
Keesokan harinya, Anna bersiap-siap seperti biasa untuk berangkat ke sekolah. Anna yang baru menuruni anak tangga dikejutkan oleh suara yang tidak asing di telinganya, siapa lagi kalau bukan Adit. Ya, Adit datang memberanikan diri mengajak Anna untuk berangkat ke sekolah bareng.
"Kamu teman satu kelasnya atau gimana?" tanya ibunya Anna penuh selidik sebab melihat tanda kelas di lengan baju Adit beda dengan kelas Anna.
"Saya Kakak kelasnya Anna, Tante. Kebetulan sekalian lewat saya jemput Anna," sahut Adit.
Anna yang sudah mendengar suara Adit sedang bicara dengan Maminya, dia segera menghampirinya.
"Adit," sapa Anna dengan wajah yang tidak bisa di tebak. Antara senang karena Adit menjemputnya dan juga takut jika ketahuan pacaran sama maminya.
"Ada siapa, Mi?" tanya Alex seraya menghampiri Raina di ruang tamu.
Mata Alex langsung terkejut ketika melihat Adit yang datang ke rumahnya. Alex pernah beberapa kali melihat Adit ketika sedang jalan bersama ibunya.
Ibunya Adit adalah Lia, mantan pacar Alex saat kuliah dulu, dan Lia juga yang pernah mencoba mencelakai Raina beberapa kali ketika Lia aktif mengajar di sekolah yang sekarang dipegang oleh Alex. (Biar jelas baca kisah Pacarku Guru Bahasa Inggris, supaya tahu asal mula Alex membenci Lia).
__ADS_1
"Ini ada temennya, Anna," jawab Raina sambil menatap suaminya sekarang terlihat bingung.
"Mi ... aku boleh, kan berangkat bareng Adit?" tanya Anna dengan wajah memelas.
"Bawa sepeda motor aja, biar nanti pulangnya gampang." Bukannya Raina yang menjawab, justru malah Alex yang langsung menjawab.
"Dit bentar, ya," pamit Anna meninggalkan Adit ketika kedua orang tuanya meninggalkan Anna dan Adit.
"Pi ... Papi ... aku boleh, ya, berangkat bareng Adit, sekali ini aja, Pi ... please," bujuk Anna pada Alex.
"Biasanya juga kamu bawa sepeda motor sendiri," sahut Raina ikut menimpali.
"Baiklah. Papi pegang ucapan kamu. Ini yang pertama dan yang terakhir," tegas Alex sambil menyesap kopi buatan istrinya.
"Terima kasih, Papi." Anna berhambur memeluk ayahnya.
__ADS_1
"Aku tidak ingin jika Anna bergaul dengan anaknya Lia. Bisa-bisa dia bakalan terus membangkang jika tidak buru-buru aku cegah," batin Alex.
Sementara itu, Anna langsung mengajak Adit untuk berangkat ke sekolah. Anna melewatkan satu hal ketika berangkat ke sekolah, yaitu dia tidak sarapan terlebih dahulu.
"Kamu kenapa jemput aku?" tanya Anna ketika Adit sudah mulai mengemudikan motornya.
"Emang gak boleh jemput pacar sendiri?" sahut Adit malah terkesan ngeyel.
Entah kenapa hati Anna jadi merasa tidak suka dengan sikap Adit yang seperti ini. Dia merasa jika Adit tidak bisa menghargai dirinya di depan keluarganya sendiri.
"Terserah kamu saja," pungkas Anna karena merasa sudah tidak ada gunanya lagi bicara baik-baik sama Adit.
Sepanjang perjalanan ke sekolah, Anna tidak lagi bicara. Dia hanya menatap kosong tanpa menghiraukan jika Adit terus-terusan mengajaknya bicara.
Anna turun dari motor Adit dan wajah Anna langsung terlihat masam karena kesal sama Adit.
__ADS_1
"Anna ... kamu kenapa? Kok kayak yang gak suka jika aku jemput kamu," selidik Adit.
"Maaf, sepertinya kamu tidak bisa menjemput aku lagi, Dit." pungkas Anna seraya berjalan menuju kelasnya