
Beberapa menit kemudian, Laras sudah selesai mandi, Laras langsung berpakaian dilamarnya, setelah Laras selesai, dia langsung keluar dari kamar dan turun kedapur, Laras ingin membantu Rayyan memasak didapur.
"Mas, biar saya bantu ya?" tanya Laras kepada Rayyan yang sedang meracik bumbu-bumbu untuk membuat nasi goreng.
"Tidak perlu, kau duduk saja disini" kata Rayyan sambil memberikan kursi kepada Laras.
"Tidak apa-apa, Mas, biar saya bantu, biar cepat selesai dan kita bisa makan" kata Laras lagi yang tetap ingin membantu Rayyan
"Sudah, tidak perlu, saya bisa sendiri dan saya bisa membuatnya sendiri dengan cepat" kata Rayyan sambil mendudukkan tubuh Laras pada kursi yang tadi diberinya.
"Tapi, Mas, biar saya......" kata Laras yang sudah terpotong
"Sudah, diam lah, aku ingin belajar juga" kata Rayyan
"Baiklah" jawab Laras
Rayyan sibuk dengan nasi goreng yang masih dibuatnya, Laras yang duduk, hanya bisa melihat apa saja yang dilakukan oleh Rayyan
"Mas, hanya nasi goreng?" tanya Laras kepada Rayyan yang sudah selesai membuat nasi goreng dan telah menuangkan ke dalam 2 piring
"Lalu, apa lagi?" tanya Rayyan sambil melihat kearah Laras
"Hm....Baiklah, kamu duduk saja disini, biar saya yang membuat lauknya" kata Laras yang sudah berdiri dari duduknya.
"Kamu ingin membuat lauk apa?" tanya Rayyan.
"Buat telur dadar saja, biar cepat, soalnya saya sudah lapar" kata Laras sambil membuka kulkas untuk mengambil beberapa butir telur
Rayyan sudah duduk dikursi yang tadi Laras duduki, Rayyan hanya melihat kearah Laras yang sedang memasak telur dadar.
"Alhamdulilah, sudah selesai" kata Laras sambil menuangkan telur yang sudah masak kedalam piring kosong.
"Ya sudah, ayo kita bawa ke meja makan" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya dan langsung melangkahkan kakinya untuk menuju meja makan.
"Mas," kata Laras yang memanggil Rayyan
"Iya, ada apa?" tanya Rayyan yang berhenti melangkah dan langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Laras
"Bagaimana caranya saya membawa ini semua ke meja makan, piringnya ada tiga sedangkan tangan saya cuma ada dua" kata Laras sambil membawa dua piring nasi goreng yang sudah dibuat oleh Rayyan tadi.
"Iya....Iya, maaf aku lupa" kata Rayyan yang langsung membantu Laras membawa piring yang berisi telur dadar yang dibuat oleh Laras tadi.
Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju meja makan, setelah sampai mereka langsung duduk di kursi meja makan.
"Ayo, kita makan" kata Rayyan
"Ayo" jawab Laras
Setelah selesai makan Laras langsung berbicara kepada Rayyan.
"Mas, kamu bersiap-siaplah untuk kekantor, saya kedapur sebentar untuk mencuci piring dan peralatan yang tadi digunakan" kata Laras yang sudah berdiri dari duduknya.
"Baiklah, aku akan kekamar sebentar" kata Rayyan
__ADS_1
"Iya" jawab Laras
Rayyan langsung berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah tangga untuk bersiap-siap di kamarnya, sedangkan Laras langsung membawa piring kotor kedapur dan mencucinya
Setelah Rayyan selesai bersiap-siap, dia turun keruang tamu, begitu juga dengan Laras yang sudah selesai mencuci piring langsung melangkahkan kakinya menuju keruang tamu.
"Laras, kamu sudah selesai mencuci piringnya?" tanya Rayyan yang sudah turun dari tangga dan melihat Laras melangkah mendekati sofa yang ada diruang tamu.
"Sudah, kenapa, Mas?" tanya Laras yang sudah duduk di sofa yang ada diruang tamu
"Aku ingin mengajakmu kemarkas, itupun jikalau kau mau" kata Rayyan sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.
"Tapi, bukannya Mas harus kekantor?" tanya Laras
"Tidak, aku tidak pergi kekantor hari ini, Karena Azka sudah kekantor" kata Rayyan
"Baiklah, kalau begitu, saya ikut Mas kemarkas" kata Laras
"Baiklah, kalau begitu saya kekamar sebentar untuk ganti baju dan bersiap-siap sebentar" kata Laras yang sudah berdiri dari duduknya
"Iya, cepatlah" kata Rayyan sambil menganggukkan kepalanya.
Laras langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Jam sudah menunjukan pukul 09.00, Laras yang sudah siap langsung turun dari tangga dan mendekati Rayyan yang duduk di sofa ruang tamu.
"Ayo kita pergi" kata Laras mengajak Rayyan
"Ayo" jawab Rayyan
Ketika Rayyan ingin membuka pintu, ponsel yang ada di sakunya berbunyi, Rayyan mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, Laras tidak bertanya karena Laras juga mendengar ponsel Rayyan yang berbunyi
Rayyan langsung mengeluarkan ponsel yang ada disaku celananya dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Bibi?" kata Rayyan yang melihat layar ponselnya
"Jawab saja, Mas, panggilannya, siapa tau penting" kata Laras
Rayyan hanya menganggukkan kepalanya lalu menekan tombol hijau untuk menyambungkan panggilan dari Bibi
"Assalamualaikum, Bibi" kata Rayyan kepada Bibi
"Waalaikumsalam, Tuan" kata Bibi dari seberang sana
"Ada apa, Bi?" tanya Rayyan kembali
"Tuan, tadi Nak Azka berpesan kepada Bibi untuk disampaikan kepada, Tuan" kata Bibi
"Ada pesannya, Bi?" tanya Rayyan lagi
"Nak Azka berpesan jika tuan mencari dirinya, cari dia di markas, karena saat ini dia ada dimarkas, siang nanti baru dia kekantor" kata Bibi
"Baiklah, Bi, terima kasih" kata Rayyan
__ADS_1
"Iya sama-sama, Tuan" jawab Bibi
"Bibi, Bibi sekarang ada dimana?" tanya Rayyan
"Bibi sekarang masih berbelanja bersama Nana, masih banyak keperluan dapur yang ingin dibeli" kata Bibi
"Masih lama, Bi?" tanya Rayyan
"Lumayan, Tuan, ada apa Tuan?" tanya Bibi kepada Rayyan
"Tidak ada apa-apa, Bi, aku hanya ingin memberitahu kepada Bibi, bahwa aku dan Laras ingin pergi kemarkas" kata Rayyan memberitahukan kepada Bibi.
"Baiklah, Tuan" Jawab Bibi
"Ya sudah, kalau begitu aku tutup dulu panggilannya" kata Rayyan
"Iya, Tuan" jawab Bibi
"Assalamualaikum, Bi" kata Rayyan
"Waalaikumsalam, Tuan" jawab Bibi
Rayyan yang sudah menyimpan ponselnya kembali kedalam saku celananya, dan mengulurkan tangannya untuk membuka pintu depan.
Setelah pintu dibuka, Rayyan dan Laras keluar dari rumah tak lupa Rayyan menutup dan mengunci pintu tersebut dari luar.
"Ayo kita berangkat" kata Rayyan yang mengajak Laras setelah mengunci pintu tersebut
"menggunakan apa?" tanya Laras karena dirinya tidak melihat kendaraan didepan rumah atau didekat halaman rumah Rayyan
"Tunggu disini, aku akan mengambil mobil digarasi" kata Rayyan
"Baiklah" kata Laras
Rayyan langsung menuju kegarasi untuk mengambil mobil yang akan membawa mereka kemarkas
Mobil yang dikendarai oleh Rayyan sangat cantik, hanya bisa untuk dua orang, mobil tersebut berwarna biru tua
"Ayo" kata Rayyan yang sudah berada dihadapan Laras
"Baik" kata Laras sambil berjalan dan membuka pintu mobil yang berada disebelah Rayyan
"Sudah siap?" tanya Rayyan
"Sudah" jawab laras
Rayyan melihat kearah laras, dia melihat laras belum menggunakan sabuk pengaman
Rayyan langsung memasangkan sabuk pengaman tersebut kepada laras
"Terima kasih, Mas" kata laras
"Iya, sama-sama" jawab Rayyan lalu melajukan mobilnya menuju ke markasnya
__ADS_1
Didalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka, laras hanya melihat kearah luar jendela, sedangkan Rayyan fokus dengan mobil yang dikendarainya.