
Setelah Nana mengambil kotak biru yang berisi topi dan masker itu, dia kembali menutup bagasi tersebut dan kembali masuk kedalam mobil
"Ini Tuan, topi dan masker nya" kata Nana sambil membuka dan memperlihatkan topi dan masker yang ada didalam kotak biru yang sedang dipegangnya.
"Pegang lah dulu, nanti setelah kita sampai baru kita memakainya" kata Rayyan
"Baik Tuan" jawab Azka dan Nana serentak
"Tuan, apa tuan sudah memberitahu Dokter Aditia kalau kita akan pulang, takutnya dia ke markas dan kita tidak ada disana" kata Azka yang mengingatkan Rayyan
"Iya, aku lupa dan belum memberitahunya" kata Rayyan
"Baiklah, biar saya yang menghubunginya dan memberitahunya, kalau kita akan pulang dan tidak ada di markas" kata Azka
"Iya" jawab Rayyan singkat
Azka pun mengeluarkan ponsel dari saku celananya untuk menghubungi Dokter Aditia
"Sebaiknya, saya yang menghubungi Dokter Aditia menggunakan ponsel mu Tuan Azka. Tuan sedang mengemudi, dan tidak baik jika menggunakan ponsel sambil mengemudi."
"Baiklah, ini ponselnya, tunggu terhubung saja" kata Azka
"Baik Tuan" jawab Nana sambil memegang ponsel Azka ditangannya.
Namun, sudah beberapa kali Nana mencoba menghubungi Dokter Aditia, tetapi tetap tidak diangkat juga.
"Dokter Aditia tidak mengangkatnya Tuan muda" kata Nana yang menoleh kebelakang
"Kalau begitu, saya kirimkan pesan saja, bagaimana Tuan?" tanya Nana yang masih menoleh kebelakang.
"Iya" jawab Rayyan yang lagi-lagi singkat.
"Sudah Tuan" kata Nana
"Hm" jawab Rayyan sambil menganggukkan kepalanya sekali.
"Ini, Tuan ponselnya" kata Nana sambil mengembalikan ponsel Azka
"Terima kasih" jawab Azka dan menyimpan kembali ponselnya disaku celananya dan diangguki oleh Nana.
Setelah hampir satu jam lebih, akhirnya merekapun sampai dirumah sakit umum di daerah yang tidak begitu ramai penduduknya.
"Pakailah masker dan topinya" kata Rayyan
"Baik Tuan" jawab Nana dan Azka
"Tuan, bagaimana dengan Nona Laras?" tanya Azka
"Dia tidak perlu menggunakan topi dan masker, cukup gunakan cadar ini" kata Rayyan sambil memperlihatkan kain kecil yang disebut dengan cadar tersebut
"Baiklah kalau begitu" jawab Azka
__ADS_1
"Biar aku pakaikan" kata Rayyan
"Biar saya sendiri saja, Mas" jawab Laras
"Diam lah" kata Rayyan yang langsung memakaikan cadar tersebut kepada Laras
Setelah mereka selesai memakai masker dan topi, Laras juga sudah selesai dengan cadarnya, mereka pun keluar dari mobil.
Rayyan sengaja membiarkan Laras untuk turun terlebih dahulu barulah dirinya yang turun dari mobil, setelah Rayyan turun dan menutup pintu mobil, ia kembali mengangkat tubuh Laras.
"Mas, saya bisa berjalan sendiri, tidak perlu seperti ini" kata Laras dengan suara pelan
"Diam lah" kata Rayyan dan langsung melangkah masuk kedalam rumah sakit tersebut.
Azka dan Nana mengikuti langkah kaki Rayyan sampai didepan ruang UGD, Rayyan dan Laras langsung masuk keruang tersebut.
"Periksa lukanya" perintah Rayyan kepada 2 orang Dokter dan seorang perawat yang ada didalam ruangan tersebut.
Mereka yang ada didalam ruang UGD pun terkejut dengan suara Rayyan, Namun mereka cepat sadar dari keterkejutan dan meminta Rayyan meletakkan tubuh Laras keatas tempat tidur yang tersedia untuk diperiksa.
"Duduk saja Mas," kata Laras
"Baiklah" jawab Rayyan
Mereka tidak berani bertanya kepada Rayyan yang berdiri disamping Laras. Mereka langsung memeriksa luka pada bahu Laras dan memberikan obat pada luka tersebut agar tidak mengeluarkan darah lagi
Setelah selesai dan luka Laras juga sudah diperban, salah satu mereka mendekati Laras yang duduk diatas tempat tidur dan Rayyan yang berada disamping Laras.
"Apa tidak ada racun pada luka tersebut?" tanya Rayyan dengan suara datarnya
"Tidak, lukanya tidak terdapat racun, lukanya aman, dan tidak akan mengeluarkan darah lagi" jawab Dokter tersebut
"Baik, terima kasih banyak Dokter" kata Laras sambil tersenyum
"Iya, sama-sama" jawab Dokter tersebut
Perawat yang ada disana datang mendekati mereka dan memberi beberapa obat kepada Dokter yang berdiri didekat Laras dan Rayyan
"Dok, ini obatnya" kata sang perawan sambil memberikan obat yang dibawanya
Dokter tersebut menganggukkan kepala dan menerima obat tersebut
"Ini obat yang harus diminum sampai habis, agar lukanya cepat mengering, minumlah setelah sarapan pagi, makan siang dan makan malam" kata Dokter tersebut sambil memberikan obat tersebut kepada Rayyan.
"Terima kasih" kata Rayyan yang menerima obat tersebut.
"Sama-sama" jawab Dokter tersebut
"Kalau begitu kami permisi dulu" kata Rayyan
"Iya, hati-hati dijalan" kata Dokter yang memeriksa Laras tadi.
__ADS_1
Rayyan dan Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Rayyan kembali mengangkat tubuh Laras untuk keluar dari ruang UGD tersebut.
Azka yang menunggu diluar ruangan bersama Nana mendengar langkah kaki Rayyan yang mendekati pintu, azka langsung membuka pintu ruangan tersebut.
"Sudah selesai Tuan?" tanya Azka
"Sudah, Mintalah nomor rekening mereka, transferkan mereka uang 2 kali lipat dari gaji mereka" kata Rayyan kepada Azka
"Baik Tuan" jawab Azka dan langsung masuk kedalam ruang UGD.
"Nana, kamu tunggulah Azka disini, saya dan Laras akan menunggu kalian di mobil" kata Rayyan
"Baik Tuan" jawab Nana
Rayyan melangkahkan kakinya menuju mobil dengan kedua tangannya masih mengangkat tubuh Laras, sesampainya di mobil Rayyan menurunkan Laras dan membukakan pintu mobil, Rayyan meminta Laras untuk masuk terlebih dahulu, setelah Laras duduk, Rayyan masuk kedalam mobil dan duduk disamping Laras, Rayyan menutup pintu mobil dan mengangkat tubuh Laras untuk duduk di pangkuannya seperti tadi.
"Mas, saya bisa duduk sendiri, tidak usah seperti ini" kata Laras yang berada dipangkuan Rayyan
"Diam lah, jangan berbicara lagi" kata Rayyan yang menatap wajah Laras sambil membuka topi dan masker yang dikenakannya.
Laras yang ditatap tidak berani melihat kearah wajah Rayyan, dia hanya menundukkan kepalanya kebawah.
"Cup.." suara bibir Rayyan yang mencium kening Laras
Laras yang mendapat ciuman tersebut langsung membulatkan matanya dan menatap kearah wajah Rayyan
"Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Rayyan yang tidak merasa bersalah
"Harusnya saya yang bertanya seperti itu kepada kamu, mas, mengapa kamu mencium kening ku?" tanya Laras
"Sudah diam lah," kata Rayyan yang tidak mau memperpanjang cerita lagi.
Laras tidak lagi bertanya, dia langsung membuka cadar yang digunakannya.
"Biar aku bantu" kata Rayyan
Laras tidak menjawab, dia hanya diam saja saat rayyan membantunya untuk membukakan cadar yang digunakannya.
"Sudah, ini tidak perlu dipakai lagi" kata Rayyan dan langsung membuang cadar tersebut dari jendela mobil
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabnya.
Saat Rayyan ingin membuang topi dan masker yang tadi dikenakannya, Laras tiba-tiba bersuara
"Mas, topinya jangan dibuang, sayang sekali, itukan baru dipakai sekali" kata Laras
"Jadi, kamu mau?" tanya Rayyan
Laras hanya menganggukkan kepalanya
"jika kau mau topi, kita bisa membeli yang baru," kata Rayyan dan tangannya langsung membuang topi dan masker itu keluar melalui jendela mobil
__ADS_1
Laras hanya bisa terdiam, tak berani lagi untuk mencegah Rayyan membuang topi tersebut. Lalu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka, mereka menunggu kedatangan Azka dan Nana dari didalam mobil.