rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
43


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, Rayyan masih berada dikamar Azka.


"Ya sudah, kalau begitu gue kekamar dulu" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya.


"Iya, gue juga mau istirahat, besok harus kerja" kata Azka sambil menyimpan laptopnya didalam lemari kecil samping tempat tidurnya.


Rayyan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Azka untuk keluar


"Jangan lupa, tutup kembali pintunya" kata Azka yang sudah berbaring dan sudah menutupkan matanya tetapi belum tidur


Rayyan tidak menjawab, Rayyan juga tidak menutup pintu kamar Azka, dia membiarkan pintu itu terbuka dan langsung menuju kekamarnya


Azka yang memejamkan matanya melihat apakah pintu itu sudah tertutup atau belum, ternyata pintu kamarnya belum tertutup, terpaksa dirinya lah yang harus menutupkan pintu tersebut


Azka turun dari tempat tidur menuju kearah pintu sambil mengomeli Rayyan dengan suara pelan


"Dasar teman tak ada akhlak, minta tolong sedikit saja tidak bisa, apalah daya, aku ini hanya seorang bawahan, hm......Nasib-nasib" kata Azka sambil menutup pintu kamarnya


Setelah menutup pintu kamarnya, Azka kembali ketempat tidurnya, Azka merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mematikan lampu kamarnya lalu menghidupkan lampu tidur, Azka memejamkan matanya, tak beberapa lama Azka telah masuk kedalam dunia mimpinya.


Rayyan yang sudah keluar ternyata belum kembali kekamarnya, dia sedikit rindu dengan Lucy dan Lacy, Rayyan menuju ke pintu kamar mereka dan membuka pintu kamarnya. Terlihat Lacy dan Lucy sedang tidur, Rayyan yang tidak ingin mengganggu tidur mereka kembali menutup pintu kamar tersebut.


Rayyan kembali kekamarnya, saat di kamarnya, dia melihat jam yang ada di ponselnya yang menunjukkan pukul 02.30 dini hari.


Rayyan mendekati tempat tidurnya dan duduk ditepi tempat tidurnya.


"Kenapa mataku belum mengantuk?" tanya Rayyan pada dirinya sendiri.


"Tunggu, bukannya kotak merah milik Laras ada dikamar ku ini, aku akan mengambilnya, ayah angkat Laras berkata, bahwa ibu angkat Laras menyimpan kalung liontin berwarna biru milik Laras kedalam kotak tersebut, siapa tau kalungnya benar ada didalam kotak tersebut" kata Rayyan sambil melangkah kearah lemari pakaiannya dan membuka pintu lemari tersebut untuk mengambil kotak merah milik Laras.


Setelah Rayyan mengambil kotak merah tersebut, Rayyan kembali menutup pintu lemari pakaiannya dan melangkahkan kakinya menuju ketempat tidurnya.


Rayyan duduk ditepi tempat tidurnya sambil memegang kotak merah milik Laras.


"Apa aku buka saja sekarang?" tanya Rayyan pada dirinya sendiri.


"Atau Nanti saja, bersama Laras" kata Rayyan kembali


Tiba-tiba pintu kamar Rayyan dibuka dari luar


"Allahuakbar" kata Rayyan sambil mengelus dadanya dengan sebelah tangannya

__ADS_1


"Ma..Maaf, saya tidak bermaksud untuk membuat mu terkejut, Mas," kata Laras yang masih berdiri didekat pintu kamar Rayyan


"Tidak apa-apa, ada apa?, kenapa kamu kesini?, bukannya kamu sudah tidur?" kata Rayyan yang memberi Laras begitu banyak pertanyaan.


"Mas, jika ingin bertanya, tanyakan satu-satu, saya jadi binggung ingin menjawab yang mana dulu" kata Laras


"Baiklah, sini duduk dulu" kata Rayyan sambil menepuk tempat tidur tepat disampingnya.


"Disini saja, Tidak apa-apa" kata Laras yang sudah masuk kedalam kamar Rayyan dan menutup kembali pintu kamar Rayyan.


"Tidak mungkin kau berdiri disitu terus, sudah, jangan membantah, duduk disini saja" kata Rayyan sambil kembali menepuk tempat tidurnya


"Ba..Baiklah, Mas" kata Laras sambil melangkahkan kakinya menuju ketempat tidur Rayyan dan duduk disampingnya


"Mengapa Kamu bisa berada diluar kamar, bukannya tadi kamu sudah tidur?" tanya Rayyan kembali


"Tadi saat tidur saya tiba-tiba terbangun, karena mimpi kalau Lucy dan Lacy sedang dalam bahaya, saya langsung menuju kekamar mereka, setelah saya membuka pintu kamar mereka dan melihat mereka yang sedang tidur, barulah saya sadar bahwa saya tadi hanya bermimpi" kata Laras yang menjawab pertanyaan dari Rayyan


"Jadi, mengapa kamu langsung membuka pintu kamar saya?, tanpa permisi dan juga mengucapkan salam?" tanya Rayyan lagi


"Tadi, saya sangka didalam kamar ini ada maling, dan saya pikir pasti karena saya mendengar seperti orang sedang membuka lemari, saya tidak menyangka itu ternyata Mas sendiri" kata Laras yang menjawab pertanyaan Rayyan kembali


"Membuka lemari?" tanya Rayyan yang tiba-tiba lupa


"Oh, ya allah, iya, itu saya yang ingin mengambil kotak ini dari dalam lemari pakaian saya" kata Rayyan sambil memperlihatkan kotak merah milik Laras kehadapan laras.


"Kenapa dengan kotak ini, Mas?" tanya Laras yang sudah penasaran


"Saya ingin mencari kalung liontin berwarna biru milik kamu, Laras, kamu ingat tidak, ketika ayahmu, Pak Andre Argantara berbicara kepada ibu tirimu dikamar mereka, kalung liontin berwarna biru tersebut disimpan oleh ibu mu, Suci Argantara didalam kotak berwarna merah, makanya saya ingin melihat isi kotak ini, siapa tahu kalungnya ada didalam sini" kata Rayyan


"Baiklah, bukalah" kata Laras yang meminta Rayyan yang membuka kotak miliknya itu


"Ini kotak milikmu, jadi kamu saja yang membukanya" kata Rayyan sambil memberikan kotak tersebut ke Laras.


"Tidak apa-apa, Mas saja yang membukanya, kan saya ada disini" kata Laras


"Baiklah, saya akan membukanya" kata Rayyan


Rayyan membuka kotak milik Laras dan mencari-cari kalung liontin berwarna biru milik Laras tersebut.


"Nah....Ini dia ketemu" kata Rayyan sambil mengeluarkan kalung tersebut dari dalam kotak berwarna merah tersebut.

__ADS_1


"Alhamdulilah, ternyata ada disini" jawab Laras sambil tersenyum


"Ini, kamu pakailah, ini milikmu" kata Rayyan sambi memberikan kalung tersebut dihadapan Laras.


"Terima kasih, Mas" kata Laras yang mengambil kalung tersebut dari tangan Rayyan.


"Sebentar, aku akan menyimpan kotak ini kembali" kata Rayyan sambil menutup kembali kotak merah milik Laras tersebut.


Setelah Rayyan menutup kotak tersebut, dia kembali berjalan mendekati lemari pakaiannya dan membuka pintu lemari tersebut lalu meletakkan kotak merah tersebut didalam lemari itu.


Rayyan menutup dan mengunci kembali pintu lemari pakaiannya, setelah itu, Rayyan kembali mendekati Laras dan duduk kembali disamping Laras diatas tempat tidurnya


"Mas, ini udah jam berapa?" tanya Laras


"Jam 03.00 dini hari" jawab Rayyan yang sudah melihat jam yang ada di ponselnya


"Kenapa belum tidur?" tanya Laras lagi


"Mata ini belum ingin tidur" kata Rayyan


"Sudah, sekarang tidur, jangan lupa baca doa dulu, saya ingin kekamar dulu, ingin tidur lagi" kata Laras yang sudah berdiri dari duduknya


"Sebentar, biar saya pakaikan kalung ini" kata Rayyan sambil mengambil kalung yang ada ditangan Laras


Laras tidak menjawab dan membiarkan Rayyan untuk memakaikan kalung itu dilehernya


"Berbalik lah" kata Rayyan


Laras pun paham dengan kata Rayyan, dia pun membalikkan tubuhnya membelakangi Rayyan


"Sudah" kata Rayyan yang sudah selesai memakaikan kalung tersebut


"Terima kasih" kata Laras


"Iya, sama-sama" kata Rayyan kembali


"Kalau begitu, saya kekamar dulu, ingin istirahat, kamu istirahat juga, Mas, jangan lupa baca doa dulu" kata Laras sambil melangkah mendekati pintu kamar Rayyan untuk keluar


"Iya" jawab Rayyan sambil menganggukkan kepalanya sekali


"Assalamualaikum" kata Laras yang sudah membuka pintu kamar Rayyan

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Rayyan


Laras menutup pintu kamar Rayyan kembali dan melangkah menuju kamarnya untuk istirahat, begitu juga dengan Rayyan yang langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, lalu memejamkan matanya setelah membaca doa.


__ADS_2