
Pagi hari Kevin bersiap untuk kembali ke kantor, begitupun dengan Alea dan Alana.
"Sarapan dulu Sayang"
"Aku bekal aja Mommy" Alea dan Alana masih sibuk dengan penampilannya.
"Makan dulu Alea, Alana" Kevin menghampiri Vita yang sedang berada di ruang makan.
"Baiklah baiklah" Alea segera menghampiri Vita dan disusul oleh Alana.
"Kak, Aku ikut dengan mu ya"
"Loh? Mobil Kalian kenapa emang?"
"Pengen sama Kak Kevin aja kenapa" Alea terus bergumam sambil makan sarapan yang sudah disediakan oleh Vita.
"Ya boleh sih"
"Sama Kak Cla?" Alana nampak bersemangat.
"Kak Cla bawa mobil sendiri, dia bilang nanti siang ada seminar"
"Wah padahal Aku ingin bersama Kak Cla. Kalau begitu Kita bawa mobil sendiri saja Kak" Alea tertawa bersama Alana.
......................
Sesampainya di kantor, Kevin disuguhi pekerjaan yang sangat menumpuk.
"Ditinggal beberapa hari sudah seperti ini" Kevin duduk dan mulai membaca beberapa berkas yang tertumpuk di mejanya.
Alea dan Alana yang kini menjadi sekretaris Kevin memasuki ruangan dengan membawa catatan.
"Kak, hari ini Kita ada pertemuan dengan Klien penting. Mereka bilang, Mereka ingin membicarakan masalah proposal yang Kak Kevin ajukan"
"Benarkah? Tolong atur jadwal untuk mereka"
Alea nampak menghubungi Klien yang dimaksud.
"Lalu ada hal penting apa lagi hari ini?"
"Tidak ada Kak, tugas Kak Kevin hari ini menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk ini"
"Baiklah baiklah kalau begitu"
"Mereka meminta waktu setelah makan siang, bagaimana Kak?" Alea menyimpan kembali ponselnya.
"Oke, Kita akan berangkat sebelum jam makan siang"
"Oke Kak"
Kevin kembali bergelut dengan pekerjaannya. Kevin membaca berkas mengenai keuangan, "Apa? Kerugian? Kenapa ada kerugian sebesar ini?"
Kevin memberitahukan Alea dan Alana untuk segera mengumpulkan beberapa kepala bagian. "Kita akan melakukan meeting saat ini juga!"
Alea dan Alana segera melakukan tugasnya.
Tidak lama kemudian mereka berkumpul di ruangan meeting. Kevin nampak sangat kesal.
"Tolong jelaskan ini" Kevin memberikan berkas yang berisi kerugian yang dialami perusahaan.
"Maaf Tuan, tapi ini hal yang wajar"
"Wajar? Kita ini perusahaan besar. Seharusnya Kita tidak pernah mengalami titik terendah seperti ini"
"Tapi sudah hampir sebulan Tuan Ziano tidak masuk. Kami benar-benar kehilangan kendali"
__ADS_1
"Kalau begitu bekerja dengan baik mulai sekarang. Aku yang akan mengendalikan kalian mulai saat ini"
"Tapi..."
Kevin menggebrak meja, "Kalian ragu? Saya Kevin Argora akan memimpin kalian mulai saat ini. Saya harap Kalian bekerja dengan sungguh-sungguh"
"Maaf Tuan" mereka menundukkan kepalanya.
"Jangan ulangi kesalahan ini lagi"
Meeting dibubarkan, Kevin masih memeriksa berkas yang ada di tangannya. Alea dan Alana menghampiri Kevin. "Berani sekali mereka berkata seperti itu?"
"Benar. Mereka tidak tau kalau Kak Kevin bisa marah seperti tadi"
"Aku saja takut" Alea dan Alana tertawa.
"Aku melakukan itu karena kerugian ini berdampak sangat besar bagi para klien dan karyawan Kita"
"Benar Kak, memang seharusnya mereka mulai mengetahui siapa pemimpin perusahaan ini sebenarnya"
"Kalian..." Kevin menatap Alea dan Alana.
"Jangan mulai deh Kak" Mereka memeluk Kevin, Kevin tertawa dan membalas pelukan mereka.
......................
Jam makan siang hampir tiba, "Kak, Kita akan makan dimana?"
"Di KLM saja, bukankah disana ada restoran?"
"Iya sepertinya ada Kak"
Kevin, Alea dan Alana pergi menuju tempat yang dituju. Jalanan cukup lancar dikarenakan orang-orang mungkin sudah ada yang memulai makan siangnya.
"Apa? Mengganggu? No Kak, ini kewajiban Kami juga. Iya kan Lea?"
"Iya benar, walaupun Aku sudah sangat lapar" Alana menyikut lengan Alea, namun Kevin sudah sangat mengenal karakter dari kedua adik kembarnya. Kevin hanya tertawa meliha mereka yang saling memelototi.
Mereka tiba di tempat yang dituju. Alea dan Alana segera menuju restoran.
"Mau pesan apa Kak?" Alea menggandeng lengan Kevin.
"Terserah Kalian, Aku ikut Kalian aja. Tapi jangan terlalu banyak, Aku tidak ingin tertidur ketika pertemuan nanti" Kevin tertawa.
Alea dan Alana memilih makanan yang mereka inginkan.
"Tuan Kevin?" Seorang laki-laki paruh baya menghampiri Kevin.
"Tuan Wilson? Tidak menyangka akan bertemu Anda di sini" Kevin menjabat tangan rekan bisnisnya itu, begitupun Alea dan Alana.
"Iya Saya kira Anda akan kemari setelah jam makan siang"
"Adik-adikku ingin mencoba makan di tempat ini. Mereka mendengar bahwa makanan di restoran milik Anda ini makanannya sangat lezat"
"Anda terlalu berlebihan Tuan. Saya tinggal dulu Tuan Kevin"
"Iya Tuan"
Alea menyenggol lengan Kevin, "Apa benar makanan disini lezat?"
Kevin hanya tersenyum, "Makan sajalah"
Selesai makan, mereka pergi menuju ruangan termewah di gedung yang menjulang tinggi itu.
"Maaf Tuan, apa Anda sudah membuat janji dengan presdir Kami?"
__ADS_1
"Sudah, Saya Kevin Argora. Dari perusahaan Z"
"Oh Tuan, maafkan Saya karena membuat Anda menunggu. Silahkan, Tuan Wilson sudah menunggu Anda di dalam"
Perempuan yang diketahui bernama Kinar itu menundukkan kepalanya, sepertinya dia sekretaris baru sehingga tidak mengenali Kevin.
"Kenapa dia tidak mengenali mu Kak?"
"Sudahlah"
Mereka tiba di dalam ruangan bernuansa hitam, harum maskulin tercium di seluruh ruangan.
Laki-laki paruh baya yang diperkirakan memiliki usia yang hampir sama dengan Ziano itu menyambut Kevin dengan hangat.
"Silahkan Tuan Kevin, Nona..."
"Alea"
"Alana"
"Oh ya, Alea dan Alana"
Mereka duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangan tersebut. Terlihat seorang laki-laki berbadan kekar berdiri di samping Tuan Wilson. Sepertinya dia asisten pribadi Tuan Wilson yang sangat setia kepadanya.
"Saya ingin membahas mengenai proposal yang Anda berikan kepada Kami. Saya tertarik dengan proposal tersebut, tapi Kita harus menyamakan beberapa persepsi terlebih dahulu"
Mereka membahas mengenai pekerjaan, Kevin nampak sangat antusias. Alea dan Alana nampak sangat serius dalam menanggapi.
"Baik Tuan Kevin, selamat bergabung dengan perusahaan KLM"
"Kami siap untuk bekerja sama" Tuan Wilson menepuk pundak Kevin.
"Saya suka semangat Anda. Beruntung sekali Tuan Ziano memiliki putra seperti Anda"
Kevin menganggukkan kepalanya "Terimakasih Tuan"
Kevin, Alea dan Alana pun berpamitan.
Di perjalanan pulang, Alea dan Alana nampak semangat membicarakan pekerjaannya. "Aku baru tau kalau bisnis itu menyenangkan, selama ini Aku mengira kalau bisnis itu kolot Kak"
"Benar, Aku mengira kalau pertemuan itu hanya untuk orang-orang yang sudah tua dan membosankan. Tapi Kak Kevin hebat, Kita mendapat tender lagi"
"Syukurlah kalau Kalian menyukainya, Aku senang" Kevin mengusap kepala Alea dan Alana.
"Kita harus merayakannya"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Maaf baru Up, kemarin ada sedikit trouble jadi buntu ide....
...But thank yaa yang udah setia membaca....
...Jangan lupa tinggalkan jejak....
...Oh ya udah tau belum Kalian bisa Vote novelku gratis?...
...Kakak Zheyeenk tinggal Up apk mangatoon nya, lalu setiap satu minggu sekali kalian bisa Vote novel Aku. Atau bisa juga menggunakan poin....
...Aku nggak maksa sih ya, hanya ngasih tau caranya aja hehe...
...Yang udah Vote, makasih banget yaa 🥰🥰🥰...
__ADS_1