
Alea segera menelpon Cla, Alana mengawasi pintu ruangan milik Kevin.
"Kak Cla, Aku kangen banget sama Kakak"
"Hallo Alea, apa kabar? Sudah beberapa hari Kalian tidak menelpon ku"
"Aku baik Kak. Kak Cla apa kabar?"
"Aku baik sayang"
"Oh iya Kak, apa Kak Kevin sudah menelpon mu hari ini?" Alea berbisik.
Cla tertawa melihat tingkah Alea yang penuh dengan kehati-hatian.
"Tentu saja, tadi pagi dia menelpon ku"
"Syukurlah, katakan padaku Kak kalau Kak Kevin tidak menelpon mu dalam waktu tiga jam"
"What? Tiga jam? Ayolah Alea, Kakak mu pasti tidak mempunyai waktu sesenggang itu. Dia presdir, pasti dia membutuhkan waktu lebih untuk bekerja"
"Tapi Kak..." Alea nampal mengedarkan pandangannya.
"Apa Kak Cla tau Nona Nayla?"
"Iya, Kak Kevin menceritakan kejadian pagi tadi"
"Hanya pagi?"
"Lalu?" Cla nampak bingung.
"Baru saja Kak Kevin menemuinya"
"What? Dia tidak cerita akan bertemu dengannya. Memangnya ada apa dia menemuinya? Apa masalah pekerjaan?"
"No, dia kesana karena untuk meminta maaf. Kak Kevin merasa tidak enak ketika Nona Nayla diperlakukan seperti tadi oleh Kami"
"Oh iya wajarlah kalau Kak Kevin meminta maaf. Lagian kenapa Kalian seperti itu?" Cla tertawa.
Alea dan Alana menceritakan dengan versinya. "Bagaimana Kita tidak marah Kak, tadi pagi sekali Tuan Wilson datang dan dengan sengaja memperkenalkan Kak Kevin dengan putrinya"
"Kak Cla tau kan bagaimana dunia bisnis?" Alana menambahkan.
Cla menggelengkan kepalanya.
"Aduh Kak Cla, jadi beberapa perusahaan kecil sering kali menjadikan putri mereka sebagai aset" Alana terlihat geram.
"Benar Kak, jadi mereka mencarikan jodoh dari perusahaan lain untuk putrinya sehingga perusahaan mereka bergabung dan menjadi besar" Alea menambahkan.
"Dan Kami lihat di ruangan Kak Kevin, sebelum Kak Kevin menemuinya ternyata Nona Nayla mengirimkan makan siang untuk Kak Kevin"
"Benarkah?" Cla nampak terkejut.
"Benar itu Kak, tapi Kak Kevin sepertinya tidak menyadari maksud dari Tuan Wilson"
__ADS_1
"Tolong awasi gerak gerik mereka ya Alea, Alana. Aku mengandalkan kalian"
"Tenang Kak, Kami akan selalu mengawasi Kak Kevin dengan sepenuh hati"
"Baiklah, terimakasih Alea, Alana"
Cla mengakhiri panggilannya. Cla nampak sangat cemas. "Bagaimana kalau yang dikatakan Alea dan Alana itu benar. Kak Kevin, kenapa Kamu tidak menceritakannya kepada ku?"
Cla mengecek ponselnya berkali-kali, namun tidak ada pesan ataupun panggilan dari Kevin.
"Tidak tidak, Aku tidak boleh langsung bertanya begitu saja. Kak Kevin akan menganggapku tidak mempercayainya. Aku harus percaya dengan Kak Kevin"
Cla kembali disibukkan dengan kegiatannya. Hingga malam tiba, Cla baru selesai dengan aktivitasnya.
Sesampainya di apartemen, Cla mengecek kembali ponselnya. "Apa? Kak Kevin benar-benar tidak menghubungi ku?"
Cla merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya mulai kemana-mana. Hatinya mulai tak tenang.
Ponselnya tiba-tiba berdering, dengan cepat Cla meraihnya. Dilihatnya nama "Daddy" pada layar ponsel.
"Iya Daddy"
"Loh kenapa princess? Sepertinya Kamu sedang tidak bersemangat" Amanda mulai khawatir.
"Tidak Mommy"
"Kenapa Sayang? Apa ada masalah hari ini? Apa Kamu menemukan kesulitan?"
"No Mommy, Aku hanya lelah. Aku baru saja sampai di apartemen ku"
"Baiklah Mommy"
"Oke Sayang, istirahatlah dulu"
Amanda hendak menutup panggilannya, namun "Tunggu dulu Mommy"
"Kenapa Sayang?"
"Sebenarnya, Aku khawatir dengan Kak Kevin"
"Kevin? Kenapa dengan Kevin?"
"Tadi siang, Alea dan Alana menelpon ku. Mereka bilang ada salah satu kolega yang sepertinya mendekati Kak Kevin. Bahkan dia mengirimkan makan siang untuknya"
"Itu biasa Sayang, memang apa yang membuat mu khawatir nak?"
"Kata Alea dan Alana mereka mungkin saja berniat untuk menjodohkan anaknya dengan Kak Kevin untuk pernikahan bisnis"
"Sayaang, Kamu sedang cemburu. Hal yang wajar apabila orang-orang mendekati Kevin, apalagi Kevin masih muda dan juga lajang. Percayakan kepada Kevin Sayang, jangan sampai dia merasa tidak nyaman karena di curigai oleh mu"
"Baiklah Mommy, Aku akan mempercayakan semuanya kepada Kak Kevin"
"Bagus princess, jaga dirimu baik-baik ya sayang. Mommy mencintai mu"
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintaimu Mommy"
Di tempat lain Kevin terlihat panik karena tidak bisa menghubungi Cla.
"Kamu sedang apa Cla, kenapa nomor mu sibuk terus?"
Kevin memanggil dan memanggil lagi.
"Sayaaang"
"Iya Kak"
"Kamu dari mana saja? Aku menghubungi mu beberapa kali"
"Maaf Kak, barusan Mommy menelpon ku"
"Syukurlah, Aku kira Kamu kemana. Dari tadi Aku menunggu mu namun tidak ada menghubungi"
"Aku menunggu mu juga Kak, Aku kira Kamu kemana"
"Ya ampun Sayang, bukan kah Kamu bilang akan menelpon ku ketika Kamu sudah pulang? Kamu tadi bilang sedang sibuk"
Cla mengingatnya, "Benar, Aku berkata seperti itu. Maafkan Aku Kak, Aku sedang tidak fokus"
"Kenapa Sayang? Ada apa?"
"Hmm tidak Kak"
"Jangan berbohong Cla"
"Tidak Kak" Cla terdiam kemudian melanjutkan pembicaraannya "Bagaimana di kantor tadi Kak? Apa Kamu bertemu dengan seseorang?"
"Tadi berjalan dengan baik. Aku bertemu dengan seseorang Cla. Dia adalah kolega Daddy dari Swiss. Dia sengaja datang kemari untuk mengucapkan selamat kepada ku. Aku senang sekali dia bisa menerima ku"
"Benarkah? Selamat ya Kak"
"Iya terimakasih Sayang. Aku sangat merindukan mu"
"Aku juga. Istirahatlah Kak, Kamu pasti sangat lelah di hari pertama ini"
"Baiklah, good night princess"
Mereka mengakhiri panggilannya, tanpa terasa Cla meneteskan air matanya. Dia merasa Kevin telah menyembunyikan semuanya dari Cla.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Ayoo yang kangen sama princess Cla....
...Ada salam nih dari si cantik....
__ADS_1
...Katanya jangan lupa like dan komen 😘😘...