Rantai Cinta Zeanna

Rantai Cinta Zeanna
Lahirnya Zeanna Kirania


__ADS_3

Setelah Faisal tertidur, Alex menidurkannya di box bayi yang ada di sisi tempat tidurnya, dia beralih naik ke atas tempat tidur kemudian memeluk istrinya yang sekarang sedang meringkuk dengan dibalut oleh selimut di sekujur tubuhnya.


"Mi ... apa gak pengap pakai selimut kayak gini?" tanya Alex sambil mengecup kepala istrinya yang terbungkus selimut.


Raina bergeming, dia merasa tidak ingin menjawab pertanyaan suaminya yang dia rasa hanya cuma sekedar ingin merayunya saja.


"Aku tuh capek ngurusin anak seharian, aku kurang tidur dan mesti terus begadang, kamu malah enak-enakan tidur, gak pernah peka sama keadaan aku. Kamu berubah ... udah gak kayak dulu lagi. Kalau udah gak cinta kenapa gak bilang, aku juga gak bakalan terus-terusan minta kamu buat cinta terus sama aku, aku cukup tahu diri jika aku udah gak cantik lagi, aku jadi gendut dan gak menarik lagi, tapi semua ini gara-gara kamu," sahut Raina sambil terus terisak.


"Sayang ... aku gak seperti itu, apa pun keadaan kamu tidak jadi masalah untuk aku, dan kalau boleh jujur, melihat kamu berisi seperti ini justru membuat kamu makin seksi dan membuat aku semakin tidak ingin jauh dari kamu, maaf jika aku kurang peka, aku masih harus fokus pada kegiatan akreditasi sekolah. Kalian sumber kebahagiaan aku, mana mungkin aku mengabaikan kalian, setelah akreditasi selesai aku janji akan menghabiskan waktu untuk kalian." Alex menjeda ucapannya sambil berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya.


"Sayang ... udah dong, jangan nangis ... nanti Fais ikut nangis," bujuk Alex sambil menyeka air mata istrinya.


"Kamu jahat," sahut Raina sambil kembali memalingkan wajahnya dari Alex.


"Iya, aku minta maaf karena udah jahat sama kamu." Alex hanya bisa mengalah dan mencoba untuk tetap bersabar. Dia tahu jika Raina masih belum terbiasa dengan keadaan seperti ini.


Menjadi seorang ibu di usia muda seperti Raina, membuatnya harus selalu mengalah. Kalau sama-sama ditanggapi dengan amarah, maka yakin rumah tangganya pasti bakalan bubar di tengah jalan.


Alex menarik istrinya ke dekapannya, dia memeluk dengan begitu erat sambil mendengarkan semua keluh kesah istrinya. Kalau tidak takut Raina marah, rasanya dia ingin ketawa keras ketika Raina mengatakan jika dia akan berpaling karena Raina yang sudah tidak langsing lagi.


"Sayang ... kamu tuh bukan gemuk, tetapi berisi. Aku lebih suka kamu yang seperti sekarang," goda Alex.


"Jadi kemarin-kemarin kamu gak suka sama aku?" hardik Raina sambil berusaha untuk berontak dari pelukan suaminya.


"Bukan seperti itu." Alex merutuki dirinya sendiri, karena lagi-lagi salah mengucapkan istilah yang tepat untuk istrinya.

__ADS_1


"Pokoknya ... apa pun keadaan kamu, aku hanya mencintaimu, istriku. I love you more." Alex mengecup pucuk kepala istrinya dengan hangat.


Keadaan Raina yang seperti ini berlangsung hampir 3 bulan. Dia mengalami sindrom baby blues hingga akhirnya Alex mampu mengembalikan lagi kepercayaan dirinya yang sempat hilang, karena sindrom yang Raina alami.


Alex berjuang untuk selalu memberikan perhatian penuh lagi, dia mengurangi kesibukannya di luar jam mengajarnya setelah mengetahui jika istrinya perlu bantuannya untuk mengembalikan kembali rasa percaya dirinya.


Raina akhirnya kembali seperti Raina yang dulu, ceria dan juga semangat. Dia melewati banyak hal untuk bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya dan juga menjadi istri yang baik untuk suaminya.


Raina sangat bersyukur, karena mempunyai suami yang sabar dan pengertian sepeti Alex. Dia pun menyerahkan seluruh hidupnya untuk keluarga kecilnya.


****


Empat tahun sudah usia Faisal, dan sekarang Raina sedang mengandung kembali anak keduanya. Raina sempat menolak untuk hamil lagi, tetapi Alex terus meyakinkan jika dia ingin memiliki setidaknya dua anak supaya rumah tidak sepi, dan Alex sengaja tidak mengijinkan Raina mengikuti KB, karena usia Alex yang sudah tidak muda lagi.


"Papi ... aku positif," ucap Raina setelah melakukan test pack pada urinnya. menunjukkan alat test pack yang dia gunakan untuk mengetes kehamilannya.


"Tapi, kok aku gak mual-mual, ya? Waktu hamil Fais, aku mual-mualnya gak ketulungan," sahut Raina sambil melirik ke arah anak sulungnya yang sekarang sedang tertidur dengan pulas.


"Mudah-mudahan saja kali ini kamu gak mual. Lancar sampai lahiran nanti." Alex memeluk istrinya dengan mesra.


Benar saja kehamilan Raina yang kedua tidak seperti yang pertama, dia sekarang justru malah doyan makan yang otomatis membuat tubuhnya makin berisi, karena kehamilannya dan juga asupan makanan yang tidak pernah berhenti.


Biasanya Alex dibuat susah ketika memasak, sekarang justru Raina lebih rajin memasak untuk mereka makan, dan Raina pun lebih suka mengajak salon-salonan dengan Alex menjadi objek prakteknya. Alhasil Alex hanya bisa menarik napasnya panjang ketika Raina yang lagi-lagi mendandani dirinya dengan semua kosmetik Raina.


"Sayang ... kayaknya anak kita yang sekarang cewek, soalnya kamu gak biasanya seperti ini," ucap Alex sesaat setelah dirias oleh istrinya.

__ADS_1


"Cowok atau cewek bagi aku sama saja," sahut Raina sambil membereskan semua kosmetik bekas dirinya merias suaminya.


Alex dan Raina memang tidak pernah mencari tahu jenis kelamin dari bayi mereka, saat hamil Faisal pun, Alex dan Raina lebih memilih untuk tidak mencari tahu, supaya jadi kejutan saat lahiran nanti.


Waktu bergulir begitu cepat, tak terasa usia kehamilan Raina sudah memasuki waktunya untuk masa lahiran. Seperti biasa Raina dan Alex selalu siap siaga dengan semua keperluan yang mungkin mereka butuhkan ketika nanti Raina lahiran.


"Pi ... kayaknya bayi kita mau keluar," ucap Raina ketika merasakan perutnya yang sudah mulai kontraksi.


"Mau ke rumah sakit sekarang? Faisal biar sama Bi Asih saja di sini," sahut Alex tenang.


Alex tidak setegang saat Raina melahirkan Faisal, sekarang dia lebih tenang dan tertib ketika menyiapkan semua kebutuhan Raina dan calon bayi mereka nanti.


Berbeda dengan melahirkan Faisal, sekarang Raina pun ikut tenang, karena mungkin sudah pengalaman melahirkan Faisal, dan tak butuh waktu lama, Raina akhirnya melahirkan seorang bayi cantik yang sesuai dengan dugaan Alex jika anak kedua mereka adalah perempuan.


"Alhamdulillah ... kebahagiaan kita sudah lengkap, Mi," ucap Alex seraya mengecup kening Raina yang baru saja berperang melahirkan buah cinta mereka yang kedua.


"Udah, ya ... aku mau pasang IUD aja, Pi?" sahut Raina meminta persetujuan agar dirinya menggunakan alat kontrasepsi.


"Iya, sekarang aku ijinkan, dua anak sudah cukup untuk melengkapi kebahagiaan di rumah kita." Alex seperti biasa mengecup bibir istrinya yang kala itu sedang tersenyum, karena sudah mendapatkan persetujuan dari suaminya.


Sesuai dengan keinginan Raina, dokter pun memasang alat IUD pada Raina. Setelah selesai, Raina dipindahkan ke ruang perawatan untuk beberapa hari.


Bayi mungil dan cantik yang lahir dengan sempurna dari rahim Raina diberi nama Zeanna Kirania, gadis yang akan melengkapi kebahagiaan Raina dan Alex dalam menjalani kehidupan rumah tangga mereka berdua.


****

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus dukung karya Author dengan cara kasih like n vote, ya...


__ADS_2