
"Cla, bagaimana bisa Kamu mengenal Tuan Kevin Argora?"
"Dia teman masa kecil ku"
"Apa? Dia punya teman masa kecil? Pasti menyenangkan berteman dengannya. Dia sangat baik pada semua orang"
"Iya dia memang baik kepada semua orang. Aku bahkan merasa mempunyai seorang Kakak saat sedang bersamanya"
"Kakak? Kenapa Kakak? Kalian cocok jika bersama" Qiara nampak rersenyum senang membayangkan Cla dan Kevin berjalan bersama sebagai seorang kekasih.
"No Qiara, itu pasti akan membuat Kami menjadi canggung. Aku lebih suka seperti ini"
"Kamu pasti pemalu" Qiara tertawa sambil memegang lengan Cla. Saat ini mereka tengah berjalan menuju rumah sakit.
"Kamu bawa mobil Cla?"
"Tidak, Aku di jemput" Qiara menghentikan langkahnya ketika Cla akan memasuki ruangannya.
"Aku akan mengantarmu, sebagai permintaan pertemanan. Mulai saat ini Kita berteman"
"Aku... Aku tidak ingin merepotkanmu Qiara. Rumahku sangat jauh"
"Ayolah Cla, jangan menolak. Dalam pertemanan itu tidak ada kata merepotkan"
"Baiklah. Terimakasih sebelumnya" Merekapun benar-benar berpisah.
Cla duduk di kursi miliknya, dia mengingat kata-kata bahwa mulai saat ini dia dan Qiara adalah berteman. "Apa Aku harus mengatakan siapa Aku sebenarnya kepada Qiara?" Cla nampak bingung.
Pintu dibuka, seorang perawat memberitahukan bahwa ada pasien yang sudah menunggu di ruang bersalin. Cla nampak terkejut "Apa? Sejak kapan?" Cla langsung bergegas dan diikuti perawat tersebut.
"Sejak Anda pergi istirahat. Dia mengalami kontraksi untuk melahirkan namun tidak ada pembukaan"
"Seharusnya Kamu langsung menghubungiku. Lakukan tindakan pertama, jika tidak berhasil siapkan ruang operasi, Kita harus segera melakukam operasi caesar demi keselamatan Ibu dan Bayi" Cla memeriksa beberapa alat vital pada pasien.
"Stop" Cla menghentikan seorang perawat yang akan memberikan tindakan pertama. "Kita akan melakukan operasi caesar sekarang juga, pasien mengalami tekanan darah yang cukup tinggi"
Cla dan beberapa dokter lainnya segera menuju ruang operasi. Cla sudah pernah melakukan operasi seperti ini, namun ini kali pertama dia akan mengoperasi pasien dalam keadaan darurat.
"Usia kandungan belum sempurna, tapi Kita harus bergegas untuk menyelamatkan keduanya"
Cla memakai perlengkapan operasi, Cla terus memanjatkan doa untuk keselamatan Ibu dan Bayi.
Operasi berjalan dengan baik, Ibu dan Bayi dapat diselamatkan. Namun bayi tersebut harus mendapatkan perawatan khusus karena kondisinya yang belum stabil.
Cla nampak murung, dia merasa bersalah kepada bayi tersebut. Seharusnya saat ini dia masih berada di dalam kandungan ibunya, namun Cla memaksanya untuk keluar.
"Dokter Cla sangat cekatan, Aku melihat bagaimana dia bertindak tadi. Dokter yang masih sangat muda, juga berbakat"
"Kamu benar, bahkan dia nampak sangat cantik. Aku merasa tidak asing dengan wajahnya"
"Kamu benar"
Beberapa perawat nampak membicarakan Cla dari kejauhan, namun Cla lagi-lagi mengabaikan. Dia tidak suka menjadi bahan omongan.
__ADS_1
"Bagaimana Cla? Apa semua berjalan lancar?" Qiara menghampiri Cla yang sedang membersihkan diri.
"Semua berjalan lancar, tapi tidak baik"
"Memangnya kenapa?"
"Bayi tersebut harus mendapatkan perawatan khusus karena kondisinya yang masih belum stabil. Dia seharusnya masih berada di dalam kandungan ibunya, tapi Aku memaksanya untuk keluar"
Qiara tertawa, "Kamu lucu sekali Cla, Kamu sudah menyelamatkan mereka. Bayi tersebut mungkin tidak akan selamat jika tidak segera dikeluarkan, begitupun ibu dari bayi tersebut. Kamu sudah menjadi pahlawan hari ini. Jangan sedih lagi" Qiara memeluk Cla. Cla nampak lega karena Qiara bisa menenangkannya.
"Terimakasih Qiara"
Qiara menganggukkan kepalanya "Aku kembali, ingat nanti pulanglah bersamaku"
Cla menganggukkan kepalanya, dia memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Qiara. Tidak ada yang disembunyikan lagi, termasuk identitasnya. Cla tidak ingin ada salah paham di kemudian hari.
......................
Cla menghampiri Qiara di ruangannya.
"Wah Kamu sudah selesai ya, tunggu Aku" Qiara membereskan beberapa berkas dan menenteng tasnya.
"Apa Kamu akan langsung pulang?" Qiara mengajak Cla menuju lobby rumah sakit.
"Aku ada perlu ke Mall, apa Kamu akan ikut? Tapi jika Kamu buru-buru ya tidak apa-apa"
"Tentu Aku akan ikut, ayoo"
"Bagaimana keseharianmu sebelum bekerja disini?"
"Oh, Aku tinggal bersama Grandma Ku di USA"
"USA? Apa Kamu lulusan sana juga?"
"Ya, sejak SMA Aku tinggal disana"
"Kereeen, lalu apa sekarang Grandma mu pindah kesini?"
"No, Adik ku yang sekarang disana. Kami semacam pindah posisi"
"Wah itu pasti sangat menyenangkan" Qiara nampak sangat kagum.
"Lalu Kamu disini bersama siapa?" Qiara semakin penasaran.
"Aku tinggal bersama orangtua ku. Kenapa Kamu seperti mengintrogasiku?"
Qiara dan Cla tertawa, "Kamu membuatku penasaran dokter Cla"
"Baiklah, karena Aku percaya padamu. Aku akan menceritakan semuanya"
"Apa maksudmu semuanya?"
"Iya semua. Oh ya bagaimana Kamu mengetahui Kak Kevin?"
__ADS_1
"Tentu, semua wanita mengenalnya"
"Apa Kamu mengenal Nathan dan Nathar juga?"
"Tentu, dia anak dari pemilik rumah sakit tempat Kita bekerja. Apa Kamu pernah bertemu dengannya? Mereka sangat tampan, persis seperti Tuan Kendar. Namun mereka sangat menjaga jarak, tidak ada yang berhasil menyapanya"
"Mereka adalah adik ku"
Qiara tertawa "Kamu lucu Cla, bukankah Kamu baru saja kembali?" Qiara seketika menghentikan tawanya. "Apa mereka benar-benar menggantikan posisimu?"
"Ya begitulah"
"Jadi Kamu putri dari Tuan Kendra? Putri pertamanya?"
"Benar"
"Ya ampun, kenapa Kamu baru bicara. Lupakan apa yang Aku bicarakan tentang saudara mu"
Cla tertawa, "Tidak apa-apa, lupakan saja"
"Lalu kenapa Dokter Jerry tidak mengatakan kalau Kamu putri dari Tuan Kendra saat memperkenalkanmu?"
"Aku tidak ingin dikenal karena namaku Lenonard, biarkan orang memandangku karena kerja kerasku"
"Kamu hebat sekali Cla, Aku sangat senang bisa berteman denganmu"
Mereka sampai di sebuah Mall yang cukup mewah. Qiara memarkirkan mobil miliknya. Qiara hendak menyimpan kartu parkir, namun lagi-lagi dia terkejut saat melihat logo Ļ pada kartu tersebut.
"Tunggu dulu Cla, apa ini milik keluargamu?" Qiara menunjukkan kartu parkir tersebut.
"Lupakan Qiara, Aku Cla"
"Baiklah baiklah dokter Claretta Danizza Leonard" Qiara tertawa saat Cla memelototinya.
Mereka makan bersama setelah Cla memberi kabar kepada Amanda bahwa dia akan pulang terlambat. Cla tersenyum saat Amanda begitu mengkhawatirkan Cla.
"Aku tau kenapa Aku tidak asing saat melihat wajahmu. Kamu snagat mirip dengan Nyonya Amanda"
"Semua orang berkata begitu, namun Mommy jarang tampil di depan publik, sehingga mereka sedikit sulit mengenaliku"
"Kamu benar, sudah lama Aku kagum kepada Nyonya Amanda"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Jeng jeng jeeeeng.......
...Akhirnya Aku up di novel baru, rencananya Aku mau buat banyak episode. Kalau di novel yg lama pasti akan sulit membedakan cerita "Kendra-Amanda" kemudian "Ziano-Vita" dan "Cla-..."...
...Jadi tetap like, komen dan vote juga ya Kakak Zheyeeenk 😘😘😘...
__ADS_1