
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, Rayyan dan Laras saat ini berada didalam mobil untuk kembali ke hotel, Laras yang sudah merasa sangat kantuk pun langsung tertidur pulas dan bahu Rayyan lah yang menjadi sandarannya.
"Setelah kamu mengantar kami ke hotel, kamu juga istirahat" kata Rayyan kepada anak buahnya yang saat ini menjadi sopirnya.
"Iya tuan" jawab anak buah Rayyan tersebut
"Di Bagasi ada beberapa makanan, kamu berbagilah dengan teman-teman yang lain nanti" kata Rayyan lagi
"Baik tuan, terima kasih banyak" kata anak buah Rayyan tersebut
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban.
Tidak lama kemudian, mereka telah sampai didepan hotel, Rayyan mengangkat tubuh Laras dan anak buah Rayyan yang tadi menjadi sopirnya sudah paham dengan tugasnya pun langsung membukakan pintu mobil tersebut untuk memudahkan Rayyan yang mengangkat tubuh Laras dan membawanya keluar.
"Silahkan tuan" kata anak buah Rayyan tersebut
"Terima kasih, istirahat lah, jangan lupa makanan yang ada di bagasi" kata Rayyan setelah keluar dari mobil dengan kedua tangan masih mengangkat tubuh Laras
"Baik tuan, jika ada apa-apa, hubungi kami, kamar kami tidak jauh dari kamar tuan dan nyonya" kata anak buahnya tersebut sambil tangannya menutupkan pintu mobil kembali
Lagi-lagi Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar hotel yang tadi ditempatinya.
Sesampainya Rayyan didepan kamarnya, dia kebingungan lalu berfikir bagaimana caranya agar dia bisa membuka pintu kamar itu sedangkan kedua tangannya masih mengangkat tubuh Laras, untungnya ada salah satu pelayan hotel yang ingin mengantarkan makanan kekamar lain, pelayan tersebut menghampiri Rayyan.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya pelayan tersebut
"Tolong bukakan pintu kamar ku" kata Rayyan dengan datarnya
"Oh, baiklah, dimana kartunya tuan?, biar saya membantu tuan untuk membukanya" kata pelayan tersebut
"Terima kasih banyak, kalau begitu tolong ambilkan kartunya yang ada disaku celana ku yang berada dibelakang sebelah kanan" kata Rayyan
"Baik tuan" kata pelayan tersebut sambil mengambil kartu yang dimaksud oleh Rayyan.
Setelah itu, pintu pun terbuka dan lampu yang ada dikamar tersebut sudah menyala semua, pelayan tersebut pun telah kembali ke aktivitasnya semula, Rayyan langsung menutup pintu kamar tersebut dan melangkahkan kakinya menuju ketempat tidur untuk meletakkan tubuh Laras.
Setelah Rayyan meletakkan tubuh Laras diatas tempat tidur dan menyelimuti tubuh Laras, Rayyan kembali mendekati pintu kamar untuk menguncinya.
"Baiklah, aku akan membersihkan diriku dahulu" kata Rayyan dengan dirinya sendiri kemudian langsung menuju kekamar mandi
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Rayyan yang sudah selesai mandi pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya dan melihat Laras yang masih tertidur pulas diatas tempat tidur.
Rayyan menghampiri Laras dan masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh Laras, kemudian Rayyan mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur, Rayyan mengangkat kepala Laras dan membiarkan tangan kirinya yang menjadi bantal bagi kepala Laras, kemudian Rayyan menarik tubuh Laras agar masuk kedalam pelukannya dengan menggunakan tangan kanannya, Laras yang memang sudah tertidur pulas tidak menolak apapun yang dilakukan oleh Rayyan kepadanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, Rayyan tersadar dari tidurnya dan sangat terkejut karena Laras yang bermimpi dan berteriak-teriak.
"Aaaaaa, jangan...." kata Laras yang sedang bermimpi dengan mata yang masih terpejam
"Astaghfirullahal'adzim" kata Rayyan yang langsung tersadar dari tidurnya dan langsung terduduk diatas tempat tidur
"Aaa, jangan.... Jangan...." kata Laras yang masih bermimpi
"Bee...Bangun Bee, kamu kenapa Bee?" kata yang bertanya sambil dirinya yang berusaha membangunkan Laras
"Aaa, jangan.... Jangan" kata Laras masih belum sadar.
"Bee....Sayang.... Bangun, kamu kenapa?" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras dan sedikit menepuk-nepuk pipi Laras agar Laras terbangun
"Aaaaaa" kata Laras yang langsung terbangun dan duduk diatas tempat tidur.
"Bee...." kata Rayyan yang memang sudah bangun sambil mengelus kepala Laras agar Laras tenang
"Kamu kenapa sayang?" tanya Rayyan dengan suara pelan dan lembut dengan tangannya masih mengelus kepala Laras.
"Mas, saya mimpi dikejar-kejar seekor harimau" kata Laras sambil terus memeluk tubuh Laras
Rayyan tersenyum sambil terus mengelus kepala Laras yang masih memeluknya.
"Itu pasti karena kamu tidak mencuci kaki kamu" kata Rayyan sambil sedikit mencubit hidung Laras.
"Bagaimana mau mencuci kaki, saya kan tadi tertidur" kata Laras yang sudah tidak memeluk tubuh Rayyan tetapi saat ini dia menatap wajah Rayyan.
"Iya-iya, ya sudah kalau begitu sebaiknya kamu cuci kaki dulu gih" kata Rayyan sambil menghidupkan kembali lampu kamar
"Iya Mas" kata Laras
Lalu Laras langsung turun dari tempat tidur kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mencuci kakinya.
Setelah beberapa saat, Laras pun keluar dari kamar mandi lalu melangkahkan kakinya kembali menuju ketempat tidur.
__ADS_1
"Sudah selesai Bee?" tanya Rayyan yang ada diatas tempat tidur kepada Laras yang memang menunggu Laras keluar dari kamar mandi
"Sudah" jawab Laras sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Rayyan
"Ya sudah, ayo sini, kita tidur kembali" kata Rayyan sambil menepuk tempat tidur yang berada disebelahnya.
"Maaf kan saya ya Mas, tadi saya membuat kamu terkejut" kata Laras sambil menundukkan kepalanya yang sudah duduk diatas tempat tidur disamping Rayyan
"Iya, tidak apa-apa, sudah-sudah, jangan sedih, ayo berbaringlah" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras dan membimbing tubuh Laras untuk berbaring diatas tempat tidur kembali.
"Mas..." panggil Laras yang sudah berbaring diatas tempat tidur sedangkan Rayyan yang ingin mematikan lampu yang ada dikamar itu mengurungkan niatnya langsung menoleh kembali kearah Laras dan bertanya kepada Laras.
"Ada apa Bee?" tanya Rayyan
"Jangan dimatikan lampunya, biarkan saja menyala" kata Laras
"Baiklah-baiklah" kata Rayyan lalu menarik selimut dan kembali menarik tubuh Laras agar masuk kedalam pelukannya, sedangkan Laras tidak menolak atas apa yang dilakukan Rayyan.
"Baca doa dulu" kata Rayyan
"Sudah kok" jawab laras
"Kapan?" tanya Rayyan lagi
"Baru saja" jawab Laras
"Kenapa aku tidak mendengarnya?" tanya Rayyan lagi
"Karena saya membacanya didalam hati" jawab Laras sambil tersenyum
"Oke...Baiklah, bagus kalau begitu" kata Rayyan sambil memeluk tubuh Laras
Laras hanya tersenyum kepada Rayyan
"Ya sudah, ayo kita tidur" kata Rayyan
"Ayo" jawab Laras
Dan mereka berdua pun saling berpelukan dan memejamkan mata mereka untuk tidur kembali dengan lampu yang masih menyala sesuai dengan permintaan Laras.
__ADS_1