rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
56


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 18.50 malam, Rayyan dan Laras kembali kedapur untuk membawa makanan yang telah mereka masak tadi keruangan yang Rayyan maksud.


"Sebentar, Mas, biar saya buatkan teh es untuk kita minum" kata Laras


"Baiklah, biar saya hancurkan es batunya" kata Rayyan sambil membuka kulkas yang ada didapur.


Setelah selesai semuanya, Rayyan melihat kearah meja dapur yang penuh dengan makanan, minuman, gelas dan piring yang akan dibawa keruangan atas.


"Bagaimana caranya membawa ini semua?, tidak mungkin kita turun naik tangga untuk membawa ini semua" kata Rayyan yang bertanya kepada dirinya sendiri namun masih bisa didengar oleh Laras


"Tidak apa-apa, Mas, kita bisa mengulangnya" kata Laras


Rayyan tidak menjawab dia hanya tersenyum kearah Laras lalu menganggukkan kepalanya sekali.


Lalu mereka berdua membawa makanan tersebut keruangan yang dimaksud oleh Rayyan.


Saat Laras dan Rayyan ingin menaiki tangga, terdengar suara Nana yang menyapa mereka.


"Tuan, Kakak, kalian mau kemana membawa makanan-makanan itu?" kata Nana yang bertanya kepada Rayyan dan Laras


"Keruang diskusi" kata Rayyan yang menjawab pertanyaan Nana


"Nana, untung kamu disini, didapur masih ada makanan, apa kamu mau membantu kami untuk membawa makanan tersebut keruang diskusi?" tanya Laras


"Tentu, Kak" kata Nana yang langsung melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil makanan yang dimaksud oleh Laras dan membawanya keruang diskusi


Saat mereka bertiga sampai didepan pintu ruang diskusi, Rayyan memerintahkan anak buahnya yang berada didalam ruang tersebut untuk membuka pintunya dari dalam karena tangan mereka bertiga penuh dengan makanan


"Buka pintunya" kata Rayyan


Pintu ruangan tersebut langsung dibukakan oleh salah satu anak buah Rayyan


"Wah....Makanannya sudah datang" kata salah satu dari anak buah Rayyan


"Jangan dimakan dulu, kita akan makan sama-sama disini" kata Rayyan memperingatkan anak buahnya


"Baik, Bos" kata semua anak buah Rayyan serentak


"Kalau begitu, saya akan memanggil Bibi Ina untuk kesini, agar Bibi bisa ikut makan bersama kita" kata Laras


"Pergilah" kata Rayyan


"Kalau begitu, biar saya turun kebawah untuk mengambil beberapa makanan yang masih ada didapur" kata Nana

__ADS_1


Rayyan dan Laras menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Laras dan Nana langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang diskusi, Laras menuju kekamar Bibi Ina untuk memanggilnya sedangkan Nana langsung menuju kedapur lagi untuk membawa makanan tersebut keruang diskusi.


"Tok....Tok....Tok" suara pintu kamar Bibi yang diketuk oleh Laras dari luar


"Bibi" kata Laras memanggil Bibi dari luar kamar.


Namun Laras tidak mendapatkan jawaban dari panggilannya, Laras langsung membuka pintu kamar Bibi, namun Laras tidak melihat Bibi Ina didalam kamarnya.


Laras langsung menuju kedapur, untuk mencari keberadaan Bibi


Setelah sampai didapur, Laras melihat Bibi Ina dan Nana sedang berbicara, Laras langsung mendekati mereka berdua


"Maaf Laras, kamu pasti mencari Bibi ya?" tanya Bibi Ina kepada Laras


"Tidak apa-apa, Bi" jawab Laras


"Nana, kamu sudah memberitahu Bibi kan?" tanya Laras


"Sudah, kak" jawab Nana


"Ya sudah, ayo kita bawa ini semua keatas, mereka pasti sudah menunggu kita" kata Bibi Ina


Laras dan Nana langsung mengambil makanan yang masih ada disana dan membawa makanan tersebut semampunya, begitu juga dengan Bibi yang membawa piring untuk tempat mereka makan nanti


"Kenapa kalian disini?" tanya Laras kepada anak buah Rayyan tersebut


"Bos Rayyan meminta kami untuk membantu kalian membawa teh es yang ada didalam tempat besar itu" kata salah satu anak buah Rayyan tersebut sambil menunjukkan teh es yang sudah dibuat oleh Rayyan dan Laras tadi.


"Baiklah, bawalah, tinggal itu saja, yang lainnya sudah semua" kata Laras


"Baik, Nona" kata mereka berdua serentak


Laras menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya


"Ayo kita keatas" kata Bibi Ina


Mereka semua serentak menganggukkan kepala.


Setelah Laras, Nana, Bibi Ina dan dua orang anak buah Rayyan tersebut sampai diruang diskusi, mereka semua duduk diatas lantai tetapi masih beralaskan karpet termasuk semua anak buah Rayyan.


"Kalau begitu, ayo kita makan" kata Rayyan

__ADS_1


"Ayo" jawab mereka semua yang ada didalam ruangan tersebut


Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 malam, mereka sudah selesai makan, Bibi Ina, Nana dan Laras langsung berdiri dari duduknya untuk kedapur, karena akan membawa piring kotor kedapur untuk dicuci.


"Kami akan mencuci piring, kalian disini saja, nanti saya kesini lagi dan membawa beberapa cemilan untuk kalian" kata Laras yang sedang mengumpulkan piring kotor dibantu dengan Bibi dan Nana


"Baik, Nona" jawab semua anak buah Rayyan


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kalian berdua, bantu mereka membawa semuanya kedapur" kata Rayyan memerintahkan dua orang anak buahnya untuk membantu Bibi Ina, Nana dan Laras membawa piring-piring kotor dapur


"Baik, Bos" jawab kedua orang tersebut.


Setelah semuanya telah dibawa kedapur, Bibi mengelapkan lantai yang basah dengan kain.


Laras dan Nana yang baru saja sampai didapur langsung mencuci piring kotor yang telah dibawanya bersama 2 orang anak buah Rayyan.


"Terima kasih, kalian kembalilah keatas, nanti kami akan menyusul kalian" kata Laras kepada ada buah Rayyan


"Sama-sama Nona, baiklah kami akan keatas dulu" kata salah satu anak buah Rayyan


Laras dan Nana hanya menganggukkan kepalanya.


Laras dan Nana kembali melanjutkan pekerjaannya.


Diruang diskusi, Bibi ingin keluar dari ruangan itu setelah membersihkan lantai ruangan tersebut, Rayyan yang melihat Bibi mendekati pintu langsung menahan Bibi untuk tidak keluar, karena Rayyan tau bahwa Bibi Ina akan kedapur untuk membantu Nana dan Laras disana.


"Bibi, tetaplah disini, biar Laras dan Nana saja yang mencuci piringnya" kata Rayyan yang menahan Bibi


"Tidak apa-apa, Tuan, nanti Bibi akan kembali lagi kesini" kata Bibi Ina


"Bibi tidak perlu membantu mereka didapur, Bibi disini saja" kata Rayyan lagi


"Baiklah, kalau begitu" kata Bibi Ina yang kembali duduk ditempat dia makan tadi


Anak buah Rayyan yang tadi membantu Laras dan Nana membawa piring kotor telah kembali keruang diskusi dan duduk ditempatnya semula.


"Kenapa kalian kembali?, bantu mereka mencuci piring didapur" kata Rayyan kepada anak buahnya


"Nona Laras meminta kami untuk kembali kesini, Tuan" jawab salah satu dari 2 orang anak buah Rayyan tadi


"Sekarang kalian kembali kedapur dan bantu mereka disana" kata Rayyan.

__ADS_1


"Ba..Baik, Bos" kata salah satu dari 2 orang anak buah Rayyan.


Anak buah Rayyan langsung berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya kearah pintu lalu keluar dari ruang diskusi menuju dapur untuk membantu Laras dan Nana disana.


__ADS_2