rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
70


__ADS_3

Setelah anggota MUA pergi dari rumah Rayyan, Nana kembali menutupkan pintu dibantu oleh Azka


"Setelah mereka menikah, kita harus menyusul juga" kata Azka


"Maksud Mas apa?" tanya Nana yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Azka


"Ah, sudahlah, tidak perlu dipikirkan, ayo kita kembali kekamar nona Laras" kata Azka yang sengaja mengalih pembicaraan


"Mas, nanti saja kekamar nona Larasnya, saya ingin kedapur sebentar, membuat minuman untuk kalian dan juga membuat makanan untuk makan siang kita, ini sudah jam 11.30 siang" jawab Nana


"Baiklah, aku akan menemani mu dan membantu mu" kata azka


"Ayo" kata Nana


Lalu mereka berdua melangkahkan kakinya menuju dapur


Dikamar Laras, setelah Azka mengejar Nana tadi, Rayyan langsung memeluk tubuh Laras karena merasa sangat rindu


"Mas, kenapa?" tanya Laras


"Aku sangat rindu dengan kamu, Bee" kata Rayyan yang terus memeluk tubuh Laras


"Oh, saya kira ada apa" kata Laras dengan santainya


"Kenapa kamu hanya berbicara seperti itu Bee?, apa kamu tidak rindu dengan ku?" tanya Rayyan yang langsung melepaskan pelukannya.


"Tidak, saya tidak rindu" jawab Laras


"Terserah kamu Bee" kata Rayyan yang pura-pura merajuk


"Yah kok kamu merajuk sih Mas?" tanya Laras


Rayyan tidak menjawab di hanya melangkahkan kakinya menuju ketempat tidur Laras.


"Mas....." kata Laras sambil mengikuti langkah kaki Rayyan


Setelah sampai ditempat tidur Laras, Rayyan langsung duduk ditepi tempat tidur tersebut, begitu juga dengan Laras yang terus berusaha untuk membujuk Rayyan


"Mas..." kata Laras sambil memegang lengan Rayyan


Namun Rayyan tidak juga ingin menjawab.


"Maaf ya, saya salah" kata Laras yang masih memegang lengan Rayyan


Rayyan tetap diam dan pandangannya lurus kedepan.


"Mas.... Maaf ya, saya cuma bercanda" kata Laras lagi


Lagi-lagi Rayyan hanya terdiam tanpa menoleh kearah Laras sedikit pun.


"Mas...." kata Laras sambil menggoyangkan lengan Rayyan


"Keluarlah" kata Rayyan dengan pandangan tetap memandang lurus kedepan


"Tapi mas, saya ingin...." kata Laras yang terpotong oleh Rayyan

__ADS_1


"Keluar" kata Rayyan tanpa membentak tetapi terasa sangat menakutkan


"Ba...Baiklah Mas, tapi saya ingin kekamar mandi dulu" kata Laras sambil berdiri dari duduknya yang disamping Rayyan


Rayyan sama sekali tidak merespon apa yang diucapkan kan oleh Laras.


Laras yang tidak mau membuat masalah lagi, langsung pergi kekamar mandinya.


Ketika Laras masuk kekamar mandi, Laras tidak melihat ada sampo yang berserakan dilantai kamar mandinya, alhasil membuat Laras terjatuh dan kepala Laras terkena pintu kamar mandinya tersebut


"Gelebuk!?" suara Laras yang terjatuh.


"Aaaa" kata Laras yang berteriak sedikit kuat karena dia terpeleset


Rayyan yang mendengar suara orang terjatuh dan suara Laras yang berteriak, sudah dapat memastikan bahwa Laras yang terjatuh didalam kamar mandi.


Rayyan langsung melangkahkan kakinya dengan cepat untuk kekamar mandi, berapa terkejutnya Rayyan melihat Laras yang terduduk diatas lantai kamar mandi dengan dahi Laras yang sedikit terluka dan mengeluarkan darah


"Astaghfirullahal'adzim, Bee..." kata Rayyan yang langsung menggendong Laras keluar dari kamar mandi dan membawa Laras untuk ketempat tidurnya.


"Mas, saya tidak apa-apa, tidak perlu dibaringkan" kata Laras yang meminta Rayyan untuk mendudukkannya saja ditepi tempat tidur


"Baiklah" jawab Rayyan yang langsung mendudukkan Rayyan ditepi tempat tidur


"Mas, kenapa muka kamu sedih begitu?" tanya Laras sambil memegang wajah Rayyan


"Sudah, jangan banyak tanya, dimana kotak P3K, biar aku obati dulu luka dikening mu itu" kata Rayyan


"Didalam lemari kecil itu" kata Laras sambil menunjukkan lemari kecil samping tempat tidurnya


"Tahanlah sedikit, ini mungkin agak perih" kata Rayyan sambil memegang kapas yang sudah diberikan sedikit alkohol untuk membersihkan luka pada dahi Laras.


Laras hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


Setelah itu Rayyan langsung membersihkan dengan sangat hati-hati agar Laras tidak kesakitan.


"Aw, perih" kata Laras sambil memejam kan matanya karena menahan sakit


"Maaf, sakit ya?" tanya Rayyan


Laras hanya menganggukkan kepalanya dengan kedua matanya masih terpejam.


Setelah Rayyan membersihkan luka tersebut, Rayyan langsung mengoleskan obat merah pada luka tersebut dengan hati-hati sambil meniup-niup luka pada dahi Laras


"Cup..." suara bibir Laras yang mencium jakun yang ada dileher Rayyan.


"Bee... Jangan menggoda ku" kata Rayyan yang terus mengobati luka Laras


"Maaf ya, saya tadi hanya bercanda" kata Laras sambil melihat kearah wajah Rayyan.


"Iya, aku juga minta maaf, tadi sedikit berkata kasar pada mu" kata Rayyan sambil meletakkan hansaplas ke luka Laras


Lagi-lagi Laras mencium jakun yang ada pada leher Rayyan


"Cup...." suara bibir Laras

__ADS_1


"Bee...Tolong ya....Tiga hari saja lagi," kata Rayyan


"Memangnya kenapa?" tanya Laras


"Jangan sampai jika sudah halal kamu tidak mencium ku lagi" kata Rayyan sambil mengelus kepala Laras


"Baiklah-baiklah, tidak lagi kok" kata Laras


Rayyan tersenyum melihat Laras yang langsung diam karena ucapannya


"Sudah" kata Rayyan yang berdiri kembali karena ingin menyimpan kembali kotak P3K ketempatnya semula lalu kembali duduk disamping Laras ditepi tempat tidur.


"Terima kasih Mas" kata Laras


Rayyan hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Apa masih ada yang sakit?, kaki kamu sakit atau tidak?" kata Rayyan yang turun dari tempat tidur dan berjongkok sambi memegang kedua kaki Laras.


"Mas, ayo bangun, saya tidak apa-apa, kaki saya tidak ada yang sakit kok, sudah ayo duduk kembali" kata Laras sambil menarik kedua tangan Rayyan.


"Kamu yakin?" tanya Rayyan yang sudah bangun dan duduk kembali disamping Laras


"Iya Mas, saya yakin" jawab Laras


"Baiklah, kalau begitu, kamu istirahat saja dikamar, saya akan kedapur untuk meminta Bibi membuatkan makanan, nanti setelah selesai aku akan memanggilmu" kata Rayyan


"Bibi tidak ada Mas" kata Laras


"Bibi pergi kemana?" tanya Rayyan


"katanya ingin membeli beberapa keperluan untuk pernikahan kita" jawab Laras


"Sendiri?" tanya Rayyan kembali


"Tidak, Bibi membawa beberapa anak buah yang kamu kirim untuk menjaga kami disini" kata Laras


"Oh, baiklah, kalau begitu aku akan meminta Nana saja yang membuat makanannya" kata Rayyan


"Tidak perlu Mas, biar saya saja, saya tidak apa-apa" kata Laras


"Tapi Bee...." kata Rayyan yang terpotong


"Mas, saya tidak apa-apa, percaya sama saya" kata Laras


"Baiklah, ayo aku akan menggendong mu sampai kedapur" kata Rayyan


"Tidak perlu Mas, saya bisa kok, kan kaki saya tidak sakit" kata Laras


"kamu yakin Bee?" tanya Rayyan


"Iya Mas, yakin" jawab Laras


"Baiklah, ayo aku akan mengikuti mu sampai kedapur" kata Rayyan


"Baiklah, ayo" kata Laras

__ADS_1


Lalu mereka berdua melangkahkan kaki keluar dari kamar Laras dan menuju kedapur untuk membuat makanan untuk makan siang


__ADS_2