rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
59


__ADS_3

Rayyan yang sadar akan Laras yang terus memperhatikannya langsung mendekati Laras yang duduk diatas tempat tidurnya sambil membawa beberapa senjata ditangan kiri dan kanannya.


"Aku akan keluar sebentar ingin memberikan senjata-senjata ini kepada anak buahku, tidak mungkin aku mengambil senjata diruang rahasia bawah tanah kembali, itu akan memakan waktu" kata Rayyan kepada Laras


"Iya, Mas" jawab Laras yang mengerti maksud Rayyan


Rayyan langsung melangkahkan kakinya untuk kembali keluar memberikan senjata yang dia bawa kepada anak buahnya yang sedang menunggu didepan pintu kamarnya


"Ini, bagikan kepada temanmu, mulailah dari sekarang untuk berjaga dan bersembunyi lah" kata Rayyan


"Baik, Bos" kata anak buahnya, lalu anak buahnya itu langsung melangkahkan kakinya menuju setiap tempat yang telah disebutkan oleh Rayyan untuk memberikan senjata kepada teman yang belum memiliki senjata seperti yang telah Rayyan berikan.


Ketika Rayyan ingin kembali membuka pintu kamarnya untuk masuk, lagi-lagi salah satu dari anak buah yang ditugaskan untuk bersembunyi dan berjaga dikamar Laras memanggilnya


"Bos" kata anak buahnya itu


"Iya, ada apa?" tanya Rayyan yang langsung menghadap kearah anak buahnya


"Ini senjata siapa, Bos?" tanya anak buahnya tersebut sambil menunjukkan senjata yang dibawanya kepada Rayyan


"Dari mana kamu menemukan senjata ini?" tanya Rayyan sambil tangannya mengambil senjata tersebut dari tangan anak buahnya


"Saya menemukannya dikamar Nona Laras, Bos" jawab anak buah Rayyan tersebut dengan jujur


"Baiklah, terima kasih, kamu boleh kembali ketempat mu" kata Rayyan


"Baik, Bos" jawab anak buahnya


"Tunggu sebentar" kata Rayyan menahan anak buahnya tersebut


"Ada apa, Bos?" tanya anak buah itu


"Ini, berikan alat ini juga kepada Bibi Ina atau Nana, agar kita bisa sama-sama berkomunikasi walau jarak jauh" kata Rayyan sambil memberikan alat yang sama dengan yang diberikan tadi kepada anak buahnya itu.


"Baik, Bos, saya akan memberikannya kepada Bibi atau Nana" jawab anak buah Rayyan itu dan langsung melangkahkan kakinya menuju kekamar Bibi Ina untuk memberikan alat yang diberikan oleh Rayyan


"Mereka ada dikamar Bibi Ina" kata Rayyan memberitahu anak buahnya itu yang sedikit berteriak karena jarak mereka yang sudah agak jauh


Anak buah Rayyan tersebut menghadap kearah Rayyan dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia mengerti.


Ketika anak buah Rayyan tersebut sampai didepan pintu kamar Bibi Ina, dia langsung mengetuk pintu kamar tersebut.


"Tok...Tok...Tok" suara pintu kamar Bibi yang diketuk dari luar

__ADS_1


"Siapa?" tanya Bibi dari dalam kamarnya


"Saya anak buah Bos Rayyan, Bi" kata anak buah Rayyan tersebut dari luar kamar


"Ada apa?" tanya Bibi Ina yang masih belum membuka pintu kamarnya


"Bos Rayyan memberikan alat untuk kita bisa berkomunikasi walaupun dengan jarak jauh" kata anak buah Rayyan tersebut


Setelah mendengar itu, barulah Bibi Ina membukakan pintu kamarnya.


"Ini alatnya Bibi" kata anak buah Rayyan tersebut dan langsung memberikan alat tersebut kepada Bibi


"Terima kasih" kata Bibi Ina lalu mengambil alat tersebut dari tangan anak buah Rayyan dan langsung memakaikan alat tersebut ke telinganya


"Kalau begitu, saya akan kembali ketempat saya" kata anak buah Rayyan tersebut


"Iya, berhati-hatilah" kata Bibi Ina


Anak buahnya tersebut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya untuk kembali kekamar Laras untuk kembali berjaga disana


Rayyan yang langsung masuk kembali kekamarnya setelah melihat anak buahnya turun dari tangga untuk ke kamar Bibi Ina tadi, Rayyan mendekati Laras yang saat ini berada diatas tempat tidurnya sambil ditangannya membawa senjata yang tadi diberikan oleh anak buahnya.


"Apa ini milik kamu, Bee?" tanya Rayyan yang menunjukkan senjata tersebut kepada Laras


"Tidak apa-apa, Bee, ini baru jam 21.00 malam, kamu istirahatlah, nanti jika sudah ada tanda-tanda kedatangan mereka, aku akan membangunkan kamu, Bee" kata Rayyan sambil melihat jam didinding kamarnya


"Tidak apa-apa, Mas, saya ingin menemanimu menunggu kedatangan mereka" kata Laras


"Baiklah, jika kamu lelah atau mengantuk kamu boleh istirahat, Bee" kata Rayyan sambil melangkahkan kakinya menuju kearah sofa yang ada di kamarnya lalu mengeluarkan ponsel yang ada didalam saku celananya.


Laras yang berada diatas tempat tidur Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Jam sudah menunjukan pukul 23.30, namun belum ada tanda-tanda kedatangan mereka, Laras yang dari tadi duduk diatas tempat tidur Rayyan, kini sudah berpindah ke sofa yang ada didalam kamar Rayyan dimana Rayyan juga duduk di sofa tersebut sambil fokus melihat layar ponselnya yang terhubung dengan CCTV yang ada dirumahnya ini.


"Bagaimana?, apa sudah ada tanda-tanda mereka datang?" tanya Laras yang berada disamping Rayyan sambil mendekati Rayyan karena dia juga ingin melihat apa yang Rayyan lihat di ponselnya itu


"Belum ada" kata Rayyan sambil melihat kearah Laras


Laras yang masih fokus melihat layar ponsel Rayyan tidak menyadari bahwa Rayyan saat ini melihat dan menatap kearahnya.


"Bee" kata Rayyan kepada Laras


"Iya, ada apa, Mas?" kata Laras sambil mengalihkan pandangan kearah wajah Rayyan.

__ADS_1


Saat Laras melihat kearah Rayyan, Laras merasakan hembusan nafas Rayyan yang menandakan begitu dekatnya posisi mereka saat ini.


Rayyan yang mendapat kesempatan ini tidak membuangnya, Rayyan langsung mencium kening Laras dengan cepat dan kemudian kembali melihat kearah layar ponselnya


"Cup..." suara bibir Rayyan menyentuh kening Laras


Laras yang mendapat perlakuan seperti itu langsung membenarkan posisi duduknya yang tadi sedikit miring kearah Rayyan kini sekarang berubah menjadi lurus dan duduk dengan sedikit berjarak dari Rayyan.


"Kenapa Mas mencium saya?" tanya Laras kepada Rayyan


"Tidak ada apa-apa, cuma ingin saja" kata Rayyan yang masih fokus melihat layar ponselnya


Laras yang mendapat jawaban tersebut langsung menatap kearah wajah Rayyan


"Kenapa?" tanya Rayyan yang mengetahui bahwa Laras menatapnya


Laras tidak menjawab, dia hanya terus menatap kearah Rayyan


"Apa ada yang salah?" tanya Rayyan lagi


Lagi-lagi Laras tidak menjawab pertanyaan dari Rayyan.


"Bee, kamu marah kalau aku berbuat seperti itu?" tanya Rayyan yang sudah merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih dan sedikit takut


Laras tetap tidak menjawab pertanyaan dari Rayyan.


Rayyan yang merasa telah berbuat kesalahan langsung meletakkan ponselnya di sofa samping tempat duduknya dan langsung memegang kedua tangan Laras.


"Bee, aku minta maaf, aku salah, aku hanya....hanya...." kata Rayyan yang terpotong oleh suara ketawa Laras


"Hahahahaha, mas-mas, saya tidak marah kok, lucu sekali wajah kamu, mas" kata Laras sambil terus tertawa


"Tapi kenapa kamu menatapku seperti itu, Bee?" tanya Rayyan


"Sengaja ingin melihat reaksi kamu ketika aku tatap lama-lama" kata Laras


"Jika mau menatapku itu, aku tidak berani melawan tatapan mu, Bee" kata Rayyan


"Kenapa?" tanya Laras kepada Rayyan


"Entahlah, aku tidak tau jawabannya, hanya saja jika kamu menatapku, aku pasti kalah" kata Rayyan sambil menundukkan kepalanya


"Ututututu, baiklah-baiklah, lain kali saya tidak lagi bercanda seperti ini" kata Laras

__ADS_1


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan kembali mengambil ponselnya untuk melihat kondisi rumah melalui ponselnya.


__ADS_2