ini, aku yakin mereka pasti menyerang kita, kita biarkan mereka masuk kedalam rumah, beri mereka waktu untuk menyusup kedalam rumah" kata Rayyan yang memberitahukan kepada anak buahnya tentang rencananya
"Lalu?" tanya salah satu dari anak buah Rayyan
"Kita akan membunuh mereka, tanpa sedikitpun mengeluarkan suara" kata Rayyan lagi
"Menggunakan senjata-senjata ini?" tanya anak buah Rayyan yang tadi kembali bertanya
"Iya, jika menggunakan pistol, maka akan ketahuan, jika ini hanya perangkap, kalian tentu paham maksudku" kata Rayyan
"Tapi, Bos, tidak mungkin kita berkelompok seperti ini" kata salah satu dari anak buah Rayyan yang lain
"Ya, kita tidak berkelompok, kalian berjumlah 18 orang kan?" tanya Rayyan
"Iya, Bos" jawab semua anak buah Rayyan serentak lagi
"Baiklah, aku hanya menunjukkan tempatnya, kalian yang membagikan diri sendiri" kata Rayyan
"Baik, Bos" jawab semua anak buah Rayyan serentak
"Tiga orang, berada dikamar Nona Laras, tiga orang berada di kamar Nana, empat orang didapur, empat orang diruang tamu, empat orang ditaman belakang, ingat biarkan mereka masuk terlebih dahulu, aku yakin mereka akan masuk melalui jendela rumah ini" kata Rayyan kepada anak buahnya
"Baik, Bos, kami mengerti" kata salah satu dari anak buah Rayyan
"Kalian tetaplah disini, aku kekamar sebentar untuk bersih-bersih, nanti aku akan meminta Bibi Ina untuk membuat makanan dan mengantarkan makanan tersebut kesini, untuk kalian makan" kata Rayyan
"Baik, Bos" jawab anak buah Rayyan serentak
Setelah anak buahnya menjawab pertanyaannya, Rayyan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut sambil membawa pedang miliknya, Rayyan kekamarnya terlebih dahulu, untuk meletakkan senjatanya dan membersihkan diri, barulah dia keluar untuk menemui Bibi.
Rayyan yang hendak turun kedapur berpapasan dengan Laras yang sedang menutup pintu kamarnya, yang sepertinya akan turun juga kebawah.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, Bee?" tanya Rayyan kepada Laras
"Eh...Mas, kamu buat saya terkejut saja" kata Laras sambil mengusap dadanya.
"Maaf, Bee" kata Rayyan
"Tidak apa-apa, saya ingin kedapur, Mas" kata Laras yang menjawab pertanyaan dari Rayyan tadi sambil terus melangkah menuju tangga untuk turun kedapur
"Ayo, saya juga ingin menemui Bibi Ina" kata Rayyan yang mengikuti langkah kaki Laras.
"Ada apa?, kenapa kamu ingin menemuinya, mas?" tanya Laras
"Ingin meminta Bibi untuk membuat makanan untuk anak buahku" kata Rayyan
"Baiklah, tidak perlu meminta bantuan Bibi Ina, biar saya saja yang membuat makanannya, kasihan Bibi, biarkanlah dia istirahat" kata Laras
"Kamu yakin bisa membuat makanannya?" tanya Rayyan kepada Laras
"Yakin, asal kamu juga mau membantu saya didapur" kata Laras
"Baiklah, Bee, aku akan membantumu" kamar Rayyan sambil mengelus kepala Laras
Setelah sampai didapur, Laras langsung menyiapkan semua yang ia butuhkan.
"Bee, kamu ingin memasak apa?" tanya Rayyan
"Nasi goreng, telur dadar, sup ayam dan ayam goreng, karena makanan tersebut cepat membuatnya" kata Laras.
"Telur dadar?, Bee, anak buahku ramai, tidak mungkin hanya satu piring, Bee" kata Rayyan
"Iya, Mas, saya tau, tenang saja" kata Laras
"Baiklah, Biar aku bantu potong ayamnya" kata Rayyan
Laras menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Jam sudah menunjukan pukul 18.30, adzan sudah terdengar, menandakan waktu sholat magrib sudah masuk, laras dan Rayyan sudah menyelesaikan masakkan mereka.
"Akhirnya, selesai juga" kata Rayyan
"Uh... Alhamdulilah, selesai" kata Laras
"Kalau begitu, tinggal bawa saja keruangan kosong diatas," kata Rayyan
"Kenapa tidak suruh mereka semua untuk makan dimeja makan saja, Mas?" tanya Laras
"Tidak perlu, kita akan makan bersama-sama disana saja" kata Rayyan
Laras tidak lagi bertanya kepada Rayyan, dia meminta izin sebentar untuk melaksanakan sholat magrib kepada Rayyan.
__ADS_1
"Mas, makanan ini ditutup saja dulu, kita sholat dulu, setelah itu baru kita bawa makanan ini keruangan yang kamu maksud itu" kata Laras
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, lalu mereka langsung menuju kekamar masing-masing untuk melaksanakan sholat magrib.