rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
48


__ADS_3

Didalam perjalanan pulang, tidak ada pembicaraan diantara mereka, Rayyan fokus dengan menyetirnya sedangkan Laras termenung, karena yang sekarang ada dipikiran Laras adalah bagaimana jika mereka semua mati dalam penyerangan itu


Rayyan akhirnya menoleh kearah Laras yang sedang termenung, Rayyan paham apa yang saat ini membuat Rayyan termenung seperti ini


"Kamu kenapa, Laras?" tanya Rayyan sambil melihat kearah jalan sekali-kali karena Rayyan juga ingin melihat kearah Laras.


"Tidak, tidak ada apa-apa" kata Laras


"Apa kamu yakin tidak ada apa-apa?" tanya Rayyan kembali


"Sedikit yakin" jawab Laras sambil tersenyum melihat kearah Rayyan yang sedang menyetir


"Apa kau memikirkan penyerangan ini?" tanya Rayyan


Laras tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat kearah Rayyan.


"Kamu tenang lah, aku dan Nana akan menjaga mu" kata Rayyan


"Tapi, bagaimana kalau mereka menyerang dalam jumlah banyak?" tanya Laras


"Bukan aku dan Nana saja yang akan menjaga mu nanti, aku akan meminta sebagian anak buah ku untuk membantu kita?" kata Rayyan


"Mas, bolehkah nanti saat penyerangan saya membantu kalian?" tanya Laras sambil melihat kearah wajah Rayyan


"Kau yakin?" tanya Rayyan


"Iya, Mas, aku yakin" jawab Laras dengan penuh keyakinan


"Baiklah, kalau begitu, kau boleh membantu kami, tapi kau tak boleh jauh-jauh dari ku" kata Rayyan


"Kenapa begitu?" tanya Laras


"Agar aku bisa melindungi mu juga" kata Rayyan yang menjawab pertanyaan dari Laras


"Baiklah, tapi apa boleh saya meminjam samurai yang ada diruang rahasia bawah tanah milik mu, Mas?" tanya Laras dengan sedikit hati-hati, karena takut jikalau Rayyan tidak memperbolehkannya untuk memakai samurai dan melarangnya dengan nada suara yang kasar.


Rayyan terdiam untuk beberapa saat, dia memikirkan tentang permintaan Laras, setelah beberapa menit Rayyan pun menjawab pertanyaan dari Laras


"Apa tidak ada senjata lain yang kau inginkan?, bukan aku melarang mu untuk memakai atau menggunakan samurai, tapi aku khawatir, mereka menggunakan senjata berupa pistol, pistol dari jarak jauh sudah bisa membunuh lawan, jika kamu menggunakan samurai, saat musuh dekat barulah kau bisa membunuhnya, apa kau yakin tetap ingin menggunakan samurai?" tanya Rayyan


"Iya juga, baiklah, kalau begitu, bisakah Mas mengajarkan saya menggunakan pistol?" tanya Laras.


"Bisa, nanti setelah sampai dirumah kita langsung keruang rahasia bawah tanah, kita akan memilih pistol yang cocok untuk mu" kata Rayyan


"Baik, Mas" jawab Laras

__ADS_1


Setelah Laras menjawab perkataan Rayyan tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Beberapa saat kemudian Laras baru teringat, kapan penyerangan itu terjadi


"Mas" kata Laras yang memanggil Rayyan yang sedang menyetir


"Iya, kenapa?" kata Rayyan


"Kapan penyerangan itu akan terjadi?" tanya Laras kepada Rayyan


"Dalam waktu dekat ini" jawab Rayyan dengan pandangan luruh kedepan


"Iya, kalau itu saya juga sudah mendengarnya dari Candra" kata Laras


"Lalu, apa lagi yang ingin kamu ketahui?" tanya Rayyan


"Dalam waktu dekat itu maksudnya kapan, Mas?, lebih tepatnya kapan itu akan terjadi?" tanya Laras lagi yang menjelaskan maksud dari pertanyaannya itu.


"Bisa jadi malam ini" kata Rayyan dengan santainya


"Apa?!" kata Laras sambil menatap kearah Rayyan dengan mata yang sedikit membesar karena Laras yang terkejut.


"Santai-santai, jangan begitu juga pandangannya, mengerikan sekali" kata Rayyan


"Apa saya tidak salah dengar, Mas?" tanya Laras kepada Rayyan


"Mas, bagaimana saya bisa belajar menggunakan pistol jika penyerangnya terjadi malam ini?" tanya Laras yang sudah sedikit cemas


"Tenang lah, ini baru jam 10.30 pagi, masih ada banyak waktu untuk kamu belajar menggunakan pistol, saya yakin kepadamu, dalam waktu yang singkat kamu pasti sudah mahir menggunakan pistol, lihat saja nanti" jawab Rayyan


"Entahlah, saya tidak yakin" kata Laras sambil melihat kearah jalanan melalui kaca mobil dari samping.


Tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka hingga mereka telah sampai dirumah Rayyan, Laras turun dari mobil terlebih dahulu karena Rayyan akan menyimpan mobil yang dibawanya kegarasi kembali, setelah Rayyan menyimpan mobil, mereka langsung masuk kerumah karena pintu depan sudah terbuka


"Assalamualaikum" kata mereka serentak


"Waalaikumsalam!" jawab Bibi yang ada didapur dengan suara yang sedikit berteriak


Bibi Ina langsung melangkahkan kakinya untuk menemui Laras dan Rayyan


"Maaf, Tuan, Nona Laras, Bibi didapur jadi tidak mendengar suara mobil Tuan muda Rayyan" kata Bibi


"Tidak apa-apa, Bi" jawab Rayyan dan diangguki oleh laras


"Bibi, Nana kemana?" tanya Laras


"Nana ada ditaman belakang, Nona" jawab Bibi Ina

__ADS_1


"Laras, kamu langsung menuju keruang rahasia bawah tanah, jangan lupa memberitahukan Nana soal tadi, dan katakan padanya untuk keruang rahasia bawah tanah juga" kata Rayyan


"Baik, Mas" kata Laras dan langsung melangkahkan kakinya menuju taman belakang untuk menemui Nana


"Ada apa, Tuan" tanya Bibi Ina


Rayyan tidak menjawab, dia terus melihat laras yang semakin menjauh untuk ketaman belakang, setelah Laras tidak terlihat lagi barulah Rayyan menjawab pertanyaan Bibi


"Bibi, Niel dan anak buahnya akan menyerang kita" kata Rayyan memberitahu Bibi


"Menyerang?" kata Bibi yang sudah sedikit panik


"Iya, bi" kata Rayyan yang menjawab pertanyaan dari Bibi


"Menyerang kita, maksudnya rumah ini?" tanya Bibi Ina lagi


"Bukannya hanya rumah, Bi, tetapi markas juga" kata Rayyan


"Jadi kita harus bagaimana, Tuan?" tanya Bibi Ina


"Aku sudah meminta Azka, Elang dan Candra untuk tetap ada disana, mengurus yang disana, Aku, Nana dan Bibi akan mengahadapi yang akan menyerang kesini" kata Rayyan


"Apa kita cuma bertiga, Tuan?" tanya Bibi


"Tidak, aku sudah meminta sebagian anak buah ku untuk kesini, mereka saat ini masih dalam perjalanan" kata Rayyan


"Baiklah, Tuan, tapi bagaimana dengan Nona Laras?" tanya Bibi Ina


"Akan aku mengajarkannya menggunakan pistol" kata Rayyan


"Dengan waktu yang singkat, apa Tuan yakin, Nona Laras bisa dengan mudah dan cepat mengerti semua yang Tuan ajarkan?" tanya Bibi Ina kepada Rayyan


"Saya yakin, Bi, Laras adalah gadis yang pintar, jika diajarkan sebentar pasti dia sudah paham" kata Rayyan


"Baiklah, kalau begitu, Kita keruang rahasia bawah tanah sekarang" kata Bibi yang mengajak Rayyan


Rayyan tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya, Bibi Ina yang mendapat anggukan langsung melangkahkan kakinya untuk menutup pintu depan terlebih dahulu.


"Ayo, Bi" kata Rayyan yang melihat Bibi sudah selesai menutup pintu


"Ayo, Tuan" jawab Bibi


Mereka langsung melangkahkan kaki untuk menuju keruang bawah tanah.


Setelah sampai diruang bawah tanah, Bibi dan Rayyan melihat Nana dan Laras duduk di sofa yang ada diruangan tengah karena menunggu kedatangan Rayyan dan dirinya

__ADS_1


__ADS_2