Rantai Cinta Zeanna

Rantai Cinta Zeanna
Ciuman Tidak Langsung


__ADS_3

Film yang ditonton oleh Anna dan Salman akhirnya selesai. Salman tidak dulu beranjak dari duduknya dan tangannya masih saja memegang tangan Anna.


"Jangan bertanya kenapa!" seru Salman ketika melihat Anna yang menginginkan penjelasan Salman tentang apa yang sudah terjadi.


"Kok gitu! Aku pikir Bapak lagi menghibur aku gara-gara putus cinta," sahut Anna mencoba mengalihkan topik yang mungkin membuat dirinya merasa canggung atau merasa tidak nyaman dengan apa yang sudah dilakukan oleh Salman.


"Saya sedang tidak menghibur kamu. Pokoknya untuk saat ini jangan dulu tanya kenapa, oke," tegas Salman sambil menarik Anna untuk beranjak dari duduknya.


"Hadeuh ... ini maksudnya apa, ya," batin Anna.


Salman tersenyum sambil melirik Anna yang sekarang berjalan beriringan dengannya. Sungguh Salman sudah mengambil satu langkah yang salah, karena berani memulai sesuatu yang seharusnya tidak pernah dia lakukan. Bukan hanya akan menyakiti Anna, Salman juga tentunya akan menyakiti hati istrinya.


Seorang laki-laki yang memang sudah dibutakan oleh cinta pasti akan selalu membenarkan apa yang sedang mereka lakukan. Apalagi Salman yang notabene tidak pernah mencintai istrinya, dia malah sengaja menggali luka antara Anna dan juga istrinya.


"Mau makan apa?" tanya Salman sambil menghentikan langkahnya.


"Makan di solagembira, yuk," ajak Anna.


"Oke," sahut Salman cepat.


Mereka berdua masuk ke restoran solagembira. Menu makanan yang mereka pesan kali ini berbeda. Tidak seperti saat pertama kali mereka makan bersama, Anna memilih menu yang sama seperti Salman karena menghemat waktu. Sekarang dia memilih menu kesukaannya sendiri, karena memang waktunya masih siang dan masih banyak waktu untuk menikmati makan siangnya.


"Wah, perut aku langsung keroncongan lihat ayam teriyaki kayak gini," ucap Anna sambil mencocol ayam dengan garpu.


"Bistik sapi menteganya juga enak, mau nyoba?" tanya Salman sambil mendorong piringnya ke depan Anna.


"Hehe ... emang boleh?" sahut Anna sambil nyengir.


"Boleh ... nih," jawab Salman sambil mencocol daging miliknya dengan garpu dan menyodorkannya ke depan mulut Anna.


Secara tidak langsung Salman menyuapi Anna dan menggunakan garpu bekas bibir Anna juga.

__ADS_1


"Enak ... tapi masih enak punya aku." Anna kembali mencocol ayam miliknya.


Salman terkekeh, dia pun tanpa ragu menggunakan garpu bekas Anna. Mereka makan sambil berbincang-bincang dan ketika tengah asyik makan, Anna baru sadar jika garpu yang dipakai oleh Salman adalah bekas dirinya tadi.


"Pak," ucap Anna panik sambil menelan makanannya dengan tergesa-gesa.


"Apa?" sahut Salman tak kalah terkejutnya.


"Itu garpu bekas aku. Kenapa malah dipakai?" jelas Anna sambil meneguk air minumnya.


"Emangnya kenapa?" sahut Salman enteng sambil melanjutkan makannya.


"Bapak tahu gak kalau itu artinya sama aja dengan kita berciuman secara tidak langsung," ucap Anna yang sontak membuat Salman tersedak dengan makanan yang sedang dia makan.


Salman kaget mendengar kata ciuman keluar dari bibir Anna. Dia tidak pernah menyangka jika Anna tahu istilah seperti itu. Dia buru-buru mengambil air minum untuk menetralkan hati dan pikirannya, karena memang pada dasarnya dia kaget dengan hal yang sudah dia lakukan.


"Kamu tahu istilah itu dari siapa?" selidik Salman sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


"Kamu tuh mikirnya kejauhan, Zea. Yang namanya ciuman itu ...." Salman menggantungkan kalimatnya, karena merasa tidak etis membahas masalah ciuman dengan anak ABG seperti Anna.


Anna begitu antusias ingin mendengarkan penjelasan Salman. Dia langsung memasang wajah siapnya dengan begitu jelas tergambar dari wajahnya, tetapi ketika Anna tidak mendapatkan kelanjutannya dari Salman, dia pun malah mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa gak di lanjutin? Bikin penasaran aja," sahut Anna sambil kembali makan.


"Jangan pengin tahu. Itu belum waktunya!" tegas Salman.


"Kalau Bapak emang sudah waktunya? Atau mungkin Bapak sudah pernah melakukannya dengan pacar Bapak," sambung Anna yang justru membuat Salman dengan refleks mengacak rambut Anna.


"Kamu tuh sok tahu." Salman tertawa ketika mendengar tebakan Anna yang begitu terang-terangan pada dirinya.


Anna menatap Salman yang sekarang tengah mengusap-usap rambutnya. Kedua manik mata mereka saling beradu dan untuk beberapa detik mata mereka saling mengunci satu sama lainnya.

__ADS_1


"Maaf, habisnya saya gemas mendengar ucapan kamu," kilah Salman sambil menarik tangannya dari kepala Anna.


"Sikap Pak Salman kenapa jadi manis kayak gini? Apa mungkin dia ...." Anna kembali berpikir lagi tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada diri Salman pada dirinya.


"Tapi bener, kan Bapak pernah melakukannya," tanya Anna ragu-ragu.


Salman hanya mengendikkan bahunya. Dia membuat Anna penasaran dengan jawabannya dan Salman malah makin gemas lagi ketika melihat Anna yang memanyunkan bibirnya pertanda kecewa, karena Salman tidak menjawab pertanyaannya.


"Aku penasaran, Pak. Kasih tahu dong ... aku janji gak bakalan ngasih tahu siapa-siapa," bisik Anna tepat di depan wajah Salman.


Salman lagi-lagi terkesiap, karena harus melihat wajah Anna begitu dekat. Otak lelaki Salman bergentayangan kemana-mana membayangkan apa yang akan dia lakukan pada Anna.


"Jika aku belum pernah, apa kamu percaya?" jawab Salman dengan memberikan pertanyaan balik pada Anna.


Ya, Salman memang belum pernah melakukan apa yang Anna tanyakan. Meskipun sudah menikah, dia tidak pernah melakukannya, karena saat menikah dulu, istrinya sedang datang bulan dan setelah itu Salman sudah langsung pergi ke kota ini untuk melanjutkan yayasan keluarganya.


Salman merasa sangat bahagia, karena bisa menghindar dari istrinya. Dia sudah terang-terangan menolak, tetapi alasan balas budi selalu menjadi kelemahan Salman ketika menolak permintaan orang tuanya.


"Aku gak percaya! Masa, iya, orang dewasa kayak Bapak belum pernah. Kalau Bapak gak percaya sama aku, ya ... gak apa-apa," sahut Anna sedikit kecewa, karena entah kenapa Anna menganggap jika Salman sedang berbohong padanya.


"Swear ... aku belum pernah melakukan, makanya aku gak tahu kalau ternyata ada yang namanya ciuman tidak langsung. Kalau begitu ... ciuman pertama aku sama kamu dong," goda Salman berusaha melihat ekspresi Anna.


"Yeayyy geer. Lagian tadi bibir akunya cuma nyentuh sedikit doang di garpunya. Jadi, itu gak termasuk, ya," sahut Anna dengan sedikit gelagapan.


"Atau mungkin kamu yang pernah?" tanya balik Salman.


"Enak aja, fitnah itu namanya, Pak," tegas Anna.


"Kalau gitu ciuman pertama kamu sudah aku ambil. Meskipun hanya ciuman tidak langsung," tegas Salman sambil terkekeh.


"Nyesel aku ngasih tahu ciuman tidak langsung. Ternyata malah senjata makan Tuan," pungkas Anna sambil kembali mencocol ayam teriyaki miliknya dan mengunyahnya secara kasar.

__ADS_1


Salman dibuat tertawa oleh kelakuan Anna hari ini. Anna yang mengumumkan tentang ciuman tidak langsung, tapi tidak mau mengakui jika ciuman pertamanya sudah Salman ambil, meskipun tidak langsung.


__ADS_2