rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
82


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi, Rayyan dan Laras sudah bangun dan sudah bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang Laras inginkan


"Mas, ayo kita pergi sekarang" kata Laras yang sudah siap.


"Ayo" jawab Rayyan


Mereka pun turun kelantai bawah dan menuju ke mobil yang sudah siap mengantar mereka berdua ketempat tujuan yang disopiri oleh salah satu anak buah Rayyan dan anak buah Rayyan yang lain mengikuti mereka dengan mobil yang lain, mereka menggunakan pakaian yang santai tidak seperti biasanya, namun tetap membawa senjata berupa pistol karena Rayyan tidak ingin orang-orang yang ada ditempat tujuannya nanti menjadi takut atau terasa tidak nyaman.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, saat ini Rayyan dan Laras sedang dalam perjalanan pulang menuju hotel mereka untuk istirahat.


"Mas, saya boleh tidur sebentar?" tanya Laras kepada Rayyan


"Kamu ngantuk Bee?" kata Rayyan yang balik bertanya kepada Laras


"Iya" jawab Laras sambil menganggukkan kepalanya


"Baiklah, ayo sini tidurlah" kata Rayyan sambil menepuk bahu kanannya agar Laras menyandarkan kepalanya


Laras mengikuti apa yang dikatakan oleh Rayyan, dan baru beberapa menit, Laras sudah tertidur pulas.


"Kasian kamu Bee, pasti sangat kelelahan namun kamu tidak mau memberitahu kan itu kepada ku" kata Rayyan sambil mengelus pipi Laras


Setelah hampir 1 jam, mereka telah sampai didepan hotel, Rayyan yang tidak ingin membangunkan Laras langsung mengangkat tubuh Laras keluar dari mobil.


"Kamu bisa istirahat, begitu juga dengan teman-teman mu" kata Rayyan kepada sang sopir atau anak buahnya yang kini telah menutup kembali pintu mobil


"Baik tuan" jawab anak buahnya tersebut dan langsung masuk kedalam mobil lalu menjalankan mobil tersebut


Rayyan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar hotel, lagi-lagi Rayyan dibuat kebingungan, bagaimana caranya dirinya membuka pintu kamar tersebut sedangkan kedua tangannya masih mengangkat tubuh Laras.


"Biar saya bantu tuan" kata salah satu pelayan yang kemaren malam membantu Rayyan membukakan pintu kamar hotel


"Ah, iya kamu lagi ternyata, silahkan ambil kartunya dikantong celana saya yang ada dibelakang sebelah kanan" kata Rayyan


"Baik tuan" jawab pelayan tersebut

__ADS_1


Setelah pintunya terbuka dan lampu yang ada di dalam kamar tersebut telah menyala semua, Rayyan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar hotel tersebut dan meletakkan tubuh Laras diatas tempat tidur, setelah Rayyan melepaskan sepatu yang dikenakan oleh Laras, Rayyan langsung menyelimuti tubuh Laras dengan selimut yang ada disana, lalu Rayyan kembali melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, dan melihat pelayan yang tadi membantunya ingin pergi.


"Tunggu sebentar" kata Rayyan yang menghentikan pelayan tersebut


"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya pelayan tersebut yang sudah menghadap kearah Rayyan


"Tidak, tapi ini untukmu sebagai ucapan terima kasih karena kamu telah membantu ku dua malam ini" kata Rayyan sambil langsung memasukkan beberapa lembar uang merah kedalam kantong baju pelayan tersebut.


"Te...Terima kasih banyak tuan" kata pelayan tersebut sambil sedikit membungkukkan tubuhnya


"Sama-sama, kamu bisa pergi" kata Rayyan


"Baik tuan, saya permisi dulu" kata pelayan tersebut


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban


Pelayan tersebut langsung pergi begitu pula dengan Rayyan yang langsung masuk dan mengunci pintu kamar tersebut dan melangkah mendekati tempat tidur sambil melihat kearah Laras yang masih tertidur pulas.


"Untungnya kamu aku suruh mandi saat ingin pulang tadi, jadi tidak perlu mandi lagi, tapi jika tidak aku bangunkan kamu untuk mencuci kaki, kamu pasti akan bermimpi lagi seperti semalam" gumam Rayyan yang masih melihat kearah Laras.


"Sebaiknya aku bangunkan saja" kata Rayyan yang naik keatas tempat tidur untuk membangun Laras.


"Bee...Ayo bangun sebentar" kata Rayyan yang berusaha membangunkan Laras, namun saat Rayyan ingin mengelus kepala Laras, Laras langsung memeluk tubuh Rayyan.


"Bee, bangun sebentar" kata Rayyan yang masih berusaha membangunkan Laras


"Saya lelah mas, saya juga ngantuk mau kekamar mandi saja rasanya malas sekali" kata Laras yang matanya masih terpejam


"Baiklah" kata Rayyan yang langsung mengangkat tubuh Laras


"Mas, mau bawa saya kemana?" tanya Laras yang sedikit terkejut dan langsung mengalungkan tangannya ke leher Rayyan agar tidak jatuh


"Katanya malas, jadi biar aku yang mengangkat dan mambantu mu mencuci kami" kata Rayyan


Laras hanya tersenyum kearah Rayyan, setelah selesai Rayyan kembali membawa Laras kearah tempat tidur.

__ADS_1


"Terima kasih banyak suamiku sayang" kata Laras sambil tersenyum dan menyimpan wajahnya dileher Rayyan


Rayyan yang mendengar kata tersebut langsung menghentikan langkah kakinya


"Coba ulangi lagi" pinta Rayyan yang masih mengangkat tubuh Laras


"Terima kasih banyak suamiku sayang" ulang Laras


Rayyan tersenyum dan membawa Laras menuju tempat tidur, lalu meletakkan tubuh Laras dibawah tubuhnya, Rayyan mencium leher Laras sehingga membuat Laras sedikit terkejut.


"Mas, geli" kata Laras


"Bee..." kata Rayyan sambil menatap kedua mata Laras.


"Iya, ada apa Mas?" tanya Laras


"Kamu ganti baju dulu gih, sama jangan lupa cuci kaki, agar tidak mimpi seperti semalam" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras yang saat ini dibawah kukungannya


"Baiklah, tapi kamunya bangun dulu, saya tidak bisa bergerak" kata Laras


Rayyan pun memindahkan tubuhnya kesamping dan membiarkan Laras pergi kekamar mandi dan berganti pakaian.


Setelah beberapa menit, Laras pun sudah selesai berganti pakaian dan melihat kearah jam yang ada didinding kamar hotel yang saat ini dia tempati telah menunjukkan pukul 23.15 malam lalu dia melihat kearah Rayyan yang bersandar di sandaran tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


"Mas, kenapa belum tidur?" tanya Laras sambil melangkah mendekati tempat tidur


"Menunggu kamu Bee" kata Rayyan lalu mengalihkan pandangannya kearah Laras, dengan susah payah Rayyan menelan salivanya karena melihat Laras yang memakai baju tidur yang disiapkan oleh pihak hotel terlalu seksi.


"Mas, kenapa kamu menatap saya seperti itu?, tidak cocok ya?" tanya Laras yang sudah berdiri disamping tempat tidur dan didekat ujung kaki Rayyan karena ingin naik keatas tempat tidur.


"Bee, apa kamu ingin menggoda iman ku?" tanya Rayyan sambil sebelah tangannya meletakkan ponselnya diatas lemari kecil samping tempat tidur.


"Ma...Maksud kamu apa mas?" tanya Laras yang sudah sedikit memundurkan dirinya.


"Kamu begitu seksi Bee" kata Rayyan yang dengan cepat tangannya menarik tangan Laras agar Laras tidak kembali melangkah mundur.

__ADS_1


"Ada apa Mas?" tanya Laras yang sudah terduduk diatas pangkuan Rayyan


Rayyan tidak menjawab, dia hanya terus mencium leher Laras dan kedua tangannya memeluk erat pinggang Laras.


__ADS_2