
Qiara nampak membereskan koper yang dibawanya.
"Mau kemana?" Alex baru saja selesai membersihkan tubuhnya.
"Aku akan menginap di hotel sebelah. Tadi Aku tidak sempat pesan online karena ponsel ku mati. Makanya Aku langsung kemari" Qiara tersenyum.
"Tidurlah di sini malam ini, Aku bisa tidur di sini" Alex menunjuk sofa di depannya.
"No, mana mungkin Aku tega membiarkan mu tidur di luar seperti itu" Qiara menggelengkan kepalanya.
"Jadi? Kamu akan membiarkan Aku tidur bersama mu di dalam?" Alex menunjuk kamar miliknya.
Pipi Qiara nampak memanas "Ti...Tidak seperti itu, maksud ku..."
"Sudah hampir tengah malam, besok Aku antar menemukan tempat menginap yang tepat untuk mu"
Qiara melihat ke arah jam yang bergantung di dinding, waktu menunjukkan pukul sebelas malam.
"Kalau begitu, apa tidak apa-apa kalau Aku meminjam kamar mu?"
"Tentu saja apa-apa" Alex tersenyum.
"Apa-apa? Apa-apa apanya?"
Alex tertawa dan meraih koper di tangan Qiara "Masuklah" Alex mengajak Qiara menuju kamarnya.
Qiara melihat kamar Alex, kamar bernuansa warna abu nampak sangat rapi dan elegan. Bau parfum yang baru saja Alex gunakan masih memenuhi udara.
"Kenapa Ra?"
Qiara tersadar dari lamunannya "Tidak. Kamar mu rapi sekali Al? Apa Kamu menyewa jasa untuk membersihkan kamar mu?"
"Lebih baik Aku menyimpan uang ku untuk kebutuhan yang lain. Walaupun Daddy ku memberikan uang yang cukup, Aku tidak terbiasa menghabiskannya untuk hal-hal seperti itu. Aku lebih suka menjadikan kamar ku sebagai area privasi ku"
__ADS_1
"Area privasi? Apa itu artinya tidak ada yang pernah memasuki ruangan ini?"
Alex tertawa "Tentu saja tidak"
"Tidak?"
"Bukankah Kamu saat ini memasuki ruangan ini?"
Pipi Qiara nampak memerah, "Kalau begitu, Aku ingin membersihkan tubuh ku terlebih dahulu"
"Silahkan"
"Tapi... Apa Kamu akan menunggu di sini?"
Alex tertawa "Maafkan Aku, Aku lupa"
Alex keluar dari kamar.
Setelah hampir setengah jam, Qiara menghampiri Alex yang tengah menonton.
"Karena Aku tahu Kamu akan ke sini" Alex meraih tubuh Qiara ke dalam pelukannya.
"Benarkah? Benarkah Kamu tahu kalau Aku akan ke sini?"
Alex tertawa "Hanya perasaan ku saja, tapi ternyata benar kan?"
"Aku curiga Cla memberitahu mu kalau Aku akan ke perancis ya?" Qiara menatap Alex dengan penuh tanda tanya.
"Tentu saja tidak. Aku kembali karena Aku merasa rencana ku gagal. Jujur saja, Aku merasa sangat kecewa. Walaupun Aku yakin Kita akan bersama lagi" Alex mengecup pucuk kepala Qiara.
"Maafkan Aku Al, Aku sempat ragu dengan perasaan ku. Tapi setelah Aarav mendekati ku, Aku semakin yakin kalau perasaan ku untuk mu itu nyata" Qiara memeluk Alex.
"Terima kasih sudah menyusul ku kemari Ra dan Aku senang Kita bisa menyelesaikan kesalah pahaman ini. Sepertinya Aku harus berterima kasih kepada Aarav karena kesalah pahaman ini, Kita bisa seperti saat ini"
__ADS_1
Qiara tertawa "Kamu benar Al, Kita bisa menyadari perasaan Kita masing-masing seperti ini"
"Aku mencintai mu Kak Qiara"
Qiara tertawa "Aku tidak menyangka akan mencintai pria sekecil ini" Qiara mengibaratkan Alex dengan jari kelingkingnya.
"Aku tidak sekecil itu"
"Tetap saja Kamu brondong ku" Qiara tertawa.
"Yang penting Kamu mencintai ku"
"Tentu saja, Aku mencintai mu Al"
Mereka menghabiskan malam dengan bercerita hingga akhirnya Mereka tertidur di atas sofa.
Pagi hari Vita dan Ziano di apartemen milik Alex.
"Al..."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Hayooo siapa yang fikirannya udah traveling 😂...
...BTW Dad Zino dateng nih, gimana nasib Alex sama Qiara yaaa 😦...
...Jangan lupa tinggalkan jejak love, like dan komentar Kalian yaa Zheyeeenk supaya Aku semangat buat Up lagiii 🥰🥰🥰...
...Dan terimakasih buat Kalian yg selalu setia dengan karya-karya ku....
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke "Because One Night" yaa, certianya seru juag loh 😎😎...
...Aku tunggu zheyenk kuuu 🤗🤗...