
Setelah pintu ruangan tersebut terbuka, Rayyan dan Laras melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ruangan Lexi, Namun siapa sangka, Lexi yang seolah-olah tau, siapa yang datang langsung melompat kearah pintu dan membuat Laras dan Rayyan terkejut.
"Astaghfirullah'alazim" kata Laras dan Rayyan bersamaan
Laras hampir terjatuh kelantai karena sangking terkejutnya, untung Rayyan cepat menangkap tubuh Laras agar tidak terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa, Bee?" tanya Rayyan sambil membenarkan posisi Laras agar berdiri kembali
"Iya, saya tidak apa-apa, terima kasih, Mas" kata Laras yang sudah berdiri dengan benar
"Syukurlah" kata Rayyan
Lalu Rayyan dan Laras langsung melihat kearah Lexi, karena tadi dia melompat dan sekarang berada didekat kaki Laras dan Rayyan
"Kamu, lain kali jangan seperti itu lagi, jika Laras tadi jatuh, bagaimana?, kalau terkena pintu ini, bagaimana?" tanya Rayyan yang sedikit membentak Lexi
Lexi yang dibentak, langsung menundukkan kepalanya dan langsung duduk dihadapan Laras dan Rayyan.
Laras mengerti kenapa Lexi duduk dan menundukkan kepalanya.
"Mas, sudah tidak apa-apa, saya pun tidak terjatuh, kasihan dia jika dibentak seperti itu, dia juga punya perasaan, Mas" kata Laras
Rayyan tidak menjawab dia hanya menatap tajam kearah Lexi yang duduk dan masih menundukkan kepalanya.
Laras langsung duduk bersila didepan Lexi sambil mengelus kepala Lexi
"Lexi, kamu jangan bersedih, Tuanmu marah bukan berarti dia tidak sayang kepadamu, jadi jangan bersedih lagi, oke" kata Laras sambil mengelus kepala Lexi yang ada dihadapannya.
Rayyan yang masih berdiri hanya melihat kearah Laras dan Lexi.
"Mas, kamu itu ya, kasar sekali, ni lihat, kasihan Lexi" kata Laras
"Biasanya aku juga lebih kasar kepadanya, entah kenapa dia begitu manja saat ada kamu disini" kata Rayyan yang masih berdiri
"Mas, sudahlah, sini duduk" kata Laras yang menepuk lantai tepat disebelahnya
Rayyan seolah-olah tidak mendengar perkataan Laras, Rayyan malah terus masuk kedalam ruangan Lexi dan menekan tombol merah yang ada disana untuk melepaskan rantai yang ada pada Lexi
Lexi yang merasa rantai yang melekat padanya terlepas langsung berlari kearah Rayyan dan memeluk Rayyan seolah-olah ingin mengucapkan terima kasih
Rayyan yang mendapat pelukan dari harimau putih kesayangannya ini langsung membalas pelukan tersebut.
__ADS_1
"Lexi, aku sengaja membukakan rantai ini, karena jika nanti aku memanggil mu dari atas, kau bisa langsung keluar dari pintu ini tanpa menunggu rantai ini terlepas" kata Rayyan sambil mengelus kepala Lexi yang sudah tidak memeluknya lagi
Lexi yang seolah-olah tau bahwa akan terjadi bahaya langsung mengelilingi Rayyan dan duduk disamping Rayyan yang sedang berdiri sambil melihat kearah Laras dengan tatapan yang tidak berpindah
Laras tidak tau apa arti dari mata Lexi yang menatapnya, tetapi Rayyan tau arti dari tatapan Lexi ke Laras itu.
"Lexi, aku harap kamu juga bisa menjaga dirinya, sebagaimana kamu menjaga diri ku" kata Rayyan sambil mengelus kepala Lexi.
Lexi yang kepalanya dielus langsung memejamkan matanya sambil duduk disamping Rayyan
Laras yang masih duduk langsung berdiri dan melangkah mendekati Rayyan dan Lexi
Lexi membuka kembali matanya saat Laras sudah duduk bersila dihadapannya, lalu Lexi berpindah tempat duduk dan meletakkan kepalanya dipangkuan Laras.
"Kenapa kamu berubah manja seperti ini, Lexi?" tanya Rayyan kepada Lexi
"Biarlah, Mas" kata Laras sambil mengelus kepala Lexi yang ada di pangkuannya
Rayyan yang tadinya berdiri disamping Lexi, kini sudah duduk bersila didekat Laras sambil tangannya mengelus kepala Lexi juga.
Setelah beberapa menit, mereka bermain bersama Lexi, Rayyan menatap kearah Laras yang masih mengelus kepala Lexi, Laras yang mengetahui bahwa Rayyan menatap dirinya, lalu Laras bertanya kepada Rayyan sambil tangannya masih mengelus kepala Lexi.
"Aku sangat menyayangimu, Bee" kata Rayyan yang matanya terus menatap ke Laras dan tangannya yang masih mengelus kepala Lexi
"Dasar, gombal" kata Laras
"Aku serius Bee, aku tidak gombal" kata Rayyan yang masih menatap Laras namun tangannya sudah tidak mengelus kepala Lexi
"Iyalah tu, Mas" kata Laras
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, Laras dan Rayyan merasa perutnya sudah lapar.
"Bee, sudah dulu bermainnya, kita makan dulu, Bibi pasti sudah menyiapkan makanannya" kata Rayyan kepada Laras
"Iya, ayo, saya juga sudah lapar" kata Laras
"Ayo" kata Rayyan yang sudah berdiri dari duduknya
"Tapi, ini bagaimana, Mas, kepala Lexi masih dipangkuan saya" kata Laras yang melihat kearah Rayyan yang sudah berdiri
Rayyan berjongkok dan memegang kepala Lexi
__ADS_1
"Cepat, bangunlah, tolong ambilkan kasur itu, kasur itu tempat tidurnya" kata Rayyan kepada Laras
Laras dengan cepat bangun dan mengambil kasur yang dimaksud oleh Rayyan
"Ini, mas" kata Laras
"Letakkan dibawah kepalanya" kata Rayyan yang masih memegang kepala Lexi
"Sudah" jawab Laras
Lalu Rayyan meletakkan kepala Lexi ditepi kasur tersebut.
"Mas, biasanya setahu saya, binatang jika dipegang sedikit saja, walau sedang tertidur pasti dia terbangun, ini kenapa Lexi tidak terbangun atau terusik sedikit pun?" tanya Laras kepada Rayyan yang sudah kembali berdiri dan berada disampingnya
"Entahlah, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, jika kamu tidak berada kesini, dia seperti biasa, seperti harimau pada umumnya, tapi jika kamu berada kesini, didekatnya, manjanya minta ampun" kata Rayyan
Laras tidak menjawab perkataan Rayyan, dia hanya tersenyum kearah Lexi dan menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, ayo kita keruang tengah, mungkin Bibi Ina dan Nana sudah lama menunggu kita disana" kata Rayyan
"Ayo, Mas" kata Laras
Mereka berdua melangkahkan kaki untuk keluar dari ruang Lexi menuju keruang tengah, tidak lupa Rayyan menutup pintu ruang Lexi kembali.
Rayyan dan Laras melihat Bibi Ina dan Nana sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Maaf Bibi, Nana, kami membuat kalian menunggu lama" kata Rayyan
"Tidak apa-apa, Tuan" kata Nana dan diangguki oleh Bibi Ina
"Duduklah, ayo kita makan dulu" kata Bibi Ina
Rayyan dan Laras menganggukkan kepalanya lalu duduk di sofa ruang tengah untuk makan siang
"Setelah ini, kita duduk sebentar, lalu kita akan latihan kembali, diatas anak buahku sudah menunggu, sekitar jam 16.30 sore, kita akan keluar dari sini" kata Rayyan sambil menyuapkan makanan yang ada dipiring ke mulutnya.
"Baik Tuan" kata Bibi Ina dan Nana
Laras tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa menit, mereka selesai makan, Bibi dan Nana langsung membawa piring kotor kedapur untuk dicuci, sedangkan Rayyan dan Laras masih duduk diruang tamu menunggu Bibi dan Nana selesai mencuci piring kotor didapur.
__ADS_1