
Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi, Rayyan yang bangun terlebih dahulu turun dari tempat tidur lalu membenarkan selimut untuk menutupi tubuh Laras yang masih tertidur, setelah itu Rayyan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Setelah beberapa menit, Rayyan sudah selesai mandi lalu keluar dari kamar mandi, di melihat kearah tempat tidur yang saat ini masih ada penghuninya namun posisi Laras sudah tidak seperti tadi saat Rayyan tinggal untuk mandi.
"Ya allah Bee" kata Rayyan sambil menggelengkan kepalanya lalu melangkah mendekati tempat tidur
Laras dengan posisi kepalanya yang terjuntai kebawah begitu juga dengan kedua tangannya sama sekali tidak terusik dengan suara Rayyan.
"Baru aku tinggal sebentar, kamu sudah seperti ini" kata Rayyan sambil membenarkan posisi Laras
Setelah membenarkan posisi Laras kemudian menyelimuti tubuh Laras dengan selimut lalu rayyan melangkahkan kakinya mendekati koper yang berisi beberapa pakaian yang memang tidak dikeluarkan oleh Laras.
Rayyan memilih memakai pakaian santai, dengan lengan baju yang tidak panjang lalu memakai celana Levis diatas lutut.
Setelah Rayyan selesai bersiap-siap, lalu dia memesan makanan untuk dirinya dan Laras melalu telpon yang sudah tersedia oleh pihak hotel.
Rayyan mendekati tempat tidur setelah memesan makanan untuk membangunkan Laras
"Bee....Bangun, ini sudah pagi, ayo mandi dulu" kata Rayyan sambil membuka selimut yang menutupi tubuh Laras
Laras yang tidurnya sangat lelah tidak terusik sedikit pun dengan suara Rayyan.
"Bee....Bangun" kata Rayyan sambil menepuk pelan pipi Laras
Laras tidak menjawab, dia hanya berganti posisi yang awalnya terlentang sekarang sudah menghadap kearah Rayyan lalu satu tangannya memegang dada Rayyan
"Lucunya istriku ini," kata Rayyan sambil mencubit hidung Laras
Laras yang terusik pun langsung membenamkan wajahnya di ketiak Rayyan.
"Mas....saya masih ngantuk" kata Laras.
"Sudah jam berapa ini sayang" kata Rayyan sambil mencubit pipi Laras karena terlihat menggemaskan.
"Tapi masih ngantuk" kata Laras kembali
"Ya sudah kalau begitu, bagaimana jika aku yang akan memandikan kamu?" tanya Rayyan kepada Laras
Mendengar pertanyaan dari Rayyan, Laras langsung bangun namun masih duduk diatas tempat tidur.
__ADS_1
"Kenapa Bee?" tanya Rayyan kembali
"Tidak perlu, biar saya mandi sendiri" jawab Laras sambil turun dari tempat tidur dengan cepat dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Rayyan yang melihat tingkah Laras hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, lalu Rayyan mendengar pintu kamar diketuk oleh seseorang dari luar.
"Tok...Tok...Tok..." suara pintu kamar yang diketuk dari luar.
"Permisi tuan, nyonya" kata seseorang tersebut dari luar
"Iya, ada perlu apa?" tanya Rayyan yang membuka pintu kamar tersebut.
"Saya ingin mengantar makanan yang anda pesan tuan" kata pelayan hotel tersebut sambil memberikan sebuah troli yang berisi beberapa makanan kepada Rayyan
"Baiklah, terima kasih banyak, kamu bisa pergi" kata Rayyan sambil mengambil troli yang diberikan oleh pelayan tersebut
"Permisi tuan" kata pelayan tersebut sambil menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang lain.
Rayyan kembali masuk kedalam kamar dan tidak lupa menutup pintu kamarnya kembali.
Ketika Rayyan hendak melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada didalam kamar tersebut, Rayyan melihat pintu kamar mandi terbuka lalu keluarlah Laras yang baru selesai mandi dengan tubuhnya yang hanya menggunakan handuk kimono dengan warna yang juga sama dengan yang Rayyan gunakan, sedangkan rambut Laras sengaja disiput keatas karena dia tidak ingin membasahkan rambutnya
"Sudah segarkan tubuhnya?" tanya Rayyan kepada Laras
"Ya sudah, ayo kita sarapan, ini sarapannya sudah datang" kata Rayyan sambil memperlihatkan sebuah troli berisi makanan yang ada ditangannya
Laras hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Rayyan
Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju sofa yang letaknya disalah satu sudut ruangan didalam kamar tersebut.
"Kamu duduklah, biar aku yang menurunkan makanannya" kata Rayyan
"Tidak Mas, kali ini biar saya saja yang melayani kamu" kata Laras
"Baiklah" jawab Rayyan dan langsung duduk diatas sofa
Laras dengan lihainya melayani sang suami dengan bertanya dengan Rayyan apa yang ingin dimakan dengan cekatan Laras mengambilkan dan memberikan sepiring makanan kepada Rayyan, setelah itu barulah dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Setelah beberapa menit mereka berdua telah selesai dengan sarapan pagi, Laras menyusun kembali piring-piring yang berisi masih sisa lauk pauk serta piring yang kotor ke troli untuk dibawa turun oleh pelayan hotel, sedangkan Rayyan langsung melangkah mendekati telpon yang ada didalam kamar untuk memanggil pelayan hotel agar menjemput troli dan beberapa piring kotor tersebut.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, terdengar suara pintu kamar mereka yang diketuk dari luar.
"Tok...Tok...Tok..." suara pintu yang diketuk
"Permisi tuan dan nyonya" kata seseorang dari luar kamar
"Iya" jawab Laras yang membukakan pintu kamar sambil membawa troli ditangannya
"Maaf mengganggu waktunya nyonya, saya dipanggil untuk mengambil troli itu" kata pelayan tersebut sambil menunjukkan troli yang ada ditangan Laras dan ternyata pelayan tersebut adalah seorang laki-laki.
"Oh, iya ini trolinya" kata Laras sambil memberikan troli tersebut kepada pelayan hotel.
"Baik nyonya, terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu" kata pelayan tersebut namun matanya terus menatap wajah dan mata Laras.
Laras hanya tersenyum kepada pelayan tersebut sambil menganggukkan kepalanya sekali, Rayyan yang baru keluar dari kamar mandi dapat melihat jelas pelayan tersebut menatap Laras dengan lekat karena pintu kamar yang memang dibuka lebar oleh Laras untuk mengeluarkan troli tadi.
"Jaga mata mu jika tidak ingin aku cungkil" kata Rayyan yang langsung memeluk posesif tubuh Laras dari belakang sambil matanya menatap tajam kearah pelayan tersebut.
"Maaf tuan, nyonya, saya permisi dulu" kata pelayan tersebut yang langsung meninggalkan Rayyan dan Laras.
Rayyan dan Laras masih berpelukkan didepan pintu kamar.
"Kamu ini Mas, kenapa bicara seperti itu, kasian dia ketakutan" kata Laras
"Lah memang salah, jika aku tidak menginginkan kamu ditatap oleh laki-laki lain, apalagi kamu yang masih menggunakan kimono begini?" tanya Rayyan yang masih memeluk tubuh Laras
"Astaghfirullahal'adzim" kata Laras sambil menepuk dahinya
"Kenapa Bee?" tanya Rayyan kepada Laras lalu melepaskan pelukannya dan membawa tubuh Laras masuk kedalam kamar kembali tidak lupa Rayyan menutup pintu kamar tersebut kembali
"Mas, pantas saja pelayan tadi menatap saya, saya hanya memakai..." kata Laras yang tidak ingin melanjutkan kalimatnya dan hanya menunjukkan baju yang saat ini dia pakai
"Tidak apa-apa, lain kali lihat dulu situasinya baru keluar, oke, aku tidak mau tubuh istriku dilihat oleh orang lain sekalipun itu hanya bayanganmu" kata Rayyan
"Uuuu...Suami ku bisa cemburu juga ya?"kata Laras sambil menarik pelan hidung Rayyan
"Ya bisalah" kata Rayyan
"Sudah-sudah, aku mau memakai baju dulu" kata Laras
__ADS_1
"Iya, pergilah" kata Rayyan
Laras pun langsung melangkahkan kakinya menuju koper untuk mengambil pakai santai yang akan dikenakannya.