
"Alea?"
Gadis yang memegang lengan Kevin itu mencari arah suara. Matanya tertuju pada seorang gadis yang nampak tidak asing untuknya. Beberapa waktu ia tidak mengingat siapa gadis itu. Namun kemudian "Kak Cla. Kak Cla kan?"
Cla menganggukkan kepalanya, gadis tersebut menghampiri Cla dan memeluknya.
"Kak Cla apa kabar? Aku mendengar kabar dari Kak Kevin kalau Kak Cla sudah kembali, tapi Kita belum sempat bertemu"
"Aku baik. Bagaimana kabarmu? Mana Alana? Sudah lama sekali Aku tidak bertemu kalian" Cla mencari saudara kembar dari gadis yang ada di hadapannya.
"Aku Alana Kak" Alana mendelikkan matanya.
"Ups, sorry. Kalian mirip sekali, Aku kesulitan membedakan kalian" Cla tertawa. Dia memang kesulitan membedakan yang mana Alana dan yang mana Alea.
"Tidak apa-apa Kak. Itu Alea disana. Kakak dari tadi di sini? Kenapa Aku tidak menyadarinya?"
"Bagaimana mungkin Kamu menyadarinya, Aku panggil saja Kamu tidak mengenaliku"
Alana tersenyum malu, "Kak Cla tambah cantik. Aku hampir tidak mengenalimu"
"Pandai sekali Kamu beralasan" Cla memeluk Alana kembali.
Alea menghampiri Alana saat melihat seorang gadis memeluknya "Alana? Ini... Kak Cla?"
"Yes Sayaaaang. Kalian mirip sekali, lucu sekali" Cla menggenggam kedua tangan saudara kembar itu.
"Kak Cla tambah cantik" lagi-lagi Alea memujinya.
"Sudahlah, Kalian pandai sekali memujiku. Oh ya, kenalkan ini sahabatku. Qiara"
"Qiara" Qiara menganggukkan kepalanya.
"Hai Kak Qiara. Aku Alana, dia Alea. Jangan tertukar ya" merekapun tertawa bersama.
Kevin memperhatikan mereka, dia ikut tersenyum ketika para gadis itu tertawa saat bercerita. Namun ia lupa tujuannya datang kemari. "Alex... Ya Alex mencari kalian"
"Alex? Kenapa dia?" Alana dan Alea menghentikan ocehannya.
"Dia mencari berkas yang kalian simpan untuk perjalanan bisnisnya besok"
"Benarkah? Bukankah semua berkas sudah Kita berikan padanya?" Alea nampak enggan untuk kembali.
"Dasar Alex, dia tidak bisa jauh dari Kami. Diajak tidak mau" Alana mengomel.
"Ayo bantu Alex untuk menemukan berkasnya"
"Oke oke Kak. Kak Cla, Aku minta no ponsel mu. Nanti Aku akan menghubungimu"
"Hubungi Aku juga Kak" Alea tidak ingin kalah.
"Baiklah Aku akan menghubungi Kalian"
"Oh ya Kak, pulang nanti Kita jalan yu" Alana nampak bersemangat.
"Tidak" Kevin langsung mencegah.
"Loh kenapa Kak? Kak Kevin mau ikut?"
__ADS_1
"Bu..Bukan begitu. Kalian tidak bisa keluar malam ini"
"Kenapa?" Alea nampak bingung.
"Iya tidak bisa. Daddy akan berangkat perjalanan bisnis, jadi bantu dia menyiapkan semuanya"
"Biasanya itu pekerjaan Kak Kevin kan?"
"Iya, tapi..."
Cla nampak tersenyum "Aku tidak bisa pergi dengan kalian malam ini. Mungkin lain waktu"
"Baiklah Kak, Aku akan menagih janji mu"
Merekapun berpamitan, Cla dan Qiara hendak meninggalkan tempat tersebut. "Qiara, dimana ponselku?"
"Ponsel? Apa Kamu membawa ponsel?"
"Aku lupa lagi, tapi bisakah Kamu menelpon nomorku?"
"Baik, tunggu sebentar" Qiara mencoba menelpon nomor Cla, namun tidak terdengar suara ponsel berdering di cafe tersebut.
"Sepertinya Kamu tidak membawa ponsel"
"Benarkah? Ayo segera kembali. Aku akan memeriksanya di meja kerja ku"
"Ayo" Qiara dan Cla pun pergi meninggalkan cafe tersebut.
Cla memasuki ruangannya diikuti oleh Qiara "Ada?"
"Syukurlah"
Cla menatap layar ponsel, terdapat tiga pesan masuk dari Kevin. Namun kevin menghapusnya kembali.
"Kenapa dihapus?"
"Kenapa Cla?" Qiara nampak penasaran.
"Kak Kevin mengirimi ku pesan, tapi di hapus"
"Ya Ampun Cla, itu mungkin karena Kamu terlalu lama tidak membaca pesan dari Tuan Kevin"
"Kamu benar Qiara, sejak pagi Aku menyimpan ponselku dan pesan ini dikirim empat jam yang lalu? Itu artinya sejak tidak lama Kami berpisah"
"Sebenarnya apa ada yang Kalian sembunyikan dariku?" Qiara mendekati Cla, dia ingin mendengar kelanjutan kisah Cla dengan Kevin.
Namun seorang perawat datang dan memanggil Qiara "Maaf dokter Qiara, pasien sudah menunggu Anda"
"Baiklah terimakasih. Aku baru saja berkonsultasi dengan dokter Cla. Siklus datang bulan ku tidak teratur" Cla nampak menggelengkan kepalanya.
"Baiklah dok, Kami akan mulai memanggil pasien pertama"
Qiara pun pergi meninggalkan ruangan Cla. Cla menarik nafas lega karena terbebas dari pertanyaan-pertanyaan Qiara.
......................
Jam pulang tiba, Qiara berdiri di samping Cla.
__ADS_1
"Kenapa Kamu belum pulang?"
"Aku hanya ingin memastikan sahabatku baik-baik saja" Qiara tersenyum ke arah Cla.
"Aku akan baik-baik saja. Kak Kevin menjemputku"
"Benarkah? Apa kalian sudah mulai berkencan?"
"Tidak, maksudku belum"
"Aku curiga, kenapa tadi Tuan Kevin melarangmu untuk pergi bersama Nona Alea dan Nona Alana? Apa kalian akan pergi ke suatu tempat?"
Pipi Cla langsung memerah "Kamu benar-benar sahabatku. Kenapa Kamu mengetahui sebelum Aku menceritakannya?"
"Haha baguslah, selamat bersenang-senang Cla. Aku akan menagih ceritamu hari besok."
Cla memeluk Qiara dan berpisah saat Kevin sudah tiba di depan rumah sakit.
"Bagaimana pekerjaan mu hari ini?"
"Apa hanya pekerjaan ku saja yang Kakak tanyakan?" Cla pura-pura kesal.
"Maaf Cla, Aku kira Kamu mau berbagi pengalamanmu dengan ku. Dengan begitu akan sedikit meringankan beban mu"
Cla tertawa "Lucu banget sih Kak, jangankan pengalamanku. Hidupku aja akan Aku bagi bersama mu"
"Apa?" pipi Kevin memerah, dia sekilas melihat ke arah Cla. Namun lagi-lagi Cla tertawa.
"Kenapa Kak? Kayanya hari ini lagi baper banget deh. Oh ya tadi kenapa pesan mu Kamu hapus? Aku belum sempat membacanya. Tadi ada kecelakaan dengan korban dalam keadaan hamil"
"Tidak apa-apa. Aku... Aku hanya salah kirim pesan"
"Memangnya Kak Kevin mau kirim pesan ke siapa?"
"Sudah lupakan saja Cla"
"Pacar Kak Kevin ya?"
"Pacar? Apa menurut mu Aku sudah punya pacar?"
"Hmm mungkin saja, saat ini Kak Kevin sedang bertengkar dengan dia. Jadi Kak Kevin mengajak ku keluar supaya bisa melupakan sejenak masalah Kak Kevin. Makanya Kak Kevin sangat baper" Cla tertawa.
"Terserah apa yang dipikirkan oleh mu Cla"
Cla nampak cemberut. Menurut Qiara, laki-laki yang menyukai Kita akan sangat menolak saat Kita berkata seperti itu. Dia akan segera mengatakan kalau dia tidak mempunyai pacar dan menyatakan cintanya. Tapi Kevin tidak melakukan itu, apa mungkin Kevin sudah punya pacar?
Cla nampak melamun, pikirannya kini sangat berantakan. "Kamu baik-baik saja Cla?"
"Hmm ya. Maksudku tidak. Aku... Aku ingin pulang saja Kak. Aku tidak enak badan"
"Benarkah?" Kevin memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Kevin menghadap Cla dan menempelkan telapak tangannya di kening Cla. "Tidak demam"
"Tapi sakit itu tidak selalu demam Kak"
"Baiklah-baiklah jika Kamu sedang tidak enak badan. Aku minta maaf" Kevin menatap Cla, namun Cla membalikkan badannya dan menghadap jendela mobil.
Cla menarik napasnya. Mungkin kencan pertamanya benar-benar gagal.
__ADS_1