
"Terimakasih sudah mengantarku, mau masuk?"
"Tidak, sudah malam. Lain kali Aku akan mempersiapkan diri untuk berkunjung ke rumah mu"
Cla tertawa mendengar ucapan Qiara, dia benar-benar menemukan orang yang tepat untuk dijadikan sahabat.
Qiara pun berpamitan kepada Cla. "Hati-hati ya, kabari Aku jika Kamu sudah sampai rumah"
"Baik, bye Cla"
"Bye.."
Cla membuka pintu depan, terlihat Amanda sedang duduk di ruang tengah sendirian.
"Mommy?"
"Sayang, sudah pulang. Sudah makan nak?" Amanda menghampiri Cla.
"Sudah Mommy. Sedang apa?" Cla menatap layar tv.
"Sedang menunggumu pulang"
"Apa? Bukankah Aku sudah bilang akan pulang terlambat?"
"Iya Mommy tau" Amanda duduk di samping Cla.
"Mana Daddy?"
"Dia pulang terlambat juga, ada klien dari USA yang melaporkan keadaan perusahaan disana"
Cla nampak sangat bersalah "Maafkan Aku Mommy. Aku tidak akan pulang terlambat lagi"
"Tidak Sayang, Mommy tidak apa-apa"
Cla memeluk Amanda dengan penuh cinta. "Mommy sudah makan?"
"Baru saja Mommy mau makan"
"Tunggu Aku, Aku akan mandi dulu kemudian menemani Mommy makan" Cla bergegas. Amanda tersenyum melihat Cla yang sangat mirip dengannya.
......................
Kendra datang saat Cla dan Amanda sedang makan bersama. "Bie, Aku kira Kamu masih lama. Sudah makan?" Amanda menghampiri Kendra.
"Sudah, lanjutkan makanmu Sayang" Kendra mengecup kening Amanda.
"Hai Daddy, ayo sini makan"
Kendra nampak bingung, namun akhirnya dia menghampiri Cla.
"Wah Mommy masak makanan enak nih, Daddy mau makan lagi deh" Kendra mengambil piring dan mengambil beberapa makanan.
Amanda tersenyum senang, kemudian melanjutkan makannya.
Cla menatap Kendra dan tersenyum, begitupun Kendra. Mereka seperti memberikan kode untuk selalu membuat Amanda senang.
Selesai makan, Cla duduk di sebuah sofa di ruang keluarga. Kendra yang sudah membersihkan tubuhnya ikut bergabung. Begitupun Amanda.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini Princess?"
__ADS_1
"Aku dapat teman baru Daddy, oh tidak. Sahabat"
"Benarkah? Pasti dia orangnya baik."
"Tentu Mommy, nanti Aku akan membawa dia kemari. Dia sangat mengagumi mu"
"Benarkah?"
Cla menceritakan semuanya, Kendra dan Amanda sangat antusias mendengarkannya. Sejak kecil Cla mempunyai kebiasaan untuk menceritakan semuanya kepada Amanda dan Kendra hingga larut malam.
"Sudah malam, Kamu harus istirahat"
"Baiklah, selamat malam Mommy, Daddy" Cla memeluk keduanya kemudian pergi tidur.
......................
Pagi hari Cla sudah siap untuk pergi ke rumah sakit. "Hari ini biarkan Aku membawa mobil ya Daddy"
"Baiklah, hati-hati sayang"
"Oh ya, terimakasih ruangan merah mudanya. Aku suka" Cla memeluk Kendra.
Cla pun berpamitan, namun ketika hendak menaiki mobilnya, dia melihat mobil Kevin memasuki gerbang.
"Kak Kevin?"
"Hai Cla, kemarin Aku bercerita kepada Mommy soal kepulanganmu. Dia memberikanku ini"
"Apa ini? Baunya harum"
"Ini bekal untukmu. Tadinya Aku akan menghampirimu di rumah sakit, tapi sepertinya akan kepagian"
"Mommy menitipkan ini untuk Cla"
"Oh begitu. Kapan Ziano akan melakukan perjalanan bisnis?"
"Mungkin seminggu lagi, ada perubahan jadwal Uncle. Seharusnya kemarin Daddy sudah berangkat"
"Oh begitu rupanya, sampaikan salamku untuknya"
"Baik Uncle"
Merekapun memutuskan untuk pergi menggunakan mobil masing-masing. Namun tiba-tiba tercium bau mesin dari mobil milik Cla.
"Mobilmu sepertinya harus dibawa ke bengkel dulu Sayang. Sudah lama tidak dipakai" Kendra dan Amanda menghawatirkan Cla. Tidak mungkin dia memaksakan untuk pergi menggunakan mobil tersebut.
"Pakailah mobil yang lain. Milik Nathan dan Nathar ada" Amanda hendak mengambil kunci mobil milik Nathan atau Nathar.
"Pergilah denganku, bukankah kantor ku searah dengan L hospital" Kevin menyarankan.
"Tapi Kak, itu mungkin akan merepotkan mu."
"Tidak, ayolah sebelum terlambat. Mobil Nathan dan Nathar pun mungkin harus dipanaskan terlebih dahulu"
"Baiklah, maafkan Aku karena merepotkanmu Kak"
"Tidak apa-apa"
Akhirnya Cla pun benar-benar berpamitan kepada Kendra dan Amanda.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Cla menghirup aroma dari dalam bekal yang diberikan Vita. "Baunya sangat harum. Aku akan membukanya sekarang"
Terdapat beberapa sandwich disana. Cla akhirnya menyicipinya "Enak banget Kak, mau?"
"Makanlah, Aku sedang menyetir"
"Buka mulutmu" Cla duduk menghadap Kevin. Dengan ragu Kevin membuka mulutnya. "Enak?"
"Hmm tentu" Kevin tiba-tiba merasa canggung, jantung nya berdegub tidak karuan.
"Mau lagi Kak? Ini banyak loh. Aku tidak mungkin menghabiskannya sendirian"
"Makan saja Cla, Mommy membutkannya untukmu"
"Tapi banyak, buka mulutmu Kak"
Kevin tiba-tiba menginjak rem mobilnya karena seorang anak sekolah yang tiba-tiba menyebrang jalan. Tubuh Cla menabrak tubuh Kevin. Kevin benar-benar merasa terkejut, dia berniat untuk melihat keadaan Cla. Namun tubuhnya kini sangat berdekatan, Kevin menatap Cla yang jaraknya hanya beberapa senti. Pipi Cla tiba-tiba berubah menjadi merah, itu menambahkan keimutan pada wajah Cla.
"Ka...Kamu tidak apa-apa?"
Cla menjauhkan tubuhnya, "Tidak Kak, Aku... Aku hanya kaget."
"Maafkan Aku karena membuatmu terkejut. Sampai wajahmu memerah seperti itu"
"Apa? Mana mungkin" Cla mengambil sebuah cermin dari dalam tasnya, dan benar saja wajahnya sangat merah. Batin Cla merutuki dirinya sendiri. Cla merasa sangat malu. Namun Kevin, dia sama sekali tidak merasa terganggu dengan kejadian tersebut.
Kevin kembali melajukan mobilnya, Cla terus saja menatap cermin dengan tangan yang dia kipaskan pada wajahnya.
Mereka tiba di depan rumah sakit, "Aku akan menjemputmu kembali. Hubungi Aku jika pekerjaan mu sudah selesai"
"Aku bisa naik taxi Kak"
"No, Aku akan tetap menjemputmu. Bye Cla" Cla pun melambaikan tangannya.
Dia berlari menuju ruangannya, jantungnya kini berdegub dengan sangat kencang.
"Aaaahh memalukan, kenapa Kak Kevin harus melihat wajahku seperti ini. Dan jantungku? Kenapa Kamu seperti ini?" Cla mengusap dadanya yang masih saja berdegub kencang.
Sementara itu di dalam mobil Kevin nampak gelisah. "Kenapa jantungku berdegub kencang seperti ini? Aaaah kenapa wajahmu imut sekali Cla" Kevin menutup mulutnya. "Apa yang Aku bicarakan. Tidak, Aku tidak boleh berpikir seperti itu. Aku harus menghapus bayangan itu" Namun bayangan wajah Cla yang memerah terus menari di pikiran Kevin.
Cla masih merasa gelisah "Bagaimana mungkin wajahku memerah dan jantungku berdegub kencang, sementara Kak Kevin terlihat biasa saja" Cla mengambil secangkir kopi untuk menenangkan pikirannya.
Kevin sampai di perusahaan, beberapa karyawan menyapanya. Namun pikiran Kevin masih tertuju pada Cla. Dia memutuskan untuk segera memasuki ruanganny, "Berhenti Kevin, bagaimana mungkin Kamu terus membayangkan wajah Cla?" Namun perasaannya seketika merasa senang mengingat nanti sore dia akan menjemput Cla kembali.
"Apa Aku harus datang lagi ke cafe tersebut? Atau lebih baik Aku sabar menanti jam pulang? Aaaaahh Cla, Kamu membuatku gila" Kevin mencuci wajahnya berkali-kali.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Benih-benih cinta mulai bertebaran nih. Semoga kapal Cla dan Kevin segera berlayar...
...🥰🥰🥰...
...Happy Reading Kakak Zheyeeeenk...
...Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, komen dan mudah²n vote 🥰🥰...
__ADS_1