
Malam hari Kevin berpamitan kepada Cla.
"Jika ada apa-apa jangan lupa kabari Aku Sayang"
"Tenang saja Kak, Aku akan baik-baik saja"
"Aku harap begitu" Kevin mengecup kening Cla.
"Semoga semuanya cepat terpecahkan Kak"
"Iya Cla, semoga saja begitu"
"Aku antar ke bandara?"
"No princess, ini sudah malam. Aku tidak mau Kamu pulang malam sendirian"
"Baiklah, hati-hati ya Kak. Aku akan sangat merindukan mu"
"Aku juga"
Cla mengantarkan Kevin sampai loby apartemen. Mobil jemputan dari bandara telah tiba. Kevin memasukan semua barang bawaannya.
Setelah selesai, Kevin kembali menghampiri Cla dan mencium keningnya. "Hati-hati ya Sayang"
Cla menganggukkan kepalanya. Kevin segera memasuki mobil dan melambaikan tangannya. Setelah mobil semakin menjauh, Cla pun kembali menuju apartemen miliknya.
"Huh rasanya hampa. Aku benar-benar sudah nyaman dengan berada di sisi mu Kak"
Ponsel Cla berdering menandakan panggilan masuk, dilihatnya layar ponsel menunjukkan nama "Daddy Tampan". Cla tersenyum kemudian segera menjawab panggilan dari orang tuanya.
"Hallo Daddy"
"Hallo princess. Bagaimana hari mu?"
"Tadi menyenangkan, tapi sekarang tidak"
"Kenapa? Apa Kevin menyakitimu?"
"No Daddy..."
"Syukurlah, Daddy selalu mengkhawatirkan keadaan mu Sayang" Kendra menarik nafas lega.
"Kak Kevin baru saja kembali"
__ADS_1
"Apa? Kenapa tiba-tiba?"
"Kak Kevin bilang ada hacker yang mencoba mengambil alih website dari perusahaan Z"
"Apa? Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Kendra nampak terkejut, bagaimana pun juga website perusahaan adalah kunci utama dari sebuah perusahaan.
"Alea dan Alana bilang belum terjadi apapun dengan website nya. Tetapi Mereka masih kesulitan untuk mengakses"
"Kasihan sekali Mereka. Hacker adalah musuh yang sesungguhnya. Kalau begitu Daddy akan menghubungi Uncle Ziano dulu"
"Baik Daddy" Cla terdiam, "Hmm Daddy, tolong bantu mereka"
"Pasti Sayang, Daddy akan mencoba untuk membantu mereka"
Kendra segera pergi menuju perusahaan Z. Disana nampak Ziano yang sedang terlihat stress.
"Bagaimana keadaannya? Cla bilang website Kalian sedang diambil alih orang tidak bertanggung jawab" Kendra menghampiri Ziano.
"Benar, dan sampai saat ini masih belum bisa di akses"
"Sudah berapa lama?"
"Hampir empat jam"
"Sean?" Ziano nampak berpikir.
"Bukankah dulu perusahaan mu pernah mengalami hal seperti ini? Sean yang berhasil menyelesaikannya"
Ziano mengingat kembali kejadian puluhan tahun lalu saat Kendra masih menjadi asisten pribadinya. Ziano nampak sangat stress namun tiba-tiba Kendra datang membawa seseorang yang sangat pandai dengan IT.
"Kamu benar, Aku tidak terpikirkan" Ziano segera meraih ponselnya dan mencari identitas Sean.
Alea dan Alana nampak putus asa. Kendra menghampiri mereka. "Tenanglah, semua akan baik-baik saja"
"Aku takut Uncle"
"Tidak akan terjadi apa-apa, percayalah" Kendra mengusap kepala Alea dan Alana secara bergantian.
"Dia sedang berada di luar negeri" Ziano nampak putus asa.
"Hubungi dia"
Ziano menelpon Sean, orang yang dulu pernah berhasil memulihkan websitenya.
__ADS_1
Kendra duduk di samping Robin. "Sebagian data mulai menghilang" Robin bergumam.
"Berikan ponselnya padaku" Kendra meraih ponsel dari tangan Ziano.
Kendra menceritakan semuanya kepada Sean. Sean memberikan beberapa intruksi. Kendra mencoba mengikuti intruksi Sean dengan bantuan Robin.
"Lalu bagaimana?"
Sean kembali menjelaskan, Kendra dan Robin tengah sibuk. Hampir satu jam, akhirnya Kendra dapat menyelesaikannya.
"Selesai" Kendra dan Ziano saling berpelukan.
"Sekarang Kita harus menarik data yang sudah di unduh oleh hacker" Robin menarik beberapa data dan memulihkan data yang hilang.
"Terimakasih Ken. Lagi dan lagi lo menyelamatkan gue"
"Tidak Zi, ini berkat Sean dan juga Robin"
"Terimakasih Uncle" Alea dan Alana menghampiri Kendra dan memeluknya.
"Sama-sama, mulai saat ini lebih berhati-hatilah dalam menggunakan website. Gunakan kata sandi yang sulit ditebak"
Alea dan Alana menganggukkan kepalanya.
"Sekali lagi terimakasih bro. Lo pahlawan Kita hari ini"
Kendra tertawa "Sudahlah, gue balik. Alea, Alana, jangan biarkan Daddy kalian pulang sendiri. Kondisinya tidak sebaik dulu"
"Iya Uncle"
"Makasih bro" Ziano mengantar Kendra sampai menuju lift.
Kendra pulang dengan perasaan senang karena hubungannya dengan Ziano semakin membaik. "Aku tidak menyangka kalau Kita akan menjadi besan" Kendra tertawa.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Hayoo ngaku yg udah salah sangka sama Daddy Tampan....
...Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ Kalian 🥰🥰...
__ADS_1