
Alex menghampiri Anna, Anna nampak sangat bahagia.
"Bagaimana keadaan mu sekarang Al?"
"Aku sudah berjanji akan sehat saat Kamu kembali" Alex memang nampak sudah sangat baik. Walau sebenarnya ini kali pertama dia meninggalkan rumah.
Anna menghampiri Alex dan memeluknya.
"Aww..."
"Kenapa Al? Apa ada yang sakit?" Anna melepaskan pelukannya dan memeriksa tubuh Alex.
Alex tersenyum kemudian memeluk Anna kembali. "Aku hanya bercanda"
Anna membelalakkan matanya "Beraninya Kamu bercanda seperti itu" Anna memeluk Alex dengan sangat erat.
"Itu hukuman untuk mu karena tidak mengetahui keadaan ku"
"What? Bagaimana Aku bisa mengetahuinya kalau Kamu menghilang begitu saja" Anna melepaskan pelukannya.
"Ya seharusnya Kamu tau" Alex tersenyum.
Anna mendekati wajah Alex dan ******* bibir Alex, Alex nampak terkejut. Alex hendak membalas ******* Anna, namun Anna segera menjauhkan tubuhnya.
"Itu hukuman bagimh karena sudah tidak menghubungi ku hingga tubuhku drop"
"Apa? Beneran An?"
"Ya, dokter dan Daddy bahkan menyarankan ku untuk segera melupakan mu karena merusak kesehatan ku"
"Benarkah? Tapi Kamu tidak melakukannya kan?" Alex mengenggam tangan Anna.
"Tentu saja Aku melakukan saran tersebut. Tapi..."
Alex nampak panik "Tapi apa?"
"Aku tidak bisa melupakan mu"
__ADS_1
Alex tersenyum dan kembali memeluk Anna, "Terimakasih karena sudah percaya padaku. Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi"
"Tentu saja, kalau Kamu melakukannya lagi, Aku yakin Daddy dan Aku tidak akan memaafkan mu" Anna tertawa.
Alex mengajak Anna ke sebuah resort, Anna membutuhkan tempat yang indah namun Alex masih membutuhkan istirahat sehingga tempat itu dirasa sangat cocok untuk Mereka berdua.
"Aku ingin bertemu dengan kedua adik kembar mu. Mungkin akan seru jika Aku bertemu Mereka"
"No... Itu bukan ide yang bagus An"
"Kenapa?" Anna tertawa "Padahal Aku kira kalau Kita bisa pergi bertiga"
"Sudahlah lupakan. Kemarikan ponsel mu"
"Untuk apa?" Anna menyerahkan ponselnya.
"Bukankah Kamu akan mengambil gambar?"
"No Al" Anna tersenyum. "Aku memutuskan untuk hidup lebih lama lagi. Jadi Aku tidak membutuhkan gambar-gambar itu lagi"
Alex mengusap kepala Anna "Syukurlah kalau Kamu memutuskan seperti itu. Aku senang mendengarnya. Aku yakin kalau Kamu akan berumus panjang An"
"Apa yang harus Aku ceritakan An? Aku tidak ingat apapun"
"Bahkan aku pun?" Anna menundukkan kepalanya.
"Saat itu Aku hanya ingin bertemu dengan mu dan meminta maaf padamu jika akhirnya Aku tidak akan pernah bangun kembali"
"Jangan berbicara seperti itu Al, Aku tidak akan memaafkan mu jika itu benar-benar terjadi"
Alex tertawa "Begitu pun Kamu, jangan tinggalkan Aku An"
Anna menganggukkan kepalanya.
Ponsel Alex berdering menandakan panggilan masuk.
"Kenapa Lea?"
__ADS_1
"What? Kenapa? Kamu yang kenapa? Kenapa Kamu menghilang Al, dimana Kamu?" Suara Alea memenuhi pendengaran Alex, Alex menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Aku hanya pergi jalan-jalan sebentar, Aku bosan"
"Kenapa Kamu tidak bilang padaku? Mommy marah kepada ku dan Lana karena dikira tidak benar menjaga mu"
"Memang Kalian pikir Kalian benar-benar menjaga ku apa?" Alex nampak cuek.
"Awas ya, Aku akan menghukum mu karena keluar tidak memberitahu ku"
"Tunggu tunggu, kenapa Aku harus dihukum?"
"Karena..." Alea terdiam sebentar. "Pokoknya Aku dan Lana akan menghukum mu"
Anna tertawa mendengar perdebatan Kakak beradik tersebut. Dia akhirnya mempunyai ide untuk mengisengi nya. "Al..." Anna memanggil nama Alex.
Alex membelalakkan matanya, Anna tertawa.
"Alex? Siapa itu? Aku mendengar seseorang memanggil nama mu. Siapa itu?" Alea nampak heboh.
"Kamu... Kamu salah dengar. Itu Alana. Alana memanggil nama mu"
"Alana? Benarkah? Kalau begitu Aku akan tutup telpon. Cepat pulang Al"
Alex menarik napas panjang. Anna nampak tertawa puas, dia benar-benar tertawa lepas.
Alex menatap Anna dengan penuh kekaguman.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Anna usil ya 😂......
...Apa jadinya kalau dia bertemu Alea dan Alana 😂...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ dan Komentar Kalian yaaa 😉😉...