
Pagi hari, seperti janjinya. Kevin datang menjemput Cla.
"Mommy, Daddy. Aku akan berangkat bersama Kak Kevin"
"Kenapa? Apa mobilmu bermasalah lagi?"
"Tidak, Kak Kevin memaksaku untuk menjemputnya" Cla pun tertawa.
"Ajak Kevin kemari, mungkin dia belum sarapan"
"Kak Keviiin" Cla menghampiri Kevin. "Sudah sarapan?"
"Sudah"
"Mommy mengajakmu sarapan"
"Tapi Aku sudah sarapan"
"Makanlah sedikit, yu" Cla meraih lengan Kevin.
Kevin menatap tangan Cla kemudian menggenggam tangannya. "Yu"
Cla membelalakkan matanya, jantungnya berdegub kencang. Cla mengikuti langkah Kevin.
Amanda yang melihat, menyenggol lengan Kendra "Lihatlah" Kendra melihat ke arah yang ditunjuk Amanda.
"Duduklah, sarapan dulu. Lagian ini terlalu pagi untuk kalian berangkat"
"Baik Uncle" Kevin duduk dan melepaskan tangan Cla.
Amanda melihat wajah Cla yang memerah, dia tersenyum mengingat putrinya kini sudah tumbuh dewasa.
"Makan yang banyak sayang" Amanda mengambilkan makanan untuk Cla yang masih bengong.
Mereka makan bersama. Setelah selesai makan, mereka bersiap-siap untuk kembali ke aktivitasnya masing-masing.
"Emm Uncle, Aunty. Aku... Aku minta ijin untuk membawa Cla makan malam di luar. Apa Aku diijinkan?" Kevin nampak gugup.
"Dalam acara apa nak Kevin?"
"Ini..." Kevin nampak bingung.
"Pergilah, Daddy akan pulang lebih awal untuk menemani Mommy mu" Kendra merangkul bahu Amanda.
Amanda tersenyum "Jangan terlalu malam pulangnya ya"
"Baik Aunty, Aku akan menjaga Cla dengan baik"
Cla nampak malu, bagaimana mungkin Kevin benar-benar meminta ijin dari kedua orangtuanya.
"Hati-hati Sayang" Cla menganggukkan kepalanya dan berpamitan.
Di perjalanan Cla menundukkan kepalanya karena malu.
"Kenapa?"
"Apa? Kenapa apanya Kak?"
"Apa Kamu menyesal karena Aku meminta ijin kepada orangtua mu? Aku tidak bisa membawa anak gadis begitu saja tanpa persetujuan orangtuanya"
"Tidak Kak, Aku hanya kaget aja. Aku kira Kamu tidak akan mengajak ku secepat ini"
"Apa Kamu keberatan makan malam denganku malam ini?"
"Tidak..."
"Baiklah, Aku akan menjemputmu nanti sore"
__ADS_1
Cla menganggukkan kepalanya. Batin Cla bertanya-tanya "Apakah Kak Kevin akan mengajak ku berkencan? Jika hanya makan malam kenapa harus minta ijin kepada Mommy dan Daddy? Tapi apa mungkin dia mengajakku berkencan secepat ini?"
Cla menggeleng-gelwngkan kepalanya, "Kamu baik-baik saja?"
"Iya Kak, Aku baik-baik saja" Cla menatap Kevin dan tersenyum.
"Sudah sampai Cla"
"A...Apa? Oh ya benar sudah sampai. Maaf Kak Aku melamun" Cla pun tersenyum malu. Cla hendak membuka sabuk pengaman yang ia gunakan, namun itu menjadi sangat sulit baginya.
"Kenapa susah?"
"Kenapa Cla?"
"I...Ini Kak, kuncinya macet"
"Coba Aku lihat" Kevin mendekati tubuh Cla. Dilihatnya kunci sabuk pengaman tersebut. Ternyata benar sulit untuk dibuka, "Tidak biasanya"
Qiara yang baru saja memasuki area rumah sakit sangat terkejut "Itu... Itu kan Cla? Bagaimana mungkin dia... Dia berciuman di tempat umum seperti ini?"
Kevin berhasil membuka kuncinya, jantung Cla benar-benar berdegub kencang. Keringat mulai nampak di area wajahnya "Terimakasih Kak"
"Iya sama-sama Cla, hati-hati ya"
Kevin pun berlalu menuju kantornya.
"Cla..."
"Hai Qiara"
"Oh mataku. Apa yang baru saja Aku lihat" Qiara mengipaskan tangannya tepat di depan matanya.
"Kenapa? Kamu sakit?"
"Tidak, Aku baru saja melihat seseorang berciuman di depan mataku."
"Benarkah? Dimana?"
"Melihat ku? Apa maksudmu Qiara?"
Qiara berbisik "Aku melihatmu dengan Tuan Kevin"
"Iya Aku baru saja diantarkan olehnya"
"Lalu yang Kamu lakukan di dalam mobil?"
"Apa maksudmu? Oh jadi maksudmu Aku berciuman dengan Kak Kevin di dalam mobil? Ya ampun Qiara, kenapa Kamu berpikiran seperti itu?"
"Aku melihatnya Cla"
"Kak Kevin hanya membantuku membuka kunci sabuk yang susah dibuka. Kamu terlalu banyak baca novel Qiara"
"Benarkah? Tapi tadi terlihat seperti itu" Qiara menggoyang-goyangkan lengan Cla.
Cla hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Bersyukurlah pasien mu tidak mengetahui isi kepalamu" Qiara dan Cla pun tertawa.
Hari ini Cla sangat sibuk, bahkan ketika ponselnya berdering beberapa kali dia pun mengabaikannya. Cla menangani pasien yang mengalami kecelakaan dalam keadaan hamil.
Di tempat lain Kevin nampak gelisah "Kenapa Cla tidak membalas pesanku? Apa dia sedang sibuk? Atau dia kesal kepadaku karena kejadian tadi pagi?"
Pintu terbuka, Ziano menghampiri Kevin. "Malam nanti Daddy akan berangkat untuk perjalanan bisnis"
"Apa Daddy berangkat bersama Alex?"
"Ya dia akan ikut. Daddy titip Mommy, Alea dan Alana. Sepulang dari perjalanan ini, Daddy akan menetapkanmu sebagai direktur utama. Jadi siap-siaplah"
Kevin menganggukkan kepalanya, dia sudah memutuskan untuk menerima tawaran Ziano. Dia ingin Ziano menghabiskan masa tua bersama Vita, bukan bersama pekerjaan.
__ADS_1
"Baiklah Daddy. Tapi..."
"Kenapa Boy?"
"Malam ini Aku tidak makan di rumah. Aku sudah berjanji untuk mengajak makan Cla di luar"
"Cla? Kalian berkencan?"
"No... Aku hanya sudah berjanji untuk mengajaknya makan malam" Kevin nampak mengalihkan pandangannya. Ziano tersenyum, dia mengenal Kevin dengan sangat baik.
"Baiklah Boy, semoga lancar" Ziano menepuk pundak Kevin. Kevin menganggukkan kepalanya, dia menyadari kalau Ziano sangat mengenalnya.
"Terimakasih Daddy"
"Sampaikan salam ku untuk Princess Cla"
"Baik Daddy"
Ziano meninggalkan Kevin di ruangannya, Kevin tampak mengacak rambutnya. Dia benar-benar sangat malu.
Waktu kuliah, Kevin pernah berkencan dengan seorang gadis. Dia tidak memberi tahukan hal itu kepada Ziano maupun Vita. Kevin sering berbohong ketika pulang terlambat. Dia tidak ingin mengenalkan gadis yang ia kencani karena dia belum ingin mengajak gadis itu ke tahap yang lebih serius. Namun tanpa sepengetahuannya, Ziano mengetahui semuanya. Kevin benar-benar merasa sangat malu.
"Claaa... Apa dia akan menolak jika Aku mengajaknya bertemu lagi dan lagi" Kevin menggelengkan kepalanya.
"Aku butuh lebih banyak pekerjaan, Aku akan memdatangi Alex. Dia pasti keteteran karena mempersiapkan perjalanan bisnis pertamanya"
Kevin meraih jas yang ia gantungkan kemudian pergi meninggalkan ruangan. Dia berencana untuk mendatangi Alex di ruangannya.
"Apa Kamu perlu bantuan"
"Hai Kak, Kamu datang tepat waktu"
"Apa yang bisa Aku bantu?"
"Aku mencari berkas-berkas yang harus Aku bawa. Entah Alea atau Alana yang menyimpannya. Aku mencari di dalam lemari namun tetao tidak ketemu"
"Kamu sudah coba telpon mereka?"
"Mereka tidak menjawabnya. Mereka sedang pergi makan siang, namun tidak kunjung kembali"
"Aku akan coba menelpon mereka. Sepertinya Kamu harus coba menjadi di laci meja mereka"
Kevin mencoba menelpon salah satu dari adiknya. Namun benar yang dikatakan Alex, mereka tidak menjawab telponnya.
"Dimana mereka makan?"
"Aku kira cafe XYZ"
"Baiklah Aku akan mencoba mencari mereka"
"Iya terimakasih Kak"
Kevin melajukan mobilnya menuju cafe XYZ, bukan Alea ataupun Alana yang dia temukan. Namun Cla. Dia sedang berbincang bersama Qiara dan tertawa bersama. Seketika pandangan Kevin terkunci pada senyuman itu. Namun lamunannya tiba-tiba terhenti saat seorang gadis menghampirinya.
"Kak Kevin... Kenapa melamun di sini?"
Mendengar nama Kevin, Cla mengalihkan pandangannya. Padangan mereka kini saling mengunci.
"Siapa gadis yang bersama Tuan Kevin?" Qiara membuyarkan lamunan Cla.
"Gadis?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...Sorry baru Up....
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa 🥰🥰...