
Hari berganti hari, kini Alex dan Qiara tengah berada di depan menara terkenal di Kota Paris, menara Eifel.
Alex menggandeng lengan Qiara "Jangan lepaskan tangan ku atau Aku akan sulit menemukan mu"
Qiara menganggukkan kepalanya.
Sore tadi Qiara merengek kepada Alex untuk mengajaknya ke menara Eifel.
Kini Mereka tengah berdesakkan untuk menuju atap menara.
"Setelah Kamu menyelesaikan pendidikan mu, kapan lagi Kita bisa ke sini?" Qiara masih mengomel.
"Kalau Aku selesai, Aku bahkan ingin mengajak mu keliling dunia" Alex mengecup tangan Qiara.
Qiara tersenyum "Aku senang sekali, Aku tidak menyangk Kita akan seperti ini"
"Aku lebih tidak menyangka. Kamu dulu menyelamatkan nyawa ku, dan sekarang Kamu menyelamatkan hati ku. Sepertinya Aku banyak berhutang budi pada mu"
Qiara tertawa "Kalau begitu, Kamu harus mencintai ku seumur hidup mu"
"Tentu saja, Aku akan mencintai mu selamanya" Alex merangkul tubuh Qiara.
Qiara merasa sangat bahagia.
Mereka tiba di atap menara "Waaaaw pemandangannya indah sekali Al, sebelumnya Aku tidak pernah ke sini"
__ADS_1
Alex tersenyum "Kamu senang?"
"Tentu saja Aku senang" Qiara memeluk tubuh Alex.
Alex mengecup kening Qiara. "Aku berjanji akan selalu membuat mu senang Honey"
Qiara membelalakkan matanya, pipinya terasa memanas. "Terima kasih"
Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Qiara kemudian ******* bibirnya dengan penuh kasih sayang.
Qiara memejamkan matanya dan mengikuti setiap gerakan yang dilakukan Alex.
"Aku mencintai mu Ra. Terima kasih sudah mau menunggu ku untuk menyadari perasaan ku"
Qiara tersenyum dan memeluk Alex.
"Qiara, maukah Kamu mendampingi ku? Menjadi teman, sahabat, kekasih ku selamanya? Aku ingin Kamu menjadi istri ku. Mungkin ini terlalu mendadak bagi mu Ra. Tapi tanpa Aku sadari, sejak Aku mengenal mu, Aku merasa nyaman. Perasaan itu terus tumbuh menjadi cinta. Walaupun Aku sempat mempunyai hubungan dengan Anna, tapi perasaan ku kepada mu tetap tumbuh Ra dan Aku baru menyadarimya saat melihat mu dekat dengan Aarav. Aku takut Ra, Aku takut kehilangan mu. Aku tidak pernah merasa takut seperti itu sebelumnya. Dan Aku bagitu bahagia saat Kamu memilih ku. Aku tidak mau kehilangan mu Ra, maukah Kamu menikah dengan ku?"
Air mata Qiara mengalir begitu saja. Perasaan Qiara begitu membludak, dia tidak bisa menahan perasaannya. Qiara menganggukkan kepalanya. "Aku mau Al, Aku mau"
Alex memasangkan sebuah cincin di jari Qiara dan mencium tangannya.
Qiara memeluk Alex dan menangis dalam pelukannya. "Terima kasih Al, terima kasih"
Alex mengusap air mata di pipi Qiara "Terima kasih untuk semuanya Ra" Alex mengecup kening Qiara.
__ADS_1
Qiara menganggukkan kepalanya "Dan Al, ini tidak terlalu cepat. Justru ini terlalu lama bagiku. Kenapa harus Aku yang datang kemari untuk menyusul mu"
Alex tertawa "Tapi kalau tidak begitu, Aku tidak bisa melamar mu di puncak menara eifel sekaligus di hadapan kedua orang tua ku"
Qiara membelalakkan matanya "Orang tua mu?" Qiara mengedarkan pandangannya.
Qiara melihat Ziano, Vita, Kevin, Cla, Alea dan Alana tengah tersenyum kepadanya dengan jarak yang cukup dekat.
Pipi Qiara seketika memanas, Qiara membalas senyuman Mereka.
"Sejak kapan Al Mereka di sana?" Qiara berbisik.
"Sepertinya Mereka lebih dulu sampai dari pada Kita"
Qiara membelalakkan matanya "Allleeeeeexxxxxxx"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Aduuuh akhirnya Babang Alex mengakhiri masa kejombloannya....
...Next bakalan jadi episode terakhir di novel ini....
__ADS_1
...Tapi bakalan ada beberapa Bonus Chapter buat Kalian 🤗🤗...
...Jadiiii, jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komen Kalian zheyeeeenk 🥰🥰🥰...