
Akhirnya hari pernikahan Laras dan Rayyan tiba, MUA yang kemaren datang kini sudah datang dan telah selesai mendandani Laras didalam kamarnya ditemani oleh Nana.
"Wah... kakak cantik sekali" kata Nana sambil menatap Laras yang telah siap dengan gaun dan make up diwajahnya.
"Iya benar yang dikatakan oleh nona Nana, sangat cantik, make up yang kami gunakan juga tidak terlalu tebal, karena wajah nona Laras aslinya memang sudah cantik" kata salah satu anggota MUA yang ikut membantu mempersiapkan Laras.
"Iyalah, kakak siapa dulu" kata Nana
"Kamu ini ada-ada saja" kata Laras sambil mengelus kepala Nana
"Kakak" kata Nana sambil menatap wajah Laras yang masih mengelus kepalanya
"Iya, kenapa?" tanya Laras
"Bolehkah aku memelukmu sebentar?" tanya Nana kepada Laras
Laras tersenyum mendengar apa yang diminta oleh adiknya tersebut lalu kedua tangannya dibukanya seolah-olah juga minta dipeluk oleh Nana
"Ayo, peluklah" kata Laras
Dengan cepat Nana langsung memeluk tubuh Laras.
"Kakak, jika kakak sudah memiliki suami, jangan lupakan dan tinggalkan aku ya" kata Nana
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu, tapi jika kamu sudah menikah nanti kamu harus mandiri dan jangan tergantung pada diriku juga" kata Laras sambil mengelus kembali kepada Nana yang masih berada didalam pelukkannya
"Nona Nana, sekarang nona gantilah pakaian yang ada diatas tempat tidur itu, Nona diminta oleh tuan Rayyan untuk mendampingi Nona Laras nanti" kata salah satu anggota MUA yang membantu Laras tadi
"Benarkah?" tanya Laras sambil melepaskan pelukkannya dari tubuh Laras
"Iya, tuan Rayyan menghubungi bos kami langsung ketika kami dalam perjalanan pulang dari rumah ini kemaren" kata salah satu anggota MUA tadi.
"Apa itu bener kak?" tanya Nana kepada Laras
"Mungkin benar, karena saat kalian berdua mengantar MUA ke pintu depan untuk pulang, aku melihat Mas Rayyan seperti mengirim pesan singkat kepada seseorang, mungkin saja kepada bos mereka" kata Laras
"Iya Nona Laras, pesan itu memang dikirim kepada bos kami" kata salah satu anggota MUA yang lain
"Baiklah, aku ganti baju dulu ya kak" kata Nana
__ADS_1
Laras hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Setelah beberapa menit, Nana keluar dari kamar mandi dengan memakai dress warna putih yang cukup panjang, lengan baju tersebut juga panjang, sangat cocok dengan tubuh Nana yang cukup ramping.
"Wah...Nana, belum juga kamu memakai make up, kamu sudah cantik begini" kata Laras yang melihat Nana sedang melangkahkan kaki mendekatinya
"Iya Nona Laras, Nona Nana sangat cantik tidak kalah dengan kakaknya" kata salah satu anggota MUA
"Kalian jangan memujiku seperti itu, aku malu dan tidak percaya diri" kata Nana sambil menundukkan kepalanya.
"Nana, kamu harus percaya diri dong, kamu sangat cantik, dress ini sangat cocok di tubuhmu" kata Laras sambil memegang dagu Nana untuk mengangkat wajah Nana agar menatapnya
"Iya nona Nana, kamu sangat cocok menggunakan dress ini, kalau begitu ayo saya akan memakaikan sedikit make up diwajah mu, agar terlihat lebih sempurna" kata salah satu anggota MUA tersebut
"Baiklah" kata Nana sambil duduk dikursi depan kaca besar yang ada dikamar Laras untuk di make up oleh anggota MUA
"Nona Laras, nona ingin memakai heels yang mana?" tanya salah satu MUA sambil mengeluarkan beberapa macam model heels.
Model pertama, dengan warna putih yang tingginya 5 cm dan bagian depan dipenuhi dengan mutiara. Model kedua, dengan warna putih dengan tingginya 3cm serta di bagian depannya dipenuhi renda bunga-bunga. Model ketiga, dengan warna yang sedikit kecoklatan dengan tinggi 5cm dan dipenuhi dengan mutiara yang senanda. Lalu model yang terakhir, dengan warna putih yang tingginya 4cm bagian depannya dipenuhi oleh mutiara dan dikedua heelsnya diberi renda yang dibentuk seperti pita.
"Aku pakai heels yang terakhir itu saja, tidak terlalu tinggi dan juga simpel" kata Laras
Laras hanya tersenyum lalu mencoba heels yang telah dipilihnya.
"Wah....Pilihan nona Laras sangat bagus dan sangat cocok dengan gaun yang nona pakai" kata salah satu anggota MUA yang tadi membantu Laras memilih heels.
"Terima kasih" kata Laras
"Sama-sama nona.
Nana yang sudah siap dengan dandanannya langsung berdiri dari duduknya dikursi depan cermin dan langsung mendekati kakaknya
"Kakak sangat cantik" kata Nana
"Kamu juga cantik" kata Laras sambil mengelus kepala Nana
"Terima kasih kakak" kata Nana
"Iya sama-sama, oh iya, apa kamu tidak menggunakan hijab?" tanya Laras kepada Nana
__ADS_1
"Tidak kak" jawab Nana
"Tidak apa-apa, itu pilihan kamu" kata Laras
"Kakak tidak marah kan?" tanya Nana kepada Laras sambil memegang kedua tangan Laras
"Tidak,tenanglah aku tidak akan marah, sudah sana rapikan dulu rambutmu" kata Laras
"Ayo nona, biar saya rapikan dulu rambut nona" kata anggota MUA yang tadi mendandani Nana
"Baiklah" jawab Nana lalu kembali duduk dikursi depan kaca besar tadi
"Rambut nona saya buat seperti dijalin ya, tapi tidak semua, hanya bagian sisi kiri dan kanan saja lalu saya beri satu jepitan cantik di bagian belakangnya" kata anggota MUA tadi sambil melakukan sesuai yang diucapkannya itu.
"Wah...Kamu sangat mahir membuatnya" kata Nana sambil melihat-lihat rambutnya dari pantulan cermin
"Terima kasih atas pujiannya nona" kata anggota MUA tersebut.
"Kalau begitu, ayo kita cari heels yang cocok untuk nona pakai" kata salah satu anggota MUA yang tadi membantu Laras memilih heels
Lalu Nana berdiri dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya mendekati anggota MUA yang telah mengeluarkan beberapa heels untuknya.
"Ya Allah, semuanya tinggi-tinggi, aku tidak suka" kata Nana sambil melihat beberapa heels.
"Jika nona Nana tidak menyukai yang tinggi, bagaimana kalau yang ini, tingginya cuma 3cm, bagian depannya ada pita dan tertutup, cantik dan juga simpel" kata anggota MUA tersebut sambil memberikan sepasang heels didepan kaki Nana
"Baiklah, aku pilih yang ini saja" kata Nana lalu memakai heels tersebut
"Nah kan, sangat pas dan cocok" kata anggota MUA tadi
"Iya, sangat cocok, aku suka karena tidak terlalu tinggi dan juga nyaman saat aku memakainya" kata Nana sambil berjalan beberapa langkah.
"Alhamdulilah, akhirnya nona Laras dan nona Nana sudah siap" kata salah satu anggota MUA
"Iya, alhamdulilah, terima kasih banyak atas bantuan kalian semuanya" kata Laras dan diangguki oleh Nana
"Sama-sama nona, ini sudah tanggung jawab kami" kata salah satu anggota MUA tersebut
"Baiklah, biarkan saya turun untuk melihat proses ijab kabulnya, nanti ketika sudah waktunya nona Laras turun saya akan memberitahukannya" kata salah satu anggota MUA tersebut dan diangguki oleh Laras dan Nana
__ADS_1
Salah satu anggota MUA tersebut keluar dari kamar Laras dan melangkahkan kakinya untuk turun keruang tamu yang telah disulap dan diubah menjadi tempat berlangsungnya prosesi pernikahan sekaligus tempat proses ijab kabulnya.