
Qiara nampak terdiam, Aarav meraih tangan Qiara.
"Aku mendengar percakapan mu bersama dokter Cla. Raihlah cinta mu Ra dan sekali lagi, Aku minta maaf karena membuat kesalah pahaman ini"
Qiara nampak menangis, "Aarav, maafkan Aku. Maafkan Aku"
"Tidak Ra, Kamu tidak harus meminta maaf. Ini bukan salah mu. Hatimu berhak memilih, dan Kamu tidak bisa mengendalikannya"
Qiara menganggukkan kepalanya.
"Kamu teman yang baik Ra, Aku harap Kamu tidak menghindar dari ku karena ini. Ijinkan perasaan ini berubah dengan sendirinya"
"Terima kasih Rav, Aku benar-benar sangat beruntung memiliki teman seperti mu"
Aarav tersenyum "Boleh Aku memeluk mu? Sekali ini saja"
Qiara menganggukkan kepalanya dan memeluk Aarav.
Aarav membalas pelukan Qiara "Aku melepaskan mu untuk membuat mu bahagia. Jika Kamu tidak bahagia, datang padaku"
Qiara melepaskan pelukannya dan memukul lengan Aarav "Tentu saja Aku akan bahagia, Aku harap Kamu juga menemukan kebahagiaan mu"
Tanpa Mereka sadari, sepasang mata tengan memperhatikan Mereka berdua.
Sore hari sebelum acara makan malam, Alex sudah bersiap dan hendak pergi menuju tempat yang Mereka janjikan. Namun saat sedang dalam perjalanan, Cla memberitahukan kalau Qiara akan tiba juga.
Alex merasa belum siap untuk bertemu dengan Qiara dan akhirnya memutuskan untuk membatalkan acara makan malam bersama.
Alex membeli sebuket bunga dan sekotak coklat. Dia berniat untuk menemui Qiara setelah makan malam.
"Hallo Kak, apa Qiara masih bersama Kalian?" Alex melakukan panggilan kepada Cla.
"Tidak Al, dia baru saja pergi sepuluh menit yang lalu"
"Apa? Pergi?"
__ADS_1
"Iya, dia pulang menuju apartemennya"
"Baik Kak, terimakasih" Alex melajukan mobilnya menuju apartemen milik Qiara.
Namun saat di lobby, dia melihat Qiara memasuki mobil milik Aarav.
Alex mengikuti kemana Qiara pergi, hingga kini dia berada di pantai yang sama bersama Qiara dan Aarav.
Alex melihat Mereka dari kejauhan. "Jadi Mereka benar-benar memiliki hubungan khusus" Alex meraih buket bunga dan membuangnya.
Aarav mengantar kembali menuju apartemen miliknya "Terimakasih ya Ra"
Qiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Saat berjalan di lobby, Qiara melihat sebuah kotak dengan berwarna merah muda.
Diraihnya kotak tersebut, terdapat namanya pada bagian depan.
"Qiara? Apa ada Qiara lain di apartemen ini?" Qiara membolak-balikkan kotak tersebut.
Qiara meraih ponselnya, dan benar saja ada pesan dari Cla untuknya.
Cla : Alex baru saja menelpon ku, dan dia sepertinya pergi untuk menemui mu.
Qiara membelalakkan matanya "Sepertinya benar, Al kemari. Lalu kenapa coklat ini ada di lantai?"
"Apa Al melihat ku pergi bersama Aarav? Bagaimana ini?" Qiara nampak panik.
Qiara mencoba menelpon Alex, namun ponselnya tidak aktif.
"Apa Aku harus menemui Alex sekarang? Tapi dimana?" Qiara kini berada di samping mobil miliknya.
"Rumah Keluarga Argora? Tapi..."
Qiara takut Alex menolak untuk bertemu dengannya.
__ADS_1
Qiara pun akhirnya menaiki lift dan berjalan menuju pintu apartemen miliknya.
"Besok Aku harus menemui Alex, tidak mungkin Aku datang ke kediaman keluarga Argora malam hari seperti ini"
Qiara menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan membuka kotak coklat tersebut.
Qiara nampak terkejut saat beberapa coklat berbentuk hati dengan warna yang indah memenuhi kotak tersebut.
"Alex memberikan sekotak coklat berbentuk hati?"
Qiara meraihnya satu persatu "Cantik sekali..."
Secarik kertas nampak berada di bawah coklat tersebut. "Ada surat?"
"AKU MENCINTAI MU QIARA"
Pipi Qiara nampak memerah "Alex mengirimkan ini untuk ku? Ini benar dari Alex kan?"
Qiara tersenyum lebar, jantungnya berdegub dengan sangat kencang.
"Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Alex, Aku juga sangat mencintai mu" Qiara kini sangat berbunga-bunga.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Salah paham lagi dan lagi....
...Paham nya jangan di salah-salah dong ya 🤭🤭...
...Ayooo mana dukungan Kalian Zheyeernk supaya Aku semangat Up nya 🤭🤭...
...Jangan lupa like, komen dan vote yaaa 🥰🥰🥰...
__ADS_1