
Pagi hari Cla datang menemui Qiara.
"Ada apa Ra?"
Qiara menceritakan semuanya.
"Ya ampun Ra, Kalian salah paham. Coba hubungi Alex dan bicarakan baik-baik" Cla tersenyum.
"Aku sudah menghubunginya sejak semalam, namun Alex tidak menerima panggilan ku. Bahkan pesan ku hanya dibaca olehnya"
"Maaf Ra, Aku tidak bisa membantu selain memberi mu saran. Aku tahu Alex, dia akan semakin mejauh disaat dia tidak nyaman"
"Iya terima kasih Cla. Kamu benar, Aku tidak boleh membuatnya semakin menjauh"
"Lalu Aarav?"
Qiara terdiam sejenak. "Aku menyukai Alex Cla. Tapi Aku tidak yakin apakah itu cinta? Aku takut kalau yang Aku rasakan kepada Alex itu hanya nyaman atau karena Kami sering berjumpa. Aku tidak yakin Cla. Tapi setelah Aku pergi bersama Aarav, Aku merasa Kami semakin dekat dan hubungan Kami membaik. Tapi di fikiran ku hanyalah Alex. Aku hanya memikirkan Alex dan Aku tidak merasakan sesuatu yang Aku rasakan saat bersama Alex ketika Aku bersama Aarav"
Cla tersenyum "Jelaskan kepada Alex, Aku akan mendukung yang terbaik untuk Kalian"
Qiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Terima kasih Cla. Kamu memang yang terbaik"
Cla tertawa "Tentu saja"
Sudah satu pekan Qiara mencoba menghubungi Alex, namun hasilnya nihil.
Bahkan Alex tidak menghadiri acara makan malam bersama Kevin saat mengetahui Qiara ada di sana.
"Apa ini akhir dari semuanya?" Qiara nampak kecewa.
"Aku tidak menyangka Alex pencemburu seperti itu" Kevin tertawa.
"Kamu lebih dari itu Kak" Cla dengan santainya memakan hidangan penutup.
__ADS_1
"Siapa yang tidak takut kehilangan perempuan seperti mu Sayang" Kevin mengecup pucuk kepala Cla.
Cla hanya tersenyum.
Qiara yang menyaksikan itu hanya memanyunkan bibirnya "Kalian membuat ku semakin iri"
Cla dan Kevin tertawa "Maaf Ra"
"Oh ya, dua hari lagi Alex akan kembali ke Perancis untuk mempersiapkan acara wisudanya. Kami akan menyusulnya dua pekan lagi." Kevin mengingat sesuatu.
"Kamu ikut saja Ra" Cla nampak bersemangat.
Namun tidak dengan Qiara. "Aku tidak bisa menunggu selama itu"
Cla membelalakkan matanya.
"Pergilah lebih dulu untuk menemuinya" Kevin menahan tawanya.
"Benar, Aku akan memberikan kejutan kepadanya" Qiara nampak senang.
"Ra, Aku bercanda Ra" Kevin menutup mulutnya.
"Tidak, Aku akan menyusulnya pekan depan. Aku akan segera mengatur jadwal cuti ku"
"Kak... Kenapa Kamu mengatakan itu kepadanya" Cla menepuk lengan Kevin.
"Aku tidak tahu kalau orang jatuh cinta akan seperti ini"
"Ayolah Kak, apa Aku harus menceritakan kembali saat Kamu tiba-tiba menemui ku di Swedia karena Aku pergi tanpa mengabari mu"
Kevin tersenyum "Iya Sayang, Aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menemui mu"
Qiara nampak berdiri "Aku pulang duluan ya, Aku akan memberikan kejutan seperti dia mengejutkan ku"
__ADS_1
Kevin dan Cla membelalakkan matanya "Ya ampu Ra. Aku tidak menyangka Kamu se-bucin ini"
Sasmpainya di apartemen, Qiara melihat seseorang berada di depan pintu apartemen miliknya.
"Aarav?"
"Hai Ra, maaf Aku kemari tanpa mengabari terlebih dahulu"
Qiara nampak bingung "Iya tidak apa-apa"
"Ada yang ingin Aku bicarakan kepada mu. Soal Kita" Aarav menghampiri Qiara.
"Oke, masuklah"
"Tidak tidak... Aku akan mengajak mu ke suatu tempat"
Qiara nampak ragu "Baiklah..."
Aarav dan Qiara pergi ke pesta kembang api yang ada di pinggir pantai.
"Ra, sebelumnya Aku minta maaf karena telah membuat kesalah pahaman antara Kamu dan laki-laki itu. Tapi, Aku benar menyukai mu Ra. Aku mencintai mu dan Aku pikir Aku bisa membahagiakan mu"
Qiara membelalakkan matanya, pikirannya benar-benar kacau sat ini.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Ayoo bantu Qiara untuk memberi kepastian kepada Aarav ataupun Alex....
...Jangan lupa tinggalkan jejak Kalian yaa Zheyeeenk....
__ADS_1
...Like, komen dan vote 😍😍😍...