
Tidak lama setelah itu, mereka pun sampai didepan hotel yang telah dibooking, Brian langsung turun dari mobil lalu berjalan menuju kebagasi mobil untuk mengeluarkan koper milik Rayyan dan Laras dibantu oleh anak buah Rayyan yang tadi menjadi sopir mereka, sedangkan Rayyan langsung mengangkat tubuh Laras yang masih tertidur untuk masuk kedalam kamar hotel.
"Kamu tunggu sebentar disini, setelah ini aku kembali kesini dan kamu antar aku kembali ke tempat jet pribadi tuan Rayyan, aku akan pulang" kata Brian kepada anak buah Rayyan yang membawa mobil tadi
"Baik Bos" jawab anak buah Rayyan tersebut lalu dia masuk kembali kedalam mobil.
Brian langsung mengikuti langkah kaki Rayyan yang sudah masuk kedalam hotel sambil menggendong tubuh Laras.
"Ayo ikut aku" kata Brian yang langsung melangkahkan kakinya menuju kamar yang telah disiapkan khusus untuk Rayyan dan Laras.
Tanpa bertanya Rayyan langsung mengikuti langkah kaki Brian, sehingga sampailah mereka didepan kamar yang akan ditempati oleh Rayyan dan Laras.
Brian langsung membuka pintu kamar tersebut, lalu meletakkan kartu yang tadi digunakan untuk membuka pintu ketempat untuk menghidupkan lampu agar lampu dikamar tersebut menyala, karena Rayyan tidak bisa melakukannya sebab masih mengendong tubuh Laras.
"Masuklah" kata Brian setelah kamar tersebut sudah terang
Rayyan masuk kedalam kamar tersebut dan langsung menuju kearah tempat tidur untuk meletakkan tubuh Laras yang masih tertidur pulas.
"Ini koper kalian gue akan meletakkannya disini saja, kalian istirahat lah, gue akan pulang" kata Brian
"Baiklah, terima kasih banyak, hati-hati, jika terjadi sesuatu disana cepat hubungi gue" kata Rayyan
"Oke, aman" kata Brian
Rayyan yang sudah meletakkan Laras ketempat tidur, langsung mengantar Brian kedepan pintu kamar
"Gue pulang sekarang, assalamualaikum" kata Brian
"Iya, waalaikumsalam" jawab Rayyan
Brian pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke mobil yang tadi mengantarnya bersama Rayyan dan Laras.
Sedangkan Rayyan yang sudah tidak melihat Brian lagi langsung menutupkan pintu kamarnya.
"Aku akan mandi terlebih dahulu" kata Rayyan sendiri sambil masuk kedalam kamar mandi.
Setelah beberapa saat, Rayyan sudah selesai dengan mandinya dan keluar dari kamar mandi sambil memakai handuk kimononya yang berwarna putih, Rayyan melihat kearah tempat tidur yang sudah tidak ada Laras disana, dia mencari kesemua sudut ruangan dan menemukan Laras sedang berdiri termenung didepan jendela memandang pemandangan diluar yang sangat cantik.
"Bee, kau sedang apa?" tanya Rayyan sambil melangkah mendekati Laras lalu memeluk tubuh Laras dari belakang
"Sedang melihat pemandangan diluar, tu lihat cantikkan?" tanya Laras
__ADS_1
"Lebih cantik yang saat ini aku peluk" kata Rayyan sambil mencium leher Laras dari belakang
"Kamu ini sejak kapan pandai menggombal?" tanya Laras yang masih dipeluk oleh Rayyan
"Sejak aku bertemu dengan mu" jawab Rayyan
"Dasar kamu ini, ya sudah, lepaskan dulu, saya mau mandi" kata Laras
"Kamu belum mandi saja sudah wangi, apalagi kalau kamu sudah mandi" kata Rayyan sambil terus mencium leher Laras dari belakang
"Mas.....Sudah dong, geli...." kata Laras
"Ya sudah, mandi dulu gih sana, aku akan memesan makanan" kata Rayyan
"Kamu tinggalin saya sendiri dikamar ini?" tanya Laras
"Maksudnya?" kata Rayyan yang bertanya kembali kepada Laras karena dirinya tidak mengerti apa yang ditanya oleh Laras barusan.
"Kamu bukannya ingin memesan makanan, jadi apa kamu akan meninggalkan saya disini sendiri, kamu memesan makanan tentunya harus turun kebawah kan?" tanya Laras
"Oh, begitu maksudnya, Bee.....aku tidak kemana-mana, aku memesan makanannya dari dalam kamar ini saja, kan ada telepon" kata Rayyan
"Oooo, oke deh kalau gitu, saya mandi dulu" kata Laras sambil berlari masuk kedalam kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi tersebut.
Setelah Rayyan memesan makanan, Rayyan duduk diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya dengan masih memakai handuk kimono.
Laras yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono yang sama dengan Rayyan.
"Mas, kenapa kamu masih memakai kimono?" tanya Laras kepada Rayyan sambil melangkah mendekati Rayyan yang masih duduk ditempat tidur
"Kamu sudah selesai mandi rupanya, ah...Aku masih memakai kimono ini karena aku malas untuk mengganti pakaian" jawab Rayyan sambil berpindah mendekati Laras yang duduk tidak jauh darinya.
"Mas, kapan kita ke Raja Ampatnya?" tanya Laras kepada Rayyan
"Besok pagi kita akan berangkat kesana" jawab Rayyan yang sudah memeluk tubuh Laras
"Janji" kata Laras
"Iya Bee, aku janji" kata Rayyan sambil terus memeluk tubuh Laras.
"Jadi malam ini kita mau kemana?" tanya Laras kepada Rayyan
__ADS_1
"Kita akan berkeliling didaerah sini saja" kata Rayyan
"Baiklah, saya mau beli jajanan disekitar sini, bagaimana?, boleh kan?" tanya Laras
"Boleh dong, untuk kamu apa yang tidak boleh Bee" kata Rayyan sambil mencium leher Laras.
"Beneran boleh ni?" tanya Laras lagi
"Iya, tapi harus izin dengan ku dulu, kalau aku bilang boleh berarti boleh, tetapi jika aku bilang tidak yang tidak, kamu mengerti Bee?" kata Rayyan yang kembali bertanya kepada Laras.
"Iya Mas" jawab Laras sambil tersenyum.
"Ya sudah, aku mau memakai pakaian dulu, ini sudah jam 18.30, sekalian aku ingin sholat magrib" kata Rayyan
"Kamu imamnya ya?" tanya Laras
"Iya" jawab Rayyan
"Kalau begitu aku ganti baju, kamu ambil wudhu dulu, setelah itu aku berwudhu kamu ganti baju" kata Rayyan yang sudah melepaskan pelukannya dari tubuh Laras dan sudah berisi
"Iya" jawab Laras
Mereka berdua pun langsung melakukan apa yang sudah dikatakan oleh tadi, setelah selesai mereka berdua melaksanakan sholat magrib berjamaah dengan Rayyan sebagai imamnya.
Setelah selesai sholat magrib, Rayyan menghadap ke arah Laras yang ada dibelakangnya sebagai makmum untuk bersalaman dan dengan senang hati Laras mencium tangan Rayyan yang kini sudah menjadi suaminya.
"Bee, Boleh aku berbaring dipangkuan mu sebentar saja?" tanya Rayyan kepada Laras
"Kenapa bertanya kamu Mas, tentu saja boleh, sini berbaringlah" kata Laras sambil tersenyum kepada Rayyan
Rayyan pun langsung berbaring dipangkuan Laras, Laras melepaskan peci yang dipakai oleh Rayyan dan mengelus rambut Rayyan
"Nyamannya" kata Rayyan sambil menatap wajah Laras yang polos tanpa menggunakan make up
Laras hanya tersenyum kepada Rayyan dengan tangannya masih sibuk mengelus kepala Rayyan.
"Ternyata kamu juga bisa manja ya?" tanya Laras sambil menarik hidung Rayyan yang terus menatapnya.
"Bolehkan aku manja dengan kamu Bee?" kata Rayyan yang bertanya kepada Laras
"Boleh, tapi hanya dengan saya" kata Laras dengan serius
__ADS_1
"Iya Bee, hanya dengan kamu" jawab Rayyan dengan serius juga
Setelah Rayyan menjawab perkataan Laras, mereka sama-sama tertawa dengan tangan Laras yang terus mengelus rambut Rayyan yang masih berada dipangkuannya.