
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam, Rayyan dan Laras sudah mengemas kembali peralatan sholat yang tadi mereka gunakan ketempatnya semula karena peralatan sholat tersebut memang disediakan oleh pihak hotel bagi yang muslim.
Kemudian mereka berdua duduk diatas tempat tidur dengan Rayyan terus memeluk tubuh Laras dari belakang dan terkadang sesekali Rayyan mencium leher Laras.
Tiba-tiba mereka berdua mendengar suara pintu kamar mereka yang diketuk dari luar.
"Tok...Tok...Tok" suara pintu kamar yang diketuk oleh seseorang dari luar kamar
"Permisi tuan dan nyonya" kata seseorang tersebut
"Mas, itu ada yang mengetuk pintu, siapa ya?" kata Laras yang bertanya kepada Rayyan
"Itu pasti pelayan yang mengantar makanan yang telah aku pesan tadi" kata Rayyan sambil masih terus memeluk tubuh Laras.
"Ya sudah, biar saya bukakan pintunya sebentar" kata Laras
"Tidak-tidak, biar aku saja yang membukanya dan menerima makanan itu, aku tidak mau jika pelayan itu seorang laki-laki dan melihat kamu yang masih mengenakan kimono" kata Rayyan yang langsung melangkah mendekati pintu kamar untuk menerima makanan yang telah diantar oleh pelayan tersebut
Rayyan membuka pintu kamar dan melihat seorang pelayan yang membawa makanan yang telah dia pesan tadi menggunakan troli khusus mengangkat makanan
"Permisi tuan, ini makanan yang tuan pesan, trolinya bisa tuan bawa masuk saja sekalian" kata pelayan tersebut yang ternyata memang benar dia seorang laki-laki.
"Baiklah terima kasih" kata Rayyan
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, selamat menikmati" kata pelayan tersebut
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya, setelah pelayan tersebut melangkah pergi Rayyan pun langsung membawa troli yang berisi makanan itu kedalam kamar tidak lupa dia menutup pintu kamar tersebut kembali.
"Ayo Bee, kita makan dulu" kata Rayyan yang membawa troli berisi makanan sambil mendekati Laras
"Ayo, tapi jangan disini, kita makan di sana saja" kata Laras sambil menunjukkan disalah satu sudut kamar yang terdapat meja dan dua kursi menghadap ke jendela sehingga dapat melihat pemandangan yang ada diluar.
"Ya sudah, ayo" kata Rayyan sambil mendorong troli tersebut dan diikuti oleh Laras dibelakangnya.
"Mas duduklah, biar saya yang memindahkan makanannya ke meja" kata Laras yang ingin mengambil piring yang berisi makanan untuk dipindahkan ke atas meja.
"Tidak-tidak, kamu yang duduk, biar aku yang memindahkan makanannya" kata Rayyan sambil mendudukkan tubuh Laras dikursi.
Laras duduk dikursi kemudian Rayyan memindahkan makanan yang ada di troli keatas meja.
__ADS_1
"Aku sengaja memesan makanan yang biasa kamu makan dirumah, karena aku takut kamu tidak menyukai makanan yang tidak pernah kamu makan sebelumnya, aku juga takut jika kamu alergi jika salah makan" kata Rayyan sambil terus memindahkan makanan ke atas meja
"Terima kasih Mas, kamu sangat perhatian dan pengertian kepada saya" kata Laras sambil tersenyum manis kepada Rayyan
"Jangan pernah sekali pun kamu menunjukkan senyum mu yang seperti ini kepada orang lain" kata Rayyan
"Memangnya kenapa Mas?" tanya Laras
"Senyum mu yang manis itu hanya boleh ditunjukkan pada aku seorang dan hanya aku yang boleh melihatnya" kata Rayyan
"Dari mana sih Mas kamu belajar menggombal seperti ini?" kata Laras yang bertanya kepada Rayyan sambil menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi yang dia duduki
"Ada deh" jawab Rayyan sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Laras
Laras hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rayyan sambil terus melihat kearah wajah Rayyan
"Aku tahu aku ini sangatlah tampan, tapi jangan ditatap begitu juga, aku tidak akan kemana-mana, tenang saja" kata Rayyan yang tahu bahwa Laras saat ini tengah menatapnya
"Apa sih kamu Mas" kata Laras sambil mengalih pandangannya kearah makanan yang telah dipindah oleh Rayyan keatas meja
"Sudah, ayo kita makan, setelah ini kita akan pergi keluar untuk jalan-jalan" kata Rayyan
Jam sudah menunjukkan pukul 19.45 malam, Rayyan dan Laras sudah selesai makan malam, Rayyan juga sudah memanggilkan pelayan untuk mengambil kembali piring kotor dan troli makanan sesuai yang tadi dikatakan pelayan yang mengantar makanan, setelah 5 menit, pelayan pun datang untuk mengambil troli tersebut termasuk piring kotor.
"Tok...Tok..Tok.." suara pintu kamar mereka yang diketuk dari luar
"Permisi tuan dan nyonya" kata seseorang dari luar kamar mereka
"Itu pasti pelayannya" kata Rayyan yang langsung berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kearah pintu kamar untuk membukakan pintu sambil membawa troli yang berisi piring kotor tersebut.
Rayyan pun membuka pintu kamar tersebut dan dia melihat seorang pelayan yang tadi mengantar makanan untuk mereka.
"Iya, eh kamu lagi" kata Rayyan
"Iya tuan" kata pelayan tersebut sambil tersenyum
"Ini trolinya dan terima kasih banyak, ini bonus untuk kamu" kata Rayyan sambil memasukkan beberapa lembar uang merah kedalam kantong yang ada di baju pelayan tersebut
"Terima kasih banyak tuan" kata pelan tersebut sambil sedikit membungkukkan tubuhnya lalu mengambil troli yang ada ditangan Rayyan
__ADS_1
"Iya sama-sama, terus semangat untuk bekerja" kata Rayyan sambil menepuk bahu kanan pelayan tersebut
"Iya tuan, pasti" kata pelayan tersebut sambil tersenyum
Rayyan membalasnya dengan menganggukkan kepalanya sekali
"Kalau begitu, saya permisi dulu tuan" kata pelayan tersebut
"Iya, silahkan" jawab Rayyan
Lalu pelayan tersebut langsung melangkahkan kakinya untuk turun kebawah sambil mendorong troli yang berisi piring kotor.
Begitu juga dengan Rayyan yang langsung masuk kedalam kamarnya dan tidak lupa untuk menutup pintu kamar itu kembali.
"Mas" kata Laras memanggil Rayyan
"Iya Bee, ada apa?" tanya Rayyan sambil melangkah mendekati Laras yang duduk ditepi tempat tidur.
"Kita jadi pergi jalan-jalannya kan?" kata Laras yang kembali bertanya kepada Rayyan
"Iya jadi kok Bee, kalau begitu ayo kamu ganti baju dulu" kata Rayyan
"Iya, baiklah" kata Laras yang langsung berdiri dari duduknya untuk berganti pakaian begitu juga dengan Rayyan yang ikut mengganti pakaiannya.
"Sudah siap?" tanya Rayyan kepada Laras
"Sudah" jawab Laras sambil tersenyum kepada Rayyan
"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" kata Rayyan
Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil tersenyum kepada Rayyan
Mereka berdua pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tersebut, tidak lupa Rayyan mengambil kartu yang ada didinding kamarnya lalu menutup pintu kamarnya itu.
"Ayo" kata Rayyan sambil menggenggam jari tangan Laras.
"Ayo" jawab Laras sambil tersenyum.
Lalu, mereka berdua pun kembali melanjutkan langkah kaki mereka untuk turun kelantai bawah dan menuju mobil yang sudah ada sopirnya yang tidak lain adalah anak buah Rayyan.
__ADS_1
Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil, setelah mereka menutup kembali pintu mobil, anak buah Rayyan langsung menjalankan mobil tersebut.