
Hari demi hari keadaan Ziano maupun Alex sudah sangat membaik.
Kevin pun sudah mulai terbiasa dalam memimpin perusahaan. Semua kembali normal.
Hubungannya dengan para kolega terlihat sangat baik, itu dikarenakan karakter Kevin yang ramah dan bertanggung jawab. Bahkan Alea dan Alana kini kebanjiran proposal permintaan kerjasama antar perusahaan.
"Kamu hebat Kevin, Daddy bangga mempunyai anak sepertimu" Saat ini Kevin sedang melaporkan keadaan perusahaan di kediaman keluarga Argora, lebih tepatnya di ruang bekerja Ziano.
"Ini karena Daddy yang hebat mendidik dan melatihku"
"Daddy akan mengundang seluruh klien Kita untuk memberikan informasi penting"
"Informasi apa Daddy?"
"Aku akan menunjuk mu sebagai presiden direktur perusahaan Z"
"Tapi Daddy..."
"Daddy sudah membicarakan hal ini dengan Alex. Alex menyetujuinya karena sepertinya dia lebih tertarik dengan bidang lain"
"Bidang lain? Apa itu?"
"Arsitek. Dia ingin terjun di dunia arsitek, mungkin tahun ini dia akan melanjutkan sekolahnya di bidang yang diinginkannya. Daddy tidak akan memaksa ataupun melarangnya, biarkan Kalian memilihnya sendiri. Begitupun Kamu Kevin"
"Aku..."
"Kamu bersedia menjadi presiden direktur perusahaan Z?"
"Jika Daddy dan adik-adikku serta Mommy menyetujuinya, Aku bersedia Daddy"
"Good job Boy. Kamu memang anak Daddy" Ziano memeluk Kevin dengan bangga.
Pintu diketuk, nampak Vita memasuki ruangan dengan membawa beberapa obat yang harus diminum oleh Ziano.
"Mas, jangan lupa obatmu"
"Aku sudah menemukan obatnya Sayang" Ziano memeluk Vita.
"Ada apa ini? Sepertinya Kamu memberikan kebahagiaan untuk Daddy mu?" Vita menatap Kevin.
Kevin hanya tersenyum.
"Sayang, coba lihat Kevin" Ziano menuntun Vita untuk duduk di samping Kevin.
"Iya kenapa dengan anak Kita? Dia sangat tampan, memangnya kenapa dia?"
"Apa Kamu melihat sosok presiden direktur perusahaan Z di wajahnya?"
"Sayang, benarkah?" Vita menggenggam tangan Kevin dengan tatapan yang tak kalah bahagia.
Kevin menganggukkan kepalanya, Vita langsung memeluk Kevin. "Terimakasih, terimakasih nak. Akhirnya Kamu mau menerima permintaan Daddy. Selamat Sayang"
"Terimakasih Mommy karena sudah mempercayaiku"
"Tentu... Tentu Aku sangat percaya padamu nak. Kamu tau nak? Daddy mu sudah membawa mu bekerja sejak usia mu tiga tahun. Pertama kali Mommy melihatmu adalah Kamu duduk di pangkuan Daddy mu di atas kursi presdir itu. Mommy sudah melihat sosok pemimpin itu sejak lama" air mata Vita mengalir begitu saja mengingat pertama kali dia melihat Kevin.
Kevin menghapus air mata Vita, "Aku tidak akan melupakan masa-masa indah bersama mu Mommy. Mommy wanita hebat, tidak pernah mengabaikan ku padahal saat itu Mommy harus mengurus Alex, Alana dan Alea"
"Kasih sayang Mommy sama besarnya nak, Mommy menyayangi Kalian"
Ziano memeluk Kevin dan Vita. "Kalian selalu mengabaikan ku saat sudah bersama"
Vita tertawa kemudian memeluk Ziano "Terimakasih sudah menghadirkan Kevin di hidupku"
__ADS_1
Ziano pun menganggukkan kepalanya.
......................
Kevin menghubungi Cla untuk memberitahukan berita tersebut. "Aku akan menjemputmu sekarang Sayang"
"Oke Sayang, Aku tunggu"
Kevin segera bergegas dan berpamitan kepada Ziano dan Vita.
"Kamu jadi berkemah?"
"Iya Daddy, ini Aku akan menjemput Cla"
"Hati-hati ya Sayang. Sampaikan salam Mommy kepada princess Cla"
"Queen Sayang, Kevin mengganti panggilan Cla sekarang"
Kevin tertawa saat Ziano menyenggol lengannya.
"Oke Mom, Dad... Aku berangkat"
Kevin pun pergi menuju kediaman keluarga Leonard.
Cla nampak sudah sangat siap, dia membawa beberapa perbekalan yang tidak boleh tertinggal.
"Semua sudah siap kan?" Cla kembali mengecek beberapa barang bawaannya.
"Wah wah, akan berkemah berapa hari Kamu princess?" Kendra yang menghampiri Cla. Amanda mencubit lengan Kendra. "Aw... Kenapa Sayang?" Amanda memberikan kode kepada Kendra.
"Apa? I...Ini untuk satu hari? Kamu bawa sebanyak ini Sayang?"
Amanda mendekati Cla "Jangan dengarkan Daddy mu Sayang. Dia tidak pernah mengajak Mommy berkemah selain di belakang rumah atau di atap rumah. Apa semua sudah siap?"
"Hei Sayang, apa itu kode untukku? Apa perlu Kita berangkat juga bersama mereka?" Kendra mendekati Amanda.
"No... Kita sudah tidak muda lagi Bie"
"Kata siapa? Jiwaku masih muda Sayang" Kendra mengangkat tubuh Amanda. Amanda menjerit dan meminta untuk diturunkan, namun bukannya diturunkan. Kendra memutarkan tubuhnya beberapa kali.
Cla tertawa melihat kedua orangtuanya. Tiba-tiba Kendra menghentikan aksinya dan duduk di atas sofa. "Apa berat badanmu naik lagi?"
"Apa? Bukan berat badanku yang naik, tapi tubuhmu yang sudah tidak kuat lagi"
Mereka tertawa bersama.
Cla berharap hubungannya dengan Kevin akan seperti kedua orang tuanya, harmonis dan tanpa orang ketiga.
"Sudahlah Daddy, Kamu mengalah saja. Mana ada perempuan mengakui nerat badannya naik lagi" Cla tertawa melihat Amanda yang membelalakkan matanya.
"Sayang, sejak kapan Kamu ada di pihak Daddy?"
Kendra memeluk Amanda dan mengusap air matanya yang keluar akibat tertawa. "Aku tetap cinta sayang"
"Mulai... Pasti ujung-ujungnya gitu" Cla sudah terbiasa melihat adegan-adegan saat Kendra membujuk Amanda.
Suara mobil memasuki gerbang membuat Cla menghentikan aktivitasnya. "Sepertinya itu Kak Kevin"
"Baiklah hati-hati ya Sayang. Jaga dirimu dengan baik nak"
"Awas saja kalau Kevin berani macam-macam dengan anak gadis Daddy"
"Siaap kapten, Aku akan jaga diriku dengan sangat baik"
__ADS_1
Bel berbunyi, Cla menghampiri dan membuka pintu. "Hai Kak"
"Sudah siap?"
"Tentu"
Kevin menghampiri Amanda dan Kendra kemudiam mencium tangannya, "Aunty, Uncle. Aku ijin membawa Cla pergi berkemah"
"Baiklah, jaga dia untuk ku ya nak Kevin" Amanda mengusap kepala Cla.
"Baik Aunty"
"Jangan macam-macam dengan anak gadisku Boy" Kendra menepuk pundak Kevin.
"Baik Uncle, Aku tidak akan berani macam-macam"
Cla dan Kevin pun berpamitan. Kevin menggendong ransel yang dibawa Cla.
"Kamu bawa apa sayang?"
"Bawa kebutuhan ku lah honey"
"Tapi Kita hanya berkemah satu malam"
"Sudah bawa saja" Kevin menuruti perintah Cla.
Mereka kini berada di dalam mobil. "Perjalanannya cukup lama, Kamu bisa tidur dulu. Karena nanti malam Aku tidak akan membiarkan mu tidur"
Cla yang sedang makan cemilan yang dibawanya tiba-tiba tersedak "Uhuk uhuk. A...Apa maksudnya Kak?"
"Iya semalaman Kita akan duduk berdua menatap cahaya bintang kemudian membicarakan banyak hal"
"Oh itu..."
"Memangnya Kamu pikir Aku akan berbuat apa?"
"Ti...Tidak Sayang. Aku pikir..."
Kevin tertawa saat melihat pipi Cla yang memerah "Aku tidak akan berani macam-macam padamu. Sebelum Aku menikahimu" Kevin meraih tangan Cla dan menciumnya.
"Iya Kak, Aku percaya padamu"
Cla menarik nafas lega.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Ayoo tinggalkan jejakmu Kakak Zheyeenk. 🥰🥰......
...Terimakasih sudah setia membaca karyaku....
...Terimakasih juga buat yang merasa Up nya terlalu sedikit, itu artinya Kalian menikmati alurnya. Aku Up nggak kurang dari seribu kata. So, udah pasti banyak....
...Oh ya buat Kakak-Kakak reader kesayangan. Jangan ancam-ancam pindah novel atau apalah. Please hargai setiap karya author, siapapun itu....
...Kita Up nggak gampang loh, karena Kita punya the real of world....
...Kita juga nggak pernah paksa buat baca kaaaan, so nikmati saja karya Kami....
...Happy Reading Kakak Zheyeeenk 🥰🥰...
__ADS_1