rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
62


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 dini hari, Laras yang tadi berpindah tempat ke sofa yang ada dikamar Rayyan pun sudah tertidur akibat terlalu lelah.


Anak buah Rayyan yang sudah membersihkan kekacauan pun sudah berkumpul kembali diruang diskusi.


Rayyan yang melihat Laras sedang tertidur disofa langsung melangkahkan kakinya untuk mendekati Laras.


"Kasihan sekali kamu, Bee, pasti sangat kelelahan hingga kamu ketiduran disini" kata Rayyan yang sudah berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Laras yang tertidur pulas disofa


Rayyan berdiri kembali dan ingin membangunkan Laras memintanya untuk pindah ketempat tidur namun dia mengurungkan niatnya karena tidak tega melihat Laras yang tidur begitu pulas, akhirnya Rayyan mengangkat tubuh Laras dengan hati-hati dan membawanya keatas tempat tidur miliknya.


"Kamu istirahatlah disini, aku keluar dulu, ingin menemui anak buahku" kata Rayyan sambil menyelimuti tubuh Laras.


Ketika Rayyan ingin melangkahkan kakinya untuk keluar, Rayyan melihat samurai yang tadi digunakan Laras untuk membantunya, kemudian Rayyan melangkahkan kakinya untuk mengambil senjata tersebut dan menyimpannya.


"Terima kasih banyak Bee, atas bantuanmu, kamu begitu berani menghadapi mereka dan mampu melindungi ku, walaupun nyawa mu tadi hampir melayang" kata Rayyan sambil menggenggam senjata tersebut dan melihat kearah Laras yang tertidur di atas tempat tidur miliknya


Rayyan menyimpan samurai yang ada ditangannya saat ini kesuatu ruangan kecil, ruangan tersebut berada didalam kamarnya yang memang dikhusus untuk beberapa senjata dan barang penting lainnya.


Setelah beberapa menit kemudian, Rayyan keluar dari ruang tersebut dan kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar untuk pergi keruang diskusi menemui anak buahnya.


Sesampainya Rayyan didepan ruang diskusi, Rayyan langsung masuk kedalam ruangan tersebut.


"Terima kasih atas kerja keras kalian hari ini" kata Rayyan sambil terus melangkah masuk kedalam ruangan diskusi menuju kekursi miliknya yang memang telah tersedia didalam ruangan tersebut.


"Sama-sama, Bos" kata semua anak buahnya.


"Siapa diantara kalian tadi yang membersihkan kamar Bibi Ina?" tanya Rayyan kepada semua anak buahnya.


"Kami berdua Bos" kata dua orang anak buah Rayyan yang dari sebelah kanan

__ADS_1


"Bagaimana mereka?, apa mereka baik-baik saja?" tanya Rayyan kembali


"Saat kami membersihkan kamar Bibi Ina, Nana dan Bibi sedang tidur, Bos, seperti mereka sangat kelelahan" kata salah satu diantara dua anak buah Rayyan yang membersihkan kamar Bibi Ina tadi.


"Baguslah kalau begitu, ini sudah jam 04.30 dini hari, kalian istirahatlah dulu disini" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya


"Baik, Bos" jawab semua anak buahnya serentak


Setelah itu, Rayyan langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang diskusi, Rayyan mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celananya, menghidupkan ponselnya dan mencari nama seseorang untuk dihubungi.


"Bagaimana kondisi disana?" tanya Rayyan


"Disini aman, Bro, anak buah lo dan sahabat lo itu, mantap banget, rencana yang dibuatnya berjalan mulus" kata seseorang diseberang sana


"Terima kasih, Bri, gue mau lo tetap berada disana, bantu mereka jika mereka terdesak" kata Rayyan


"Aman" jawab seseorang itu kembali.


"Siap, gue tunggu" kata seseorang tersebut


Brian Anusapati, merupakan sahabat dekat Rayyan selain Aditia dan Azka, mereka berempat sangat akrab, namun berbeda dengan Aditia yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia mafia, dia hanya mendalami ilmu pengetahuannya tentang kedokteran, tetapi dia mengetahui beberapa hal tentang dunia mafia karena tiga sahabatnya bergelut didalam dunia mafia tersebut.


Setelah Rayyan memutuskan sambungan telponnya, Rayyan langsung menyimpan kembali ponsel miliknya kedalam saku celananya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk istirahat.


Rayyan membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali, ketika dia ingin melangkah mendekati tempat tidurnya, dia baru melihat dan teringat bahwa Laras sedang tertidur diatas tempat tidurnya


"Ya allah, bagaimana aku mau istirahat dan tidur, jika dia tidur disini" kata Rayyan


"Baiklah, aku akan tidur di kamarnya saja" kata Rayyan sambil melangkahkan kakinya menuju kamar Laras

__ADS_1


Setelah Rayyan sampai didepan kamar Laras, Rayyan langsung membuka pintu kamar tersebut dan menutupnya kembali setelah dirinya masuk kedalam kamar Laras.


Rayyan melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur milik Laras dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur tersebut.


Dilihatnya jam pada dinding kamar Laras yang telah menunjukkan pukul 04.45 dini hari, namun matanya tidak kunjung mau terpejam.


"Kenapa aku tidak bisa tidur?, besok aku harus kekantor, dan aku belum istirahat, ya sudah lah, tidak apa-apa, besok juga tidak ada pertemuan, jadi aku tidak akan datang kekantor, aku ingin istirahat saja dirumah" kata Rayyan yang sedang berbaring di atas tempat tidur Laras.


Dikamar Rayyan, Laras yang tadinya tertidur kini sudah terbangun namun dirinya saat ini setengah sadar.


"Kenapa aku bisa tidur disini, kemana Mas Rayyan?" tanya Laras kepada dirinya sendiri yang masih berada diatas tempat tidur Rayyan dengan posisi yang ingin bangun.


"Sebaiknya aku pindah ke kamarku saja, kasian Mas Rayyan jika aku disini, dimana dia harus istirahat dan tidur" kata Laras sambil menurunkan kakinya dari tempat tidur Rayyan


Laras melangkahkan kakinya menuju pintu keluar untuk pergi kekamarnya dengan kesadaran yang masih setengah, setelah Laras sampai didepan pintu kamarnya, Laras langsung membuka pintu kamar tersebut, Rayyan yang sedang memainkan ponselnya sedikit terkejut ketika melihat Laras dengan mata yang sedikit terpejam masuk dan kembali menutup pintu kamar tersebut, Rayyan berbicara dalam hatinya "kenapa dia bisa berjalan dengan mata yang terpejam seperti itu?" kata Rayyan sambil menatap kearah Laras yang semakin mendekati tempat tidur yang saat ini dia tempati.


"Aku mengantuk sekali" kata Laras yang tidak melihat keberadaan Rayyan diatas tempat tidurnya


Laras langsung menaiki tempat tidurnya dan berbaring disebelah Rayyan yang sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur tepatnya disamping Laras.


"Apa dia tidak melihat aku disini?" tanya Rayyan dengan suara yang sangat pelan karena dia tidak ingin Laras terganggu.


Rayyan yang masih memegang ponsel miliknya langsung menyimpannya kembali kedalam saku celananya, setelah itu Rayyan langsung menatap kearah Laras yang sudah tertidur pulas yang telah masuk kedalam alam mimpinya.


"Kau sangat cantik, Bee, aku beruntung memiliki kamu, aku akan menepati janji ku dengan mu, Bee" kata Rayyan sambil membenarkan rambut Laras yang menutupi sebagian wajahnya.


Setelah itu Rayyan langsung menarik selimut yang ada diatas tempat tidur Laras untuk menyelimuti tubuh Laras.


"Tidurlah yang nyenyak, Bee, hari ini kamu kerja begitu keras" kata Rayyan dengan suara lembutnya

__ADS_1


"Aku akan kembali ke kamarku" kata Rayyan sambil menurunkan kakinya dari tempat tidur Laras, Rayyan tidak lupa mematikan lampu yang ada dikamar Laras dan menghidupkan lampu tidur.


Lalu Rayyan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar untuk kembali ke kamarnya setelah menutup kembali pintu kamar Laras setelah dirinya keluar dari kamar Laras.


__ADS_2