rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
67


__ADS_3

Sesampainya Laras diruang tamu, Laras langsung mendekati mereka semua.


"Mas, makanannya sudah siap" kata Laras


"Baiklah, ayo kita makan sama-sama" kata Rayyan sambil berdiri dari duduknya


Azka dan Brian menganggukkan kepalanya dan ikut juga berdiri dari duduknya.


Laras hanya tersenyum kearah mereka bertiga.


Mereka berempat melangkahkan kaki menuju kearah meja makan dimana semua makanan sudah terhidang diatas meja.


"Wah......Ini makanannya banyak banget" kata Brian


"Kayaknya enak semua nih" kata Azka


"Ya sudah ayo kita makan" kata Rayyan lalu duduk dikursi meja makan


Begitu juga dengan Brian dan Azka, mereka juga langsung duduk dikursi meja makan, sedangkan Laras, Bibi Ina dan Nana yang masih berdiri didekat meja makan ingin kembali kedapur, namun langkah mereka terhenti oleh suara Rayyan


"Kalian ingin kemana?" tanya Rayyan kepada mereka bertiga


"Kami ingin kembali kedapur Mas, didapur masih ada yang harus dibersihkan " jawab Laras


"Nanti saja, ayo kita makan bersama-sama disini" kata Rayyan


"Tidak apa-apa tuan, nanti saja kami makannya" jawab Bibi Ina


"Ayolah, kita makan sama-sama, kalau beramai-ramai kan lebih seru" kata Azka


Brian hanya menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Azka


"Sudah jangan banyak berfikir, kita ini keluarga, dan akan menjadi keluarga yang sebenarnya" kata Rayyan sambil melihat kearah Laras lalu berdiri dari duduknya mendekati Laras dan membawa Laras untuk duduk disampingnya.


Rayyan menarik kursi kosong yang berada disampingnya dan memegang kedua bahu Laras dari belakang lalu mengarahkan Laras untuk duduk dikursi yang tadi ditariknya.


"Duduklah, kita makan sama-sama" kata Rayyan yang masih berdiri dibelakang Laras yang sudah duduk.


Laras tidak menjawab perkataan Rayyan, dia hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban bahwa dia mengiyakan perkataan Rayyan.


"Iya, ayo kita makan sama-sama" kata Azka yang langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Nana, lalu membawa Nana untuk duduk kursi sebelahnya yang saat ini diduduki oleh Brian.


"Sana minggir lo, Nana mau duduk disini, didekat gue" kata Azka sambil menarik tubuh Brian untuk berdiri dari duduknya


"Dasar lo ya" kata Brian yang sudah berdiri


Azka tidak menghiraukan perkataan Brian, Azka memegang kedua bahu Nana dan mendudukkan Nana dikursi yang tadi diduduki oleh Brian.


Nana tidak berani menolak, dia hanya menundukkan kepalanya lalu duduk dikursi tersebut.


"Ya sudah, ayo Bibi kita makan sama-sama" kata Brian sambil melangkahkan kakinya mendekati Bibi Ina dan menarik tangan Bibi Ina untuk duduk dikursi yang kosong.

__ADS_1


Bibi Ina hanya tersenyum melihat tingkah laku Brian, brian menarik kursi kosong tepatnya disamping Nana.


"Bibi duduklah" kata Brian yang membawa Bibi Ina untuk duduk dikursi yang telah ditariknya


"Terima kasih banyak Nak" kata Bibi Ina


"Sama-sama Bibi" jawab Brian yang juga menarik satu kursi kosong tepatnya disamping Bibi Ina untuk dirinya duduk.


Rayyan dan Azka serentak tertawa melihat tingkah laku Brian.


"Makanya cari pasangan pacar dong" kata Rayyan


"Gue tidak mau pacaran, gue mau langsung nikah" jawab Brian dengan santai


"Iya deh, iya deh" kata Azka


"Ya sudah, ayo kita makan" kata Bibi Ina yang menjadi penengah antara mereka bertiga


"Ayo" jawab Laras, Brian dan Nana serentak


Rayyan dan Azka langsung duduk ditempat duduknya semula


"Nak Brian, pimpin doanya ya?" tanya Bibi Ina


"Iya Bibi" jawab Brian


Setelah Brian membacakan doa makan, mereka langsung memakan makanan yang ada


Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 siang, Laras, Bibi Ina dan Nana saat ini berada didapur karena setelah makan siang tadi mereka bertiga langsung membawa piring kotor kedapur untuk dicuci, sedangkan Rayyan, Azka dan Brian langsung berpindah keruang tamu.


"Iya, alhamdulilah" jawab Laras.


"Ya sudah, kalau begitu apa sebaiknya kita buatkan air minum untuk mereka dan beberapa cemilan" kata Laras


"Baru Bibi ingin bilang begitu," kata Bibi Ina


"Iya Bibi" jawab Laras


"Buatkan saja teh es, siang-siang begini enaknya yang dingin-dingin" kata Bibi Ina


"Baik Bibi" jawab Laras.


"Nana, kamu bantu Bibi ya, kita buat cemilan yang mudah dan cepat selesai saja" kata Bibi Ina


"Baik Bibi" jawab Nana


Mereka bertiga sibuk dengan tugas mereka masing-masing didapur


Sedangkan diruang tamu, Rayyan, Azka dan Brian sedang membahas sesuatu hal yang sangat penting bagi Rayyan


"Rayyan, ada apa sebenarnya?, kenapa kamu memanggil kami berdiri untuk kerumah mu?" tanya Brian

__ADS_1


"Iya, kayaknya sangat penting" kata Azka


"Ini bukan soal pekerjaan" jawab Rayyan


"Jadi soal apa?" tanya Brian


"Gue....Gue mau mengajak Laras menikah" kata Rayyan


"Apa!?" tanya Brian dan Azka serentak dengan suara yang agak kuat dan berhasil membuat Rayyan terkejut


"Santai saja kali" kata Rayyan


"Lo serius?" tanya Azka


"Iya, gue serius, dia sudah menerima gue sebagai kekasihnya, dan gue tidak mau lama-lama seperti ini, gue mau kejenjang yang lebih serius" kata Rayyan


"Kapan kalian berdua pacaran?" tanya Brian


Azka yang mendengar itu hanya terdiam saja dan melihat kearah kedua sahabatnya


"Sebelum penyerangan itu terjadi" jawab Rayyan


"Wah-wah, kalian berdua sama ya, sebelum penyerangan terjadi kalian mengungkapkan perasaan kalian kepada mereka, apa kalian takut memendam cinta yang belum tersampaikan saat kalian gugur dimedan pertempuran?" tanya Brian sambil tertawa terbahak-bahak


Rayyan dan Azka saling menatap tanpa menjawab perkataan Brian dan tidak menghiraukan tawaan brian


"Mendingan kalian berdua harus cepat-cepat nikahi gadis pilihan kalian, jika tidak aku akan mengambilnya" kata Brian yang masih tertawa terbahak-bahak


Rayyan dan Azka serentak langsung menatap kearah Brian dengan tatapan yang tajam


"Bercanda bro, bercanda," kata Brian yang sudah tidak tertawa lagi.


"Tapi gue tidak berani buat bicara dengan dia, soal ini" kata Rayyan


"Lo sebagai laki-laki harus berani" kata Brian sambil menepuk bahu kiri Rayyan


"Baiklah, gue akan memberanikan diri gue" jawab Rayyan


"Bagus, lo juga Azka, harus berani untuk mengajak Nana kejenjang yang serius" kata Brian


"Secepatnya akan gue nikahi Nana" kata Azka


"Nah gini dong, berani, jangan sama musuh saja berani sama wanita kalah" kata Brian


Lagi-lagi Brian mendapatkan tatapan tajam dari Rayyan dan Azka.


"Apa?, kenapa kalian menatap gue begitu?, apa ada yang salah dengan ucapan gue?" tanya Brian


"Tidak ada yang salah sih" jawab Rayyan dan diangguki oleh Azka


"Lalu kenapa kalian berdua menatap gue seperti itu?" tanya Brian lagi

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, gue cuma mau bilang, sekarang lo boleh ketawakan kita berdua, tapi suatu saat jika lo sudah bertemu dengan perempuan yang lo cintai, lo akan tau rasanya bagaimana" kata Rayyan yang tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Azka yang ikut tertawa terbahak-bahak seolah-olah mengejek Brian


Brian yang mendapat kata-kata seperti itu dari Rayyan hanya terdiam tidak berani menjawab apalagi tertawa terbahak-bahak seperti tadi.


__ADS_2