rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
50


__ADS_3

Rayyan yang melihat Laras melihat kearah lain, langsung membenarkan posisi Laras agar berdiri kembali dan menghadap kearahnya


"Laras" kata Rayyan yang memanggil Laras agar laras melihat kearahnya


"Iya, ada apa, Mas?" tanya Laras yang sudah menunduk


"Kamu kenapa?" tanya Rayyan kembali dengan pertanyaan yang sama


Laras tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban


"Jika tidak ada apa-apa, kenapa kamu menundukkan kepalamu?" tanya Rayyan


"Saya hanya malu saja" kata Laras yang masih menunduk


"Malu kenapa?" tanya Rayyan


Lagi-lagi Laras hanya menggelengkan kepala


Rayyan yang melihat Laras yang masih menunduk langsung memegang dagu Laras dan mengangkat dengan tangannya agar laras melihat kearah wajahnya


"Aku disini, bukan dibawah" kata Rayyan


Laras hanya diam tidak menjawab perkataan Rayyan.


"Apa kau malu karena aku mencium mu tadi?" tanya Rayyan yang masih menggangkat wajah Laras dengan dagu Laras yang masih dipegangnya


Laras hanya menganggukkan kepalanya pelan karena dagunya masih dipegang oleh Rayyan


"Laras" kata Rayyan yang masih memegang dagu Laras


Laras yang namanya dipanggil langsung melihat kearah mata Rayyan


"Aku menyukaimu, Laras" kata Rayyan dengan menatap serius kearah mata Laras


Laras yang mendapat pernyataan suka dari mulut Rayyan langsung membesarkan matanya dan menatap kearah mata Rayyan tetapi Laras tidak mengeluarkan sepatah katapun


"Laras" kata Rayyan yang tidak lagi memegang dagu Laras tetapi memegang kedua bahu Laras menggunakan kedua tangannya.


"Iya, Mas" kata Laras yang menjawab Rayyan yang ada dihadapannya


"Apa kau mendengar perkataan ku tadi?" tanya Rayyan yang masih memegang kedua bahu Laras


Laras tidak menjawab pertanyaan dari Rayyan tetapi dia hanya menganggukkan kepalanya


"Apa kau juga menyukaiku?" tanya Rayyan kepada Laras


Lagi-lagi Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


Rayyan yang mendapat jawaban dari Laras langsung memeluk tubuh Laras. Laras yang dipeluk oleh Rayyan langsung membalas pelukan tersebut sambil tersenyum.


"Terima kasih, Laras, karena kamu mau menerimaku" kata Rayyan yang masih memeluk lantas

__ADS_1


"Sama-sama, Mas, tapi apa Mas tidak malu, karena memiliki pasangan seperti saya ini?" tanya Laras


Rayyan yang mendapat pertanyaan itu langsung melepas pelukannya, dan memegang kedua bahu Laras sambil menatap kearah mata Laras.


"Untuk apa aku malu, aku bahkan sangat bahagia dan akan segera menikahi mu, aku janji padamu" kata Rayyan


"Terima kasih, Mas" jawab Laras.


Rayyan kembali memeluk tubuh Laras, Laras yang dipeluk oleh Rayyan membalas pelukan tersebut.


Beberapa detik kemudian, Rayyan melepas pelukannya dari tubuh Laras.


"Kalau begitu, ayo, sekarang aku ajarkan kamu menggunakan pistol ini" kata Rayyan


"Baik, Mas" kata Laras yang menjawab perkataan Rayyan


Rayyan pun mengajarkan Laras menggunakan pistol dengan dirinya yang berdiri dibelakang tubuh Laras.


"Pegang pistolnya dengan begini" kata Rayyan yang mengarahkan tangan Laras agar benar saat memegang pistol tersebut.


"Lalu kakimu yang sebelah kanan sedikit dibuka belakang agar tumpuan kakimu kuat saat pistol ini mengeluarkan peluru" kata Rayyan membenarkan posisi kaki Laras.


Laras menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dirinya sudah mengerti.


"Lalu, bidik sasaran, bidiklah patung yang ada disana, ingat disini sangat membutuh kefokusan agar kau menembak tepat sasaran" kata Rayyan kembali


Lagi-lagi Laras hanya menganggukkan kepalanya.


Laras yang mendapat aba-aba langsung melepaskan pelurunya


"Dor..." suara pistol yang digunakan Laras


"Yes..., kena" kata Laras yang merasa gembira bahwa bidikannya tidak meleset.


"Bagus, kamu memang gadis pintar dan cepat mengerti" kata Rayyan yang memuji Laras


Laras yang dipuji hanya tersenyum kearah Rayyan.


"Sekarang, bidik sasaran yang ada didepan dengan sedikit cepat, sasaran kamu saat ini ada 3 patung" Kata Rayyan


Laras yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya, Laras langsung mengambil posisi seperti tadi dan membidik 3 patung yang ada didepannya.


"Dor..Dor..Dor" suara tembakkan yang dihasilkan oleh pistol yang digunakan Laras.


"Yes...semuanya tepat sasaran" kata Laras yang sangat senang karena semua yang dia bidik tidak meleset.


"Bagus, Bee" kata Rayyan yang mengelus kepala Laras.


"Bee?" kata Laras yang bertanya kepada Rayyan memastikan kembali bahwa dirinya tidak salah dengar.


"Iya, mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan 'Bee', tanpa penolakan" kata Rayyan sambil menatap kearah Laras

__ADS_1


"Baiklah, terserah kamu saja, Mas" kata Laras yang sudah pasrah


"Sekarang apa kamu masih ingin berlatih menggunakan pistol ini lagi?" tanya Rayyan


"Sebentar, saya ingin duduk dulu" kata Laras yang melangkahkan kakinya kearah tepi ruang latihan tersebut untuk istirahat dengan tangan yang masih memegang pistol tadi.


Rayyan mengikuti langkah kaki Laras dan juga ikut duduk ditepi ruang latihan tersebut.


"Kamu sudah lelah, Bee, lebih baik kamu istirahat dulu, nanti sore kita latihan lagi" kata Rayyan


Laras hanya menganggukkan kepalanya dan mengembalikan pistol yang ada ditangannya kepada Rayyan


"Ini pistolnya" kata Laras


"Aku akan meletakkannya didalam lemari" kata Rayyan yang sudah berdiri dan melangkahkan kakinya menuju sebuah lemari kayu yang ada disudut ruangan untuk menyimpan pistol tersebut.


"Kenapa disimpan disitu, Mas?" tanya Laras


"Nanti sore bukannya kita akan latihan lagi, jadi agar mudah dan tidak perlu keruangan senjata lagi untuk mengambil pistolnya" kata Rayyan


Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Rayyan kembali mendekati Laras yang sedang duduk.


"Kalau begitu, ayo, kita keruangan Lexi sebentar, setelah itu kita makan siang" kata Rayyan


"keruangan Lexi?, ayo, saya juga sudah rindu dengannya" kata laras yang langsung berdiri dari duduknya


"Ayo" kata Rayyan yang menggenggam tangan kanan Laras lalu Mambawa Laras keluar dari ruang latihan


Laras tidak menjawab dia hanya tersenyum, dan mengikuti langkah kaki Rayyan yang terus menggenggam tangannya


Ketika Rayyan ingin membuka pintu ruangan tersebut, pintu itu sudah dibuka dari luar.


"Bibi" kata Rayyan dan Laras serentak


"Tuan dan Nona Laras ingin kemana?" tanya Bibi kepada mereka


"Kami ingin keruangan Lexi sebentar, Bi" jawab Nana


"Baiklah, setelah itu kita makan siang, sebentar lagi makanannya sudah siap, Bibi sengaja kesini ingin memberitahu kalian agar berhenti latihan dulu, dan duduk menunggu makanan selesai sambil istirahat dimeja makan" kata Bibi yang memberitahu niat baiknya.


"Iya, Bi" nanti setelah melihat Lexi, kami langsung menuju meja makan" kata Rayyan


"Baik, Tuan, Nona Laras, Bibi ingin kembali kedapur" kata Bibi Ina


Rayyan dan Laras menganggukkan kepalanya serentak, Bibi yang mendapatkan anggukan langsung membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya untuk kembali kedapur.


Setelah Rayyan dan laras, melihat Bibi yang sudah menjauh, mereka pun langsung menuju keruang Lexi.


Setelah sampai didepan pintu ruangan Lexi, Rayyan langsung membuka pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2