rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
74


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 sore, para tamu undangan masih terus berdatangan, Laras yang sudah merasa sangat lelah meminta izin kepada Rayyan untuk kekamar dahulu.


"Mas, saya kekamar dulu ya untuk istirahat dan menukar baju, kaki saya juga sangat pegal karena terus berdiri" kata Laras sambil berbisik ditelinga Rayyan.


"Kamu lelah sekali ya?" tanya Rayyan


"Iya Mas" kata Laras sambil menganggukkan kepalanya sekali.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menemanimu kekamar untuk istirahat" kata Rayyan


"Tapi Mas, bagaimana dengan para tamu undangannya?" tanya Laras


"Sudah tidak apa-apa, yang terpenting bagi ku itu kamu, Bee" kata Rayyan sambil mengelus sedikit kepala Laras


"Tapi Mas..." kata Laras yang terpotong oleh Rayyan


"Sudah diam saja" kata Rayyan yang langsung mengangkat tubuh Laras dengan kedua tangannya.


Rayyan yang mengangkat tubuh Laras langsung melangkahkan kakinya untuk turun dari pelaminan, ketika Rayyan dan Laras ingin menaiki tangga untuk kekamar, Azka langsung mendekati dan menghentikan langkah kaki Rayyan yang mengangkat tubuh Laras


"Tuan, bagaimana dengan tamunya?" tanya Azka kepada Rayyan


"Katakan saja, pengantinnya sedang istirahat" kata Rayyan


"Baik tuan" kata Azka


"Kami kekamar dulu" kata Rayyan


Azka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sedangkan Rayyan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar sambil tangannya masih mengangkat tubuh Laras.


Ketika sudah sampai didepan kamar Laras, Rayyan tidak berhenti dan masuk kekamar tersebut.


"Mas, kamu ingin membawa saya kemana?, saya ingin kekamar saya, saya ingin istirahat" kata Laras yang tubuhnya masih diangkat oleh Rayyan


"Kekamar ku" kata Rayyan sambil terus melangkah menuju kamarnya


"Kenapa kekamar kamu Mas?" tanya Laras


Mendengar pertanyaan dari Laras, Rayyan menghentikan langkah kakinya, menurut Rayyan pertanyaan dari Laras sedikit aneh sehingga membuat Rayyan berhenti melangkah dan menatap wajah Laras sambil menaikkan sebelah alis matanya


"Kenapa Mas menatap saya seperti itu?" tanya Laras lagi


"Apakah kau lupa kita ini sudah menikah, tentu kita sudah bisa dan harus tidur satu kamar" kata Rayyan

__ADS_1


Laras langsung tersenyum kearah Rayyan


"Maaf Mas, saya lupa" kata Laras


"Tidak apa-apa" kata Rayyan yang kembali melanjutkan langkahnya menuju kekamarnya sambil mengangkat tubuh Laras.


Setelah sampai didepan pintu kamar Rayyan, Rayyan menurunkan tubuh Laras untuk berdiri.


"Bukalah" kata Rayyan yang meminta Laras untuk membukakan pintu kamarnya tersebut


Laras menganggukkan kepalanya lalu membukakan pintu kamar Rayyan.


Ketika dibuka, Laras melihat kamar Rayyan sudah dirubah menjadi kamar pengantin seperti dicerita-cerita yang telah Laras tonton.


"Mas, cantik sekali, kapan dihiasnya?" tanya Laras sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Rayyan.


"Sewaktu kita dibawah, MUA yang membantu mu bersiap-siap tadi yang membuat ini semua" kata Rayyan sambil menutup pintu kamarnya kembali


"Mas, ini cantik sekali, jadi tidak tega untuk merusaknya" kata Laras sambil terus memandangi tempat tidur Rayyan yang telah dihiasi dengan kelopak bunga mawar yang membentuk hati dan sepasang angsa terbuat dari handuk.


"Tidak apa-apa Bee, jika kamu ingin, setiap hari akan aku buat seperti ini dikamar ini" kata Rayyan sambil memeluk tubuh Laras dari belakang


"Jangan berlebihan Mas" kata Laras


"Terserah kamu saja Mas, sekarang kamu sudah pandai dalam hal menggombal, kalau begitu saya ingin mengganti pakaian dulu, gaun ini tidak nyaman" kata Laras


"Baiklah" kata Rayyan sambil melepaskan pelukkannya dari tubuh Laras


"Tapi Mas, pakaian saya masih ada dikamar saya sebelumnya" kata Laras


"Semuanya sudah dipindahkan, itu lemari pakaian mu" kata Rayyan sambil menunjukkan satu besar disamping lemari pakaiannya.


"Terima kasih Mas, kamu memang yang terbaik" kata Laras sambil melangkahkan kakinya menuju lemari pakaiannya untuk mengambil salah satu pakaian untuk dikenakannya.


"Iya dong, Rayyan gitu" kata Rayyan yang juga melangkahkan kakinya mendekati lemari pakaiannya untuk mengambil pakaian ganti yang akan dipakainya.


"Mas, kalau saya pakai baju ini bagaimana?, bagus tidak?" tanya Laras kepada Rayyan sambil menunjukkan salah satu baju gamis cantik berwarna putih dihiasi oleh mutiara dibagian pinggang, kerah dan lengannya.


"Bagus, pakai itu saja" kata Rayyan dan diangguki oleh Laras.


Setelah mendapat jawaban dari Rayyan, Laras langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk berganti pakaian


"Kalau begitu, saya akan mengganti pakai saya dahulu dikamar mandi" kata Laras yang langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada dikamar Rayyan

__ADS_1


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya lalu dia juga ikut mengganti pakaiannya didepan lemari pakaiannya saja dengan pakaian yang sesuai dengan Laras pakai, yaitu kemeja putih dengan celana panjang berwarna hitam.


Setelah selesai mengganti pakaian, Laras keluar dari kamar mandi sambil tangganya membawa gaun pengantin yang tadi dia pakaian


"Mas, aku keluar sebentar ingin mengembalikan gaun ini" kata Laras sambil menunjukkan gaun yang ada ditangannya


"kenapa dikembalikan, itu sudah aku beli" kata Rayyan sambil menutup kembali pintu lemari pakaiannya


"Apa?" tanya Laras yang memastikan apakah dia tidak salah dengar


"Gaun dan tuxedo ini sudah aku beli Bee" kata Rayyan kembali


"Untuk apa Mas, kamu membeli pakaian ini, kan cuman dipakai satu kali Mas" kata Laras


"Sudah, letakkan gaun dan tuxedo ini disofa itu saja, nanti aku akan meminta Bibi untuk mengirim gaun dan tuxedo ini ketempat cucian" kata Rayyan


"Baiklah" kata Laras sambil tangannya mengambil tuxedo yang sudah Rayyan letak diatas tempat tidur karena tadi dia menganti pakaiannya.


Setelah Laras meletakkan pakaian miliknya dan milik Rayyan, dia mendekati Rayyan yang sudah duduk diatas tempat tidur sambil bersandar pada sandaran tempat tidur.


"Mas, apa sebaiknya kita turun kebawah lagi?, karena para tamu undangannya masih ramai" tanya Laras sambil duduk ditepi tempat tidur


"Tidak perlu, kamu kan sudah lelah, istirahat lah" kata Rayyan sambil mendekati Laras dan mengelus kepala Laras


"Memangnya tidak apa-apa Mas?, saya merasa ini tidak sopan" kata Laras


"Sudahlah Bee, aku tidak memikirkan masalah itu, aku hanya memikirkan agar kamu jangan sampai kelelahan dan jatuh sakit" kata Rayyan yang masih terus mengelus kepala Laras.


"Terima kasih Mas, kamu sangat perhatian dengan saya" kata Laras sambil tersenyum kepada Rayyan


"Sini peluk aku, aku sangat ingin memelukmu dengan waktu yang lama" kata Rayyan sambil membuka tangannya.


Laras yang melihat Rayyan membuka kedua tangannya seolah-olah menunggu untuk memeluknya tanpa bertanya lagi Laras langsung memeluk tubuh Rayyan dengan posisi mereka masih duduk diatas tempat tidur


"Aku sangat menyayangimu Bee" kata Rayyan sambil memeluk tubuh Laras


"Saya juga sangat menyayangimu Mas" kata Laras yang juga ikut memeluk tubuh Rayyan.


Mereka berdua sama-sama mengungkapkan perasaannya masing-masing.


"Mas, sayang banget bunga dan angsanya" kata Laras yang sudah melepaskan pelukannya


"Sudah ku bilang, jika kamu ingin, setiap hari akan aku buat seperti ini untuk mu" kata Rayyan

__ADS_1


Laras tidak menjawab, dia hanya menggeleng kepalanya dengan cepat sebagai jawaban itu tidak perlu dan tidak mau


__ADS_2