rahasia gadis terbuang milik sang mafia

rahasia gadis terbuang milik sang mafia
83


__ADS_3

Laras tidak menolak apapun yang dilakukan oleh Rayyan pada dirinya, tetapi lama kelamaan ciuman yang Rayyan berikan dilehernya kini turun ke bahu Laras yang saat ini memakai baju tidur yang tidak memiliki lengan hanya satu tali kecil sebagai pengangkut baju tersebut di kedua bahu Laras.


"Bee....Tubuhmu wangi sekali " kata Rayyan yang masih mencium bahu Laras.


"Benarkah Mas?, padahal saya hanya memakai sabun yang ada dikamar mandi, dan itu sama yang kamu gunakan juga" kata Laras


Rayyan tidak menjawabnya, dia terus mencium bahu kanan dan beralih ke bahu kiri kemudian kembali mencium leher Laras yang duduk di pangkuannya dengan posisi membelakangi Rayyan.


"Mas...besok kita pulang yuk" ajak Laras sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Rayyan di kulitnya yang putih dan mulus.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin pulang, bukannya kamu yang memilih kita berbulan madu disini?" tanya Rayyan lalu kembali menciumi leher Laras


Laras hanya terdiam tidak ingin menjawab pertanyaan Rayyan yang memang benar adanya


"Apa kamu tidak suka berada disini?, dan ingin berbulan madu ditempat lain?" tanya Rayyan lalu kembali melanjutkan ciumannya


"Tidak, tidak perlu Mas, saya suka kok disini, tapi..." kata Laras yang terpotong karena Rayyan sudah mendorong tubuhnya untuk berbaring diatas tempat tidur lalu Rayyan mengukung tubuh Laras yang kini berada dibawah tubuhnya.


"Ma...Mas, kenapa?" tanya Laras yang menatap Rayyan dengan posisi terlentang menghadap kearah Rayyan yang saat ini diatas tubuhnya


"Kamu membangunkan singa yang sedang tidur Bee" kata Rayyan sambil menatap lekat bibir Laras


"Maksudnya?" tanya Laras yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Rayyan


"Kamu menggoda ku sayang" kata Rayyan kembali sambil pelan-pelan mendekatkan bibirnya ke bibir Laras


"Tapi...." kata Laras yang terpotong oleh Rayyan yang kini mencium bibirnya


Setelah beberapa menit puas dengan bibir manis Laras, Rayyan kembali menatap wajah Laras yang saat ini sudah memerah karena menahan malu, lalu dengan sangat hati-hati rayyan mengelus pipi kanan Laras dengan tangan kirinya.


"Aku sangat mencintaimu Laras Irma Nabella Argantara" kata Rayyan sambil mencium kening Laras


Laras tidak menjawab, dia hanya tersenyum kearah Rayyan dan ikut mengelus pipi kiri Rayyan dengan tangan kanannya.


"Kenapa sayang?" tanya Rayyan yang terus menatap wajah Laras


Laras hanya tersenyum lalu menggeleng kepalanya.


"Bee....Bolehkah aku memintanya sekarang?" tanya Rayyan yang langsung tutup poin


"Maksudnya?" tanya Laras yang memang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Rayyan.

__ADS_1


"Bee.....Kamu itu sudah dewasa, tidak mungkin kamu tidak mengerti apa yang aku katakan, dan apa lagi saat ini kamu sudah menikah" kata Rayyan dengan lembut sambil terus mengelus pipi Laras dengan ibu jarinya


"Mas, saya memang tidak mengerti, memangnya kenapa kalau saya sudah dewasa dan sudah menikah?" tanya Laras kepada Rayyan


Rayyan yang mendengar pertanyaan dari Laras hanya tersenyum lalu berkata didalam hatinya "apa benar dia tidak mengerti sama sekali tentang apa yang aku maksud?, jika benar, betapa beruntungnya aku menikahi gadis sepolos dirinya" sambil tangannya terus mengelus pipi Laras


"Bee...Apakah kamu belum pernah melihat video atau film dewasa?" tanya Rayyan lagi


Laras menggelengkan kepalanya sambil terus melihat kearah Rayyan


"Bagaimana saya bisa melihatnya, saya saja tidak memiliki ponsel" jawab Laras jujur


"Mau melihatnya?" tanya Rayyan kepada Laras sambil menaik turunkan kedua alis matanya


"Memangnya untuk apa Mas?" tanya Laras kepada Rayyan


"Agar hubungan kita lebih dekat lagi dan agar kita tambah saling mencintai dan menyayangi" jawab Rayyan tanpa menjelaskan dengan benar


"Baiklah, ayo sekarang kita nonton sama-sama" kata Laras


"Tidak malam ini sayang" kata Rayyan sambil tersenyum kepada Laras


"Memangnya kenapa Mas?" tanya Laras kepada Rayyan


"Sudah jam 01.00 malam" jawab Laras


"Bagaimana jika kita menontonnya besok malam saja?" tanya Rayyan kepada Laras


"Baiklah, tapi janji ya kita akan menonton film yang kamu maksud itu besok malam?" kata Laras yang menuntut Rayyan untuk berjanji


"Iya sayang, aku janji" jawab Rayyan sambil sedikit mencubit hidung Laras yang saat ini masuk berada dibawah tubuhnya


Laras sudah menguap menandakan bahwa dirinya telah menggantuk, hal tersebut dilihat oleh Rayyan langsung


"Sepertinya kamu sudah mengantuk berat, baiklah sekarang ayo kita tidur" kata Rayyan


Laras tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Rayyan.


Rayyan langsung mengubah posisi tubuhnya menjadi berbaring disamping tubuh Laras, lalu menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya dan tubuh Laras.


"Sini mendekatlah" kata Rayyan lalu menarik tubuh Laras untuk masuk kedalam pelukannya, membiarkan satu tangannya menjadi bantal bagi kepala Laras

__ADS_1


Laras yang mendapat perlakuan seperti itu langsung memiringkan tubuhnya memunggungi Rayyan, Rayyan tidak marah sama sekali karena posisi ini sangat nyaman memudahkan satu tangannya untuk memeluk tubuh Laras.


"Sebelum tidur baca doa dulu Bee" kata Rayyan


"Sudah kok" jawab Laras yang memunggungi Rayyan


"Kapan?" tanya Rayyan kembali


"Barusan saja" jawab Laras


"Kenapa aku tidak mendengarnya?" tanya Rayyan lagi


"Karena saya membacanya didalam hati" jawab laras sambil menahan tawanya


"Kamu ini, ya sudah ayo tidur" kata Rayyan sambil sedikit menarik tubuh Laras agar lebih dekat dengan tubuhnya


Laras hanya menganggukkan kecil lalu memejamkan kedua matanya untuk tidur, begitu juga dengan Rayyan, namun sebelum Rayyan memejamkan matanya, tangan Rayyan yang memeluk tubuh Laras ingin bergerak untuk mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur, tetapi ditahan oleh Laras.


"Mas..."Kata Laras menarik kembali tangan Rayyan yang ingin bergerak


"Iya Bee, ada apa?, kenapa belum tidur?" tanya Rayyan


"Lampunya jangan dimatikan, biarkan saja" kata Laras


"Memangnya ada apa?" tanya Rayyan yang kembali memeluk tubuh Laras


"Lebih suka terang" jawab Laras


"Baiklah, aku tidak akan mematikannya, sekarang ayo kita tidur, pejamkan kembali mata mu" kata Rayyan


"Terima kasih Mas" kata Laras


"Untuk apa?" tanya Rayyan


Laras tidak menjawab pertanyaan Rayyan, tetapi dia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah dada Rayyan


"Baiklah-baiklah, tidak perlu dijawab, sekarang ayo kita tidur" kata Rayyan yang masih terus memeluk tubuh Laras


Laras menjawab dengan menganggukkan kepala sedikit lalu kembali memunggungi Rayyan.


"Selamat malam Bee" kata Rayyan sambil berbisik ditelinga Laras

__ADS_1


"Selamat malam Mas" jawab Laras


Setelah Laras menjawab perkataan Rayyan, dia langsung memejamkan kedua matanya untuk tidur, begitu juga dengan Rayyan yang ikut memejamkan matanya untuk tidur dan tidak berapa lama mereka berdua pun telah masuk kedalam mimpi mereka masing-masing.


__ADS_2