
Sore hari Alex menemui Anna di rumahnya. Alex berusaha untuk selalu berada di samping Anna. Seperti saat ini, Alex segera menuju rumah Anna setelah selesai dari kampus.
"Daddy pulang malam hari ini, entah kenapa Aku merasa kesepian saat Kalian jauh dariku"
"Maafkan Aku karena datang sore hari" Alex mengusap kepala Anna yang sedang berbaring di atas sofa.
"Seharusnya Kamu kemari sejak pagi"
"Baiklah Aku janji besok akan menemani mu sejak pagi"
Anna tersenyum senang.
Alex menemani Anna hingga Anna benar-benar terlelap dalam mimpinya.
Seperti biasa, Alex memindahkan tubuh Anna ke kamar milik Anna kemudian dia pergi meninggalkan kediaman keluarga Tuan Damien.
"Hari sudah sangat larut, bermalam lah disini Al"
"Terimakasih Uncle. Tapi, Aku akan pulang. Ada tugas kampus yang harus Aku selesaikan terlebih dahulu" Alex pun berpamitan kepada Tuan Damien.
"Baiklah, terimakasih Alex"
Alex menganggukkan kepalanya kemudian pergi dengan mobilnya.
Sepanjang perjalanan Alex menguap karena kelelahan.
"Aku harus menyelesaikan tugas ku terlebih dahulu agar besok pagi Aku bisa menemui Anna"
Alex melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Alex tiba di apartemennya. Alex membaringkan tubuhnya di atas sofa.
"Apa lebih baik Aku membawa beberapa tugas saat bersama Anna?" Alex benar-benar bingung, dia harus menemani Anna namun juga tidak bisa membiarkan tugasnya terus-terusan terbengkalai begitu saja.
"Tidak, Aku bisa menyelesaikannya sekarang dan kemudian beristirahat" Alex segera pergi menuju ruangan belajarnya.
Alex mengerjakan beberapa tugas yang memang sudah terlambat.
Hari sudah sangat larut, Alex masih bergelut dengan tugasnya.
Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Alex meregangkan tubuhnya yang dirasa sangat kaku.
"Aku akan istirahat dulu sebentar" Alex menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
Ponsel Alex terus berdering menandakan panggilan masuk.
"Kenapa Alex tidak mengangkat panggilan ku?" Anna terus menggerutu saat sedang sarapan bersama Tuan Damien.
"Tidak mungkin Daddy, Alex tidak pernah mengingkari janjinya. Alex berjanji akan menemui ku pagi ini. Dia berjanji akan sarapan berasama ku" Anna enggan memakan sarapannya sedikit pun.
"Makanlah dulu Sayang, mungkin Alex sedang dalam perjalanan" Tuan Damien mencoba membujuk Anna.
Namun Anna melakukan panggilannya berkali-kali tanpa mendengarkan ucapan Tuan Damien.
"What? Alex mematikan ponselnya? Aku akan menemui Alex Daddy. Mungkin saja terjadi sesuatu kepadanya" Anna bergegas dari tempat duduknya.
"Tenanglah Sayang, Kamu harus makan dulu"
"No Daddy" Anna pergi menuju mobil yang diantar oleh sopir.
__ADS_1
Di tempat lain, kode akses pintu apartemen milik Alex sedang retas oleh sekelompok orang. Bahkan Mereka tidak segan merusak beberapa barang saat tidak menemukan pemilik rumah.
Alex sangat terkejut saat melihat beberapa orang asing berada di hadapannya.
"Siapa Kalian? Apa yang Kalian lakukan disini?"
"Maaf Tuan Alex, Kami hanya memastikan bahwa Anda baik-baik saja"
"What? Apa-apaan ini? Kalian merusak properti milikku. Aku akan melaporkan Kalian!" Alex meraih ponselnya, namun tidak aktif.
Alex meraih telpon rumah yang ada di atas meja. Namun seseorang menghentikannya.
"Kami akan segera menangani kekacauan ini. Jangan berani melaporkan apapun, atau hidup Anda akan dalam bahaya"
Mereka meninggalkan Alex sendirian. Dilihatnya tanda pengenal milik salah satu dari Mereka.
"Perusahaan milik Tuan Damien? Jadi Mereka orang suruhan Tuan Damien? Tapi untuk apa?" Alex terdiam.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Kasih dukungan penuh buat Aku gaes.......
...Masa level novel Aku jadi turun ðŸ˜ðŸ˜...
...Yuuuuk kasih dukungan Kalian supaya mood Aku bagus lg buat Up lagiiii 🥰🥰🥰...
__ADS_1
...Makasih banget buat Kalian yang selalu dukung Aku 🥰🥰...